Kamis, 21 November 2019
Galeri Foto | Advertorial
Follow Us ON :
 
   
Pilihan Editor ⋅ Foto ⋅ Most Popular
 
8 KUB Nelayan Tolak PT Timah Tbk Beroperasi di Blok DU-747 D Perairan Tebing
Minggu, 10-11-2019 - 19:10:00 WIB | Dibaca: 2016
Pengurus Pengurus KUB Nelayan Teluk Uma didampingi Ketua Nelayan Kelurahan Teluk Uma Kecamatan Tebing mendatangi Kantor LSM-AKM Kabupaten Karimun. (Foto: Medialaskar/Sunar)
TERKAIT:
 
  • 8 KUB Nelayan Tolak PT Timah Tbk Beroperasi di Blok DU-747 D Perairan Tebing
  •  

    Karimun, Medialaskar.com - Puluhan nelayan di Teluk Uma, Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) yang tergabung dalam pengurus dan anggota empat Kelompok Usaha Bersama (KUB) Bahtera Indah, KUB Raja Laut, KUB Gogo Merah dan KUB Sahabat secara tegas menolak beroperasinya perusahaan PT Timah Tbk untuk melakukan penambangan pada IUP-DU 747 D di perairan Kecamatan Tebing dan sekitarnya.

    Hal ini diungkapkan Ketua Nelayan Kelurahan Teluk Uma, Zulnaidi alias Jambang, Minggu (10/11/2019) petang tadi di Kantor Sekertariat Lembaga Swadaya Masyarakat Asli Karimun Maju (LSM-AKM ) Kabupaten Karimun.

    Didampingi para pengurus KUB Nelayan, Zulnaidi alias Jambang mengatakan, sampai saat ini tercatat sekitar 91 hingga 100 orang yang pekerjaannya sebagai nelayan tidak menyetujui area tangkapan ikannya dijadikan area tambang oleh PT Timah Tbk.

    "Hasil kesepakatan kita bersama dengan tegas menolak beroperasinya penambangan yang dilakukan pihak PT Timah Tbk di blok IUP-DU 747 D perairan Tebing dan sekitarnya,” sebut Jambang dengan tegas saat didampingi empat pengurus KUB Nelayan Teluk Uma.

    Dikatakan Zulnaidi, selain empat KUB Nelayan Kelurahan Teluk Uma Kecamatan Tebing, penolakan terhadap beroperasinya Kapal-kapal PT. Timah Tbk di zona tangkapan ikan juga dilakukan oleh KUB Nelayan Pongkar dan Pelambung yakni, KUB Awan Biru, KUB Bajak Laut, KUB Munsodo Jaya dan KUB Pantai Selatan.

    Di tempat yang sama, Ketua KUB Bahtera Indah, Edi Yusizar mengatakan, para nelayan yang akan melakukan penolakan terhadap beroperasinya PT. Timah Tbk diblok IUP-DU 747 D perairan Tebing dan sekitarnya ini, adalah nelayan yang terkena dampaknya langsung.

    "Kami semua asli profesi sebagai nelayan, punya sarana kapal pompong dan peralatan tangkap ikan. Mata pencaharian kami semua mencari ikan untuk menafkahi keluarga,” ungkap pengurus KUB Bahtera Indah hampir 20 tahun berprofesi sebagai nelayan ini.

    Ia menyebutkan, di Kecamatan Tebing ini kurang lebih 29 KUB Nelayan. "Tidak semua KUB Nelayan yang terkena imbasnya jika Blok DU-747 D beroperasi. Yang jelas, anggota KUB Nelayan yang di Teluk Uma, Pongkar dan Pelambung yang terkena dampaknya secara langsung,” ungkap Edi.

    Sementara itu, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Asli Karimun Maju (AKM) Kabupaten Karimun, akan menindak lanjuti permasalahan ini hingga tuntas.

    "Atas keluhan nelayan Teluk Uma dan sekitarnya kepada kita selaku LSM, kita akan membuat aduan atau laporan kepada pihak-pihak terkait,” papar Ketua LSM-AKM Kabupaten Karimun, Rahimat.

    Disampaikan Rahimat, pihaknya akan mempersiapkan berkas laporan ini dalam waktu dekat. "Insyaallah, besok kita akan masukan aduan ini kepada yang punya wewenang mengatasi masalah ini. Kita juga sudah siapkan beberapa bukti aduan masyarakat nelayan Teluk Uma ke pihak kita diantaranya, tanda tangan penolakan, video orasi warga nelayan Teluk Uma pada hari Jumat dan beberapa foto dan dokumen penunjang lainya,” pungkas Rahimat.

    **red/sunar



     
    Berita Lainnya :
  • 8 KUB Nelayan Tolak PT Timah Tbk Beroperasi di Blok DU-747 D Perairan Tebing
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
     
     
    Terpopuler +
    01 Terkesan Sepihak, Perusahaan Angkutan Ferry Naikkan Harga Tiket Hingga 80 Persen
    02 Lanal Tanjungbalai Karimun Musnahkan Hasil Tangkapan Mikol dan Rokok Ilegal
    03 Rokok “Kawasan Bebas” Marak Beredar di Karimun
    04 Peredaran Rokok Ilegal di Kota Tanjungpinang Kian Marak, Bea Cukai Tak Berkutik?
    05 Peredaran Rokok Ilegal Tanpa Cukai di Tanjungpinang Kian Marak, Warga: Merugikan Keuangan Negara
    06 Rokok Tanpa Cukai Beredar Bebas di Luar Kawasan FTZ
    07 Peredaran Rokok Ilegal di Kota Tanjungpinang Kian Marak, Aparat Terkait Tutup Mata?
     
     
    Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan
    © 2017 MediaLaskar.com | Gerbang Informasi Anak Negeri, all rights reserved