Selasa, 29 09 2020
Galeri Foto | Advertorial
Follow Us ON :
 
   
Pilihan Editor ⋅ Foto ⋅ Most Popular
 
Terkait Prosedur Lalu Lintas Tumbuhan dan Satwa Liar, Stasiun Karantina Pertanian Karimun Taja FGD
Kamis, 13-02-2020 - 13:15:00 WIB | Dibaca: 3864
Kepala Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Tanjung Balai Karimun, drh. Priyadi saat memberikan sambutan. (Foto: Medialaskar/Sunar)
TERKAIT:
 
  • Terkait Prosedur Lalu Lintas Tumbuhan dan Satwa Liar, Stasiun Karantina Pertanian Karimun Taja FGD
  •  

    Karimun, Medialaskar.com – Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Tanjung Balai Karimun, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menggelar Focus Group Discussion (FGD) dengan tema "Sinergi Pengawasan Lalu Lintas Tumbuhan Satwa Liar dan Langka" yang dibuka oleh Asisten Ekonomi dan Pembangunan Pemkab Karimun, Hurnaini, Kamis (13/2/2020) bertempat di Hotel Aston Karimun.

    Hurnaini dalam pidatonya menyampaikan, Pemkab Karimun menyambut baik adanya kegiatan yang deselenggarakan pihak Karantina Pertanian. "Tentunya, kegiatan ini memberikan pemahaman kepada kita semua, mengenai prosedur lalulintas tumbuhan liar dan satwa langka dan bagaimana melakulan sinergisitas dalam pengawasannya,” ungkap Hurnaini.

    Pada acara yang sama, Kepala Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Tanjung Balai Karimun, drh. Priyadi memaparkan, kegiatan FGD ini dilatarbelakangi maraknya pengiriman tumbuhan satwa liar yang dilalukan oleh sejumlah komunitas seperti komunitas pecinta burung, reptil, bonsai dan lain sebagainya.

    "Ini menjadi tantangan tersendiri di era milenial. Ditambah lagi, perdagangan dari berbagai jenis satwa dan tumbuhan yang dilindungi, juga menjadi fokus perhatian karantina,” sebut Priyadi.

    Dikatakan Priyadi, berdasarkan data IQFAST Karantina Pertanian Karimun, jumlah pengiriman burung pleci kacamata putih pada tahun 2018 sebanyak 10.616 ekor, sedangkan pada tahun 2019 jumlahnya menurun di angka 2.961 ekor.

    Sementara itu, untuk pengiriman tumbuhan jumlahnya lebih sedikit daripada pengiriman burung. Pada tahun 2018, akar pasak bumi jumlahnya 37 kg dan pada tahun 2019 menjadi nihil atau nol.
    Maka, dengan dasar alasan demikian, menjadi penting kegiatan FGD ini diselenggarakan.

    "Selain untuk menjawab berbagai pertanyaan dari para komunitas tentang bagaimana persyaratan pengiriman tumbuhan dan satwa liar dan langka, acara ini juga sebagai langkah untuk mengantisipasi adanya tindak penyelundupan,” ungkap Kepala Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Tanjung Balai Karimun ini.

    Dalam acara ini, tambah Priyadi, pihaknya menghadirkan dua narasumber yaitu, Kepala Bidang Karantina Hewan Hidup, Pusat Karantina Hewan dan Keamanan Hayati Hewani Badan Karantina Pertanian, drh. Anes Doni Kriswito, M.Si dan Kepala Seksi Peredaran TSL, Sub Direktorat Pemanfaatan Jenis Direktorat Konservasi keanekaragaman Hayati, Daniwari Widiyanto, S.Hut, M.Si.

    Dengan dihadirkannya kedua narasumber ini, diharapkan agar pengguna jasa dalam hal ini komunitas pecinta burung, reptil dan tanaman hias dapat mengetahui secara pasti bagaimana prosedur lalu lintas tumbuhan dan satwa liar dan langka.

    “Selama ini mereka hanya melakukan permohonan ke Karantina saja, padahal pemilik juga harus melengkapi dokumen lain di luar Karantina seperti surat angkut tumbuhan dan satwa dalam negeri (SATS-DN) maupun surat angkut tumbuhan dan satwa luar negeri (SATS-LN)," pungkas Priyadi.

    **red/sunar



     
    Berita Lainnya :
  • Terkait Prosedur Lalu Lintas Tumbuhan dan Satwa Liar, Stasiun Karantina Pertanian Karimun Taja FGD
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
     
     
    Terpopuler +
    01 Agar Anda Tahu, Apa Itu Reses Anggota Dewan?
    02 Syahril Topan Maju Pilkada Rekomen PPP, Sekretaris DPD PAN Rohul Bantah ada Perpecahan
    03 Terkesan Sepihak, Perusahaan Angkutan Ferry Naikkan Harga Tiket Hingga 80 Persen
    04 Lanal Tanjungbalai Karimun Musnahkan Hasil Tangkapan Mikol dan Rokok Ilegal
    05 Peredaran Rokok Ilegal di Kota Tanjungpinang Kian Marak, Bea Cukai Tak Berkutik?
    06 Rokok “Kawasan Bebas” Marak Beredar di Karimun
    07 Peredaran Rokok Ilegal Tanpa Cukai di Tanjungpinang Kian Marak, Warga: Merugikan Keuangan Negara
     
     
    Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan
    © 2017 MediaLaskar.com | Gerbang Informasi Anak Negeri, all rights reserved