Sabtu, 23 Oktober 2021
Galeri Foto | Advertorial
Follow Us ON :
 
   
Pilihan Editor ⋅ Foto ⋅ Most Popular
 
Bupati Karimun Resmi Tutup Kegiatan RSA Nusa Waluya II
Senin, 29-08-2021 - 23:15:00 WIB | Dibaca: 3360
Bupati Karimun berfoto bersama usai penutupan secara resmi kegiatan pelayanan kesehatan RSA Nusa Waluya II di Kundur. (Foto: Medialaskar/Sunar)
TERKAIT:
 
  • Bupati Karimun Resmi Tutup Kegiatan RSA Nusa Waluya II
  •  

    Karimun, Medialaskar.com - Tiga bulan beroperasi melayani kesehatan masyarakat, Rumah Sakit Apung (RSA) Nusa Waluya II yang dimiliki Yayasan Dokter Peduli atau Doctor SHARE di Kecamatan Kundur secara resmi ditutup Bupati Karimun, Minggu (29/8/2021).

    Penutupan kegiatan pelayanan kesehatan RSA Nusa Waluya II kali ini juga dihadiri Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Kabupaten Karimun, Kadis Pertanian, Kabag KomHumas, Camat Kundur, Kapolsek Kundur, Danramil Kundur dan Direktur RSUD Kundur.

    Dalam sambutannya, Bupati Karimun Aunur Rafiq menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas pengabdian RSA Nusa Waluya II dalam melayani kesehatan warga Karimun.

    "Selama tiga bulan atau 10 minggu beroperasi, RSA Nusa Waluya II telah memberikan pelayanan kesehatan dengan senyum penuh keramahan yang dirasakan masyarakat saat berobat di sini. Terima kasih atas pengabdian dan pelayanannya,” tutur Bupati Aunur Rafiq.

    Dengan pelayanan yang diberikan pihak RSA Nusa Waluya II ini, tambah Bupati Karimun, tentunya bisa diikuti atau menjadi contoh bagi Puskesmas dan RSUD Karimun dalam pelayan kesehatan.

    Terakhir, Bupati karimun juga mengucapkan selamat jalan dan selamat bertugas di tempat yang baru dan meminta agar tetap semangat, tetap mengabdi dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

    “Pengabdian ini tidak akan sia-sia, ini akan bernilai amal ibadah dan amal jariah yang kelak akan di balas oleh Allah SWT,” katanya.

    Pelayanan kesehatan secara gratis yang dilaksanakan RSA Nusa Waluya II ini sambung Aunur Rafiq, sangat membantu masyarakat, bahkan tidak hanya masyarakat Karimun yang menjalani pengobatan disini.

    “Sebenarnya, banyak masyarakat yang mengharapkan agar RSA ini dapat bertahan di Karimun lebih lama,” pungkas Rafiq.

    Sementaraitu, Direktur RSA Nusa Waluya II dr. Ivan Reynaldo Lubis mengatakan, kehadiran RSA Nusa Waluya II. Selama tiga bulan atau 10 minggu berlabuh di Dermaga Pangkalan Airud Polda Kepri, Desa Sungai Sebesi, Kecamatan Kundur, Kabupaten Karimun, RSA Nusa Waluya II telah membantu ribuan masyarakat dan Pemda Karimun dalam melayani kesehatan.

    "Kami melaksanakan pelayanan di sini mulai dari tanggal 21 Juni hingga 23 Agustus 2021. Selama 10 minggu kami di sini, untuk pasien poli ada 3.972 pasien, 126 pasien IGD, 82 pasien Rawat inap, 454 pasien poli kandungan, 478 pasien poli gigi, 228 pasien oprasi, 108 pasien oprasi katarak, sehingga ada 5.366 pasien yang kami layani selama kami di sini,” terang dr. Ivan.

    Setelah ini, sambung dr. Ivan, Rumah Sakit Apung Nusa Waluya II akan melanjutkan perjalanan menuju Kota Baru Kalimantan Selatan untuk memberikan pelayanan kesehatan di sana hingga bulan Desember.

    "Rumah Sakit Apung ini akan terus menjangkau Indonesia dari Sumatera sampai Papua,” ucapnya.

    **red/sunar



     
    Berita Lainnya :
  • Bupati Karimun Resmi Tutup Kegiatan RSA Nusa Waluya II
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
     
     
    Terpopuler +
    01 Agar Anda Tahu, Apa Itu Reses Anggota Dewan?
    02 Borneo Water Park Kampar; Objek Wisata Air dengan Aneka Fantasi
    03 Syahril Topan Maju Pilkada Rekomen PPP, Sekretaris DPD PAN Rohul Bantah ada Perpecahan
    04 Terkesan Sepihak, Perusahaan Angkutan Ferry Naikkan Harga Tiket Hingga 80 Persen
    05 Lanal Tanjungbalai Karimun Musnahkan Hasil Tangkapan Mikol dan Rokok Ilegal
    06 Program Pembinaan Karang Taruna, Wadah Mewujudkan Generasi Muda Berkualitas
    07 Peredaran Rokok Ilegal di Kota Tanjungpinang Kian Marak, Bea Cukai Tak Berkutik?
     
     
    Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan
    © 2017 MediaLaskar.com | Gerbang Informasi Anak Negeri, all rights reserved