Kamis, 23 Mei 2019
Galeri Foto | Advertorial
Follow Us ON :
 
   
Pilihan Editor ⋅ Foto ⋅ Most Popular
 
Perusahaan Tambang Tanah Urug di Desa Lebuh Dinilai Abaikan Dana Kompensasi Untuk Nelayan
Rabu, 15-05-2019 - 09:30:00 WIB | Dibaca: 2575
Aktivitas kapal tug boat pengangkut tanah urug milik PT. Tasik Berlian di Desa Lebuh, Kabupaten Karimun. (Foto: Medialaskar/Sunar)
TERKAIT:
 
  • Perusahaan Tambang Tanah Urug di Desa Lebuh Dinilai Abaikan Dana Kompensasi Untuk Nelayan
  •  

    Karimun, Medialaskar.com - Kegiatan usaha tambang galian C berupa tanah urug di Desa Lebuh, Kecamatan Belat, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) diduga tidak menunjukkan perhatian kepada masyarakat, khususnya warga nelayan setempat dengan tidak adanya pemberian dana konpensasi.

    "Selama hampir kurang lebih tiga tahun melakukan aktivitas penambangan, belum ada pemberian dana konpensasi kepada nelayan,” ungkap salah satu warga nelayan RT. 01 RW. 02 Desa Lebuh Kecamatan Belat, yang tidak ingin disebutkan namanya kepada Medialaskar.com, Selasa (14/5/2019) petang kemarin.

    Dia menyebutkan, kegiatan hilir mudik kapal tug boat pengangkut material tanah urug di area tambang itu sangat mengganggu aktivitas para nelayan yang mencari ikan. "Dulu sebelum ada kegiatan penambangan tanah urug ini, hasil tangkapan kami lumayan banyak. Tapi sekarang tangkapan kami berkurang,” ujarnya kesal.

    Selain itu, kata nelayan tersebut, aktivitas kegiatan penambangan ini juga berlangsung hingga malam hari. Bunyi suara mesin dari alat berat sangat mengganggu masyarakat sekitar untuk istirahat di malam hari.

    Untuk itu, dirinya meminta kepada instansi terkait supaya menanggapi dengan serius terkait dampak dari penambangan tanah urug yang ada di Desa Lebuh, khususnya kepada Dinas Perikanan Kabupaten Karimun agar menanggapi permasalahan ini, supaya masyarakat nelayan mendapat haknya yaitu dana konpensasi.

    "Saya selaku warga nelayan tidak meminta lebih dari pihak perusahaan, tapi tolonglah perhatikan hak kami sebagai warga nelayan,” pintanya.

    Diketahui, penambangan tanah urug di Desa Lebuh, Kecamatan Belat ini dikelola oleh perusahaan PT. Tasik Berlian. Pihak perusahaan mengklaim telah mengantongi izin lengkap operasi penambangan.

    **red/sunar



     
    Berita Lainnya :
  • Perusahaan Tambang Tanah Urug di Desa Lebuh Dinilai Abaikan Dana Kompensasi Untuk Nelayan
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
     
     
    Terpopuler +
    01 Terkesan Sepihak, Perusahaan Angkutan Ferry Naikkan Harga Tiket Hingga 80 Persen
    02 Lanal Tanjungbalai Karimun Musnahkan Hasil Tangkapan Mikol dan Rokok Ilegal
    03 Rokok “Kawasan Bebas” Marak Beredar di Karimun
    04 Peredaran Rokok Ilegal di Kota Tanjungpinang Kian Marak, Bea Cukai Tak Berkutik?
    05 Rokok Tanpa Cukai Beredar Bebas di Luar Kawasan FTZ
    06 Rokok Berbagai Merek Tanpa Label Resmi Beredar di Kota Tanjungpinang
    07 Tanpa Pengawasan, Puluhan Kardus Rokok Diduga Ilegal Dibongkar di Jalan Coastal Area
     
     
    Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan
    © 2017 MediaLaskar.com | Gerbang Informasi Anak Negeri, all rights reserved