Rabu, 18 09 2019
Galeri Foto | Advertorial
Follow Us ON :
 
   
Pilihan Editor ⋅ Foto ⋅ Most Popular
 
Pemko Batam Miliki Perda Pemajuan Kebudayaan Melayu
Minggu, 08-09-2019 - 14:10:00 WIB | Dibaca: 952
Foto: Medialaskar/Humas Pemko Batam
TERKAIT:
 
  • Pemko Batam Miliki Perda Pemajuan Kebudayaan Melayu
  •  

    Kota Batam, Medialaskar.com - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) melakukan Sosialisasi Perda Nomor 1 Tahun 2018 Tentang Pemajuan Kebudayaan Melayu, Kamis (5/9/2019) lalu di ruang rapat kantor Disbudpar Kota Batam.

    Sosialisasi yang dipimpin Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata ini diikuti oleh Kasi Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) Kecamatan se-Kota Batam.

    Sosialisasi ini dimaksudkan untuk mempercepat proses pemajuan kebudayaan Melayu di Kota Batam. Ardi mengatakan, sebagai aparatur pemerintah Disbudpar bertugas untuk menyampaikan ke masyarakat hal-hal apa saja yang masuk dalam pemajuan kebudayaan Melayu.

    “Perda ini wajib kita ketahui. Sebagai langkah awal, kita sudah membuat surat edaran. Setelah mengikuti sosialisasi ini diharapkan bapak ibu bisa langsung action karena payung hukum sudah ada sejak setahun lalu,” ujar Ardiwinata dalam sambutannya.

    Disbudpar menurutnya, sudah melakukan action dengan membuat pokok-pokok pikiran kebudayaan daerah. Ada 10 unsur yang tercantum didalam pokok pikiran kebudayaan daerah itu. Diantaranya, sastra lisan, olahraga tradisional dan pertunjukan tradisional. Dari seluruh pasal yang diamanahkan didalam Perda, menurutnya 8 pasal diamanahkan untuk dibuat Perwakonya.

    “Kota Batam harus berbangga karena sudah ada pokok pikiran kebudayaan Melayu. Pokok pikiran ini tidak hanya menyangkut budaya Melayu, bisa juga budaya lainnya yang ada di Batam,” sebut mantan Kabag Humas Setdako Batam ini.

    Melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, tambah Ardi, juga sudah didaftarkan pantun, tari Jogi, Celoteh dan makanan seperti Lendot dan Roti kirai. Dengan didaftarkannya karya-karya tersebut, maka masyarakat Batam sudah memiliki hak mengatakan itu semua milik Batam.

    Hal lain yang menjadi perhatian, misalnya pada saat penampilan tari persembahan atau sekapur sirih. Ardi mengaku miris karena di suatu acara yang digunakan penari sebagai tempat sirih bukan tepak, melainkan kotak tisu.

    “Setelah diamati ada rasa kecewa. Kita pemerintah harus hadir di tengah-tengah pelaku seni ini. Ini perlu kita terapkan betul. Kita sudah punya Perda Pemajuan Kebudayaan Melayu, bukannya maju malah mundur. Sebagai aparatur ini tugas kita, ayo kupas dan pelajari itu semua. Kelihatannya memang kecil tapi sangat berarti,” katanya memotivasi.

    Ardi juga menambahkan, jajarannya siap untuk turun ke pelaku seni yang ada di Batam untuk memberikan informasi yang menyangkut tentang kebudayaan Melayu.

    Sementara itu, Kabid Kebudayaan Disbudpar Kota Batam, M. Zen menambahkan, bahwa Kasi PPM di Kecamatan salah satu corong yang bisa mengingatkan pelaku seni di wilayahnya. Misalnya dengan mengecek pakaian penari yang akan tampil membawakan tarian persembahan. Selain pakaian, isi tepak juga hal utama yang harus menjadi perhatian.

    “Isi tepak itu terdiri dari daun sirih, gambir, kapur sirih, pinang, minimal ini. Selain menggunakan tepak ada juga yang menyusun didalam kuningan namun sudah sulit mendapatkannya. Untuk pakaian penari sudah diatur oleh Lembaga Adat Melayu (LAM) Provinsi Kepri. Seluruh penari terdiri dari perempuan, memakai sanggul, ada penutup sanggulnya, ada bunga goyang, rantai papan, baju kebaya, kain samping dan menggunakan sarung,” katanya menjelaskan pakaian penari .

    **red/rls



     
    Berita Lainnya :
  • Pemko Batam Miliki Perda Pemajuan Kebudayaan Melayu
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
     
     
    Terpopuler +
    01 Terkesan Sepihak, Perusahaan Angkutan Ferry Naikkan Harga Tiket Hingga 80 Persen
    02 Lanal Tanjungbalai Karimun Musnahkan Hasil Tangkapan Mikol dan Rokok Ilegal
    03 Rokok “Kawasan Bebas” Marak Beredar di Karimun
    04 Peredaran Rokok Ilegal di Kota Tanjungpinang Kian Marak, Bea Cukai Tak Berkutik?
    05 Peredaran Rokok Ilegal Tanpa Cukai di Tanjungpinang Kian Marak, Warga: Merugikan Keuangan Negara
    06 Rokok Tanpa Cukai Beredar Bebas di Luar Kawasan FTZ
    07 Peredaran Rokok Ilegal di Kota Tanjungpinang Kian Marak, Aparat Terkait Tutup Mata?
     
     
    Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan
    © 2017 MediaLaskar.com | Gerbang Informasi Anak Negeri, all rights reserved