Selasa, 03 08 2021
Galeri Foto | Advertorial
Follow Us ON :
 
   
Pilihan Editor ⋅ Foto ⋅ Most Popular
 
Oalah.....Libatkan ASN saat Kampanye, Calon Wali Kota Dumai Eko Suharjo Terancam 6 Bulan Penjara
Selasa , 20-10-2020 - 13:43:12 WIB | Dibaca: 8991
TERKAIT:
 
  • Oalah.....Libatkan ASN saat Kampanye, Calon Wali Kota Dumai Eko Suharjo Terancam 6 Bulan Penjara
  •  

    Dumai, Medialaskar.com- Eko Suharjo terancam pidana penjara selama 6 bulan kurungan. Pasalnya, Wakil Wali Kota Dumai nonaktif yang kini menjadi Calon Wali Kota di daerah tersebut menjadi tersangka dugaan pelanggaran Undang-undang Pilkada.

    Dalam pilkada di Kota Minyak pada 9 Desember 2020 ini, Eko berpasangan dengan Syarifah selalu Calon Wawako Dumai. Pasangan nomor urut 2 ini diusung oleh Partai Demokrat, Golongan Karya (Golkar) dan Hati Nurani Rakyat (Hanura). Koalisi dikenal dengan nama Koalisi Dumai Gemilang.

    Dari informasi dihimpun, Eko Suharjo yang menjabat Ketua DPD Demokrat Kota Dumai mendapat jadwal kampanye di Kelurahan Simpang Tetap Darul Ihsan (STDI) Kecamatan Dumai Barat pada Kamis (8/10/20). Kegiatan diketahui bertempat di kediaman seorang warga di Jalan Nenas di daerah tersebut.

    Saat kegiatan akan dimulai, anggota Panwaslu Kecamatan Dumai Barat menemukan adanya salah seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) menjadi protokol sekaligus penanggung jawab kegiatan. Oleh anggota Panwaslu telah melakukan pencegahan mengimbau agar ASN tersebut tidak terlibat dalam kegiatan kampanye.

    Namun saat itu, sang ASN beralasan kehadirannya sebagai pengurus LDII dan menerima semua paslon yang hadir di daerah tersebut. Anggota Panwaslu kemudian menjelaskan bahwa posisinya sebagai ASN sangat melekat pada dirinya. Kendati memahami hal tersebut sang ASN yang diketahui berinisial FA, tetap mengikuti kegiatan walau hanya sebagai peserta kampanye.

    Selanjutnya acara langsung dimulai oleh Eko Suharjo yang mendeklarasikan diri bersama Syarifah sebagai paslon nomor urut 2 pada Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Dumai tahun 2020.

    Pada sesi tanya jawab, ditemukan juga ditemukan ASN yang berinisial MS yang merupakan Dosen Politeknik Perikanan dan Kelautan Dumai. Menurut anggota Panwascam Dumai Barat hal ini bertentangan dengan peraturan / perundang undangan yang berlaku, dan dilaporkan ke Polres Dumai guna pengusutan lebih lanjut.

    Seiring proses pengusutan, perkara ini diketahui telah naik ke tahap penyidikan. Itu ditandai dengan ada Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) yang dikirim penyidik ke Kejaksaan pada Senin (19/10/20), kemarin. Adapun tersangkanya adalah Eko Suharjo.

    “Iya, baru SPDP,” kata Kepala Seksi (Kasi) Pidana Umum (Pidum) Kejaksaan Negeri (Kejari) Dumai, Agung Irawan kepada haluanriau.co, Selasa (20/10/20).

    Atas SPDP itu, pihaknya kemudian menetapkan Jaksa yang bertindak sebagai Jaksa Peneliti yang nantinya akan mengikuti perkembangan penyidikan dan menelaah berkas perkara jika dilimpahkan oleh penyidik.

    “Kita masih menunggu tahap 1 berkas perkara,” lanjut mantan Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Bengkalis itu.

    Saat disinggung, pasal apa yang disangkakan terhadap Eko Suharjo, Agung menyebut Pasal 189 Undang-undang (UU) Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota.

    “Dalam SPDP itu, Pasal 189 UU Pilkada,” pungkas Agung yang juga pernah menjabat Kasi Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) Kejari Kampar itu.

    Dalam penelusuran haluanriau.co, aturan itu pada intinya menyatakan, paslon yang mengikuti pilkada yang dengan sengaja melibatkan pejabat badan usaha milik negara, pejabat badan usaha milik daerah, ASN, anggota Polri, anggota TNI, dan Kepala Desa atau sebutan lain/Lurah serta Perangkat Desa atau sebutan lain/Perangkat Kelurahan, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 bulan atau paling lama 6 bulan dan/atau denda paling sedikit Rp600 ribu, atau paling banyak Rp6 juta.

    Sejauh ini, belum ada tanggapan dari Eko Suharjo terkait status tersangka yang disandangnya itu. Dia saat dihubungi di nomor seluler 0812-7514-xxxx, tidak merespon. Begitu juga pesan singkat yang ditujukan kepadanya, tak juga dibalas meskipun diketahui telah diterimanya.

    **



     
    Berita Lainnya :
  • Oalah.....Libatkan ASN saat Kampanye, Calon Wali Kota Dumai Eko Suharjo Terancam 6 Bulan Penjara
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
     
     
    Terpopuler +
    01 Agar Anda Tahu, Apa Itu Reses Anggota Dewan?
    02 Borneo Water Park Kampar; Objek Wisata Air dengan Aneka Fantasi
    03 Syahril Topan Maju Pilkada Rekomen PPP, Sekretaris DPD PAN Rohul Bantah ada Perpecahan
    04 Terkesan Sepihak, Perusahaan Angkutan Ferry Naikkan Harga Tiket Hingga 80 Persen
    05 Lanal Tanjungbalai Karimun Musnahkan Hasil Tangkapan Mikol dan Rokok Ilegal
    06 Program Pembinaan Karang Taruna, Wadah Mewujudkan Generasi Muda Berkualitas
    07 Peredaran Rokok Ilegal di Kota Tanjungpinang Kian Marak, Bea Cukai Tak Berkutik?
     
     
    Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan
    © 2017 MediaLaskar.com | Gerbang Informasi Anak Negeri, all rights reserved