Selasa, 03 08 2021
Galeri Foto | Advertorial
Follow Us ON :
 
   
Pilihan Editor ⋅ Foto ⋅ Most Popular
 
Lapor ke Polda Riau, Warga Desa Gondai Beberkan Tindakan Security PT NWR
Senin, 10-02-2020 - 14:09:45 WIB | Dibaca: 19784

TERKAIT:
 
  • Lapor ke Polda Riau, Warga Desa Gondai Beberkan Tindakan Security PT NWR
  •  

    Pekanbaru,Medialaskar.com- Buntutnya aksi dari pemukulan warga Desa Gondai di Kabupaten Pelalawan yang diiakukan security dari PT Nusa Wana Raya (NWR) bentroknya dengan petani kelapa sawit pada beberapa waktu lalu. Hal ini, tidak dapat diterima warga, akan kekejaman seperti itu.

    Akhirnya, salah seorang warga didaerah setempat, yang tidak terkait saat terjadi bentrok petani sawit dengan security PT NWR. Giman salah seorang warga Desa Gondai, Pelalawan menceritakan disaat dirinya dipukuli security PT NWR, hingga lebam yang serta kepala terpaksa harus dijahit. Giman ini warga tempatan, tidak terkait saat bentrok petani sawit dengan security PT NWR. 

    Giman menceritakan bagaimana dirinya dipukuli tanpa ampun dikala saat terjadi bentrok antara security dari PT NWR ini dengan petani kelapa sawit. Disebutkan dia, saat terjadi bentrok tersebut, dirinya kebetulan melintas didaerah itu dengan istri dan anak, mengendarai motor. Tapi, diserang dipukuli dengan menggunakan pentungan dan tameng hingga ini parah luka di kepalanya. 

    "Badan saya lebam-lebam, kepala saya terluka parah dan terpaksa dijahit. Waktu dipukuli puluhan security PT NWR, saya tak bisa berbuat banyak, selain mengucapkan Allahukabar," kata Giman, Senin (10/2/20) di Pekanbaru.

    Menurut Giman, dirinya bukanlah bagian dari petani plasma yang berupaya untuk mempertahankan haknya karena kebun sawit di plasma PT Peputra Supra Jaya (PSJ) yang sempat itu adu fisik dengan security PT NWR. Namun, tanpa sempat ada penjelasannya, Giman bersama istri dan anaknya yang sedang mengendarai sepeda motor kebetulan ini berada tidak jauh dari lokasi bentrok. Yakni, langsung dikejar dan dihajar. Sedangkan istri, dan anak sempat terjatuh dari motor. Tetapi sempat berlari, menghindari arogansi security PT NWR. 

    "Waktu diserang, istri saya sempat berlari ketakutan, untuk menyelamatkan anak kami. Tapi istri saya tak mau lari terlalu jauh, karena tak tega tinggalkan saya. Waktu melihat saya dipukuli tanpa ampun itu, istri saya hanya menjerit dan meminta tolong sambil menangis," ujar Giman sambil sesekali memegang kepalanya dijahit akibat penganiayaan oleh security PT NWR tersebut. 

    Masih menurut Giman, selama dipukuli menggunakan pentungan security, dirinya tidak bisa berbuat banyak, selain meneriakan kalimat Allahuakbar. Tendangan dan pukulan menggunakan pentungan terus dirasakan tanpa belas kasihan. 

    Beruntung, ada salah seorang meminta puluhan security tersebut berhenti memukuli yang sat itu sudah tak berdaya. "Saya tidak tahu siapa yang minta security itu berhenti memukuli saya. Saya sempat dengar, udah-udah jangan dipukuli lagi. Lalu saya disuruh pergi dengan sempoyongan, dan sempat terjatuh tanpa ada menolong," ujarnya.

    Giman ini juga menceritakan, beberapa saat kemudian dengan yang sudah tidak berdaya, di selamatkan oleh masyarakat dan dibawa kepuskesmas terdekat yang mendapat pertolongan dari Puskesmas. Lalu menyarankan hal untuk perawatan intensif Ialu dibawa kerumah sakir Eka Hospital Pekanbaru. 

    Sementara atas kejadian tersebut, istri Giman yang bernama Sunartik dengan didampingi tim advokasi petani Gondai telah membuat Laporan Polisi di Polda Riau Laporan Polisi Nomor: STPL / 74 I II / 2020 / SPKT / RIAU, tentang dugaan tindak pidana pengeroyokan terhadap Giman Kampret (korban) yang dilakukan oIeh Sekurity PT NWR, pada Jumat 7 Februari lalu. Tim advokasi tersebut terdiri dari Lindawati SH, E Sanggur SH MH, Heru Susanto SH Lolas Walmisran, Bernardi Silitonga SH. 

    "Kami merasa berkewajiban memberi pendampingan, karena ini sudah diluar kewajaran. Pengeroyokan yang diduga dilakukan security PT NWR, harus ada penyelesaian hukum. Karena itu melalui laporan dibuat istri korban, diharapkan dapat kepolisian melihat masalah ini seadil-adilnya. Apalagi ini warga biasa yang tidak terkait dengan hal kejadian bentrokan yang melibatkan petani sawit plasma PT PSJ," kata Heru.


    **red/rul



     
    Berita Lainnya :
  • Lapor ke Polda Riau, Warga Desa Gondai Beberkan Tindakan Security PT NWR
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
     
     
    Terpopuler +
    01 Agar Anda Tahu, Apa Itu Reses Anggota Dewan?
    02 Borneo Water Park Kampar; Objek Wisata Air dengan Aneka Fantasi
    03 Syahril Topan Maju Pilkada Rekomen PPP, Sekretaris DPD PAN Rohul Bantah ada Perpecahan
    04 Terkesan Sepihak, Perusahaan Angkutan Ferry Naikkan Harga Tiket Hingga 80 Persen
    05 Lanal Tanjungbalai Karimun Musnahkan Hasil Tangkapan Mikol dan Rokok Ilegal
    06 Program Pembinaan Karang Taruna, Wadah Mewujudkan Generasi Muda Berkualitas
    07 Peredaran Rokok Ilegal di Kota Tanjungpinang Kian Marak, Bea Cukai Tak Berkutik?
     
     
    Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan
    © 2017 MediaLaskar.com | Gerbang Informasi Anak Negeri, all rights reserved