Selasa, 19 Maret 2019
Galeri Foto | Advertorial
Follow Us ON :
 
   
Pilihan Editor ⋅ Foto ⋅ Most Popular
 
Susah Dapat Ikan, Nelayan Pesisir Gunung Kijang Keluhkan Akvifitas Pendalaman Alur
Jumat, 08-03-2019 - 16:30:00 WIB | Dibaca: 392
Ketua KNTI Tanjungpinang Bintan, Buyung Adly. (Foto: Medialaskar/Alias)
TERKAIT:
 
  • Susah Dapat Ikan, Nelayan Pesisir Gunung Kijang Keluhkan Akvifitas Pendalaman Alur
  •  

    Bintan, Medialaskar.com – Akhir-akhir ini, Nelayan kecil asal pesisir Kecamatan Gunung Kijang Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mengaku sulit mendapatkan ikan. Pasalnya, di kwasan tersebut terdapat aktivitas pendalaman alur.

    Ketua DPD Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI), Buyung Adly menyoroti beberapa hal penyebab sulitnya nelayan mendapatkan ikan, antara lain karena adanya pembuatan jalur kapal menuju PT BAI dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang dan Proyek Gurindam 12 yang dijadikan Jalan Lingkar.

    “Ini membawa dampak bagi masyarakat nelayan yang mencari nafkah untuk keluarganya. Karena nelayan kecil pesisir yang ada di Gunung Kijang dan Tanjungpinang tidak mendapat sumber mata pencaharian lagi,” ungkap Buyung Adli saat berbincang dengan Medialaskar.com, Jumat (8/3/2019).

    Buyung menambahkan, terkait keluhan nelayan tersebut, pihaknya melakukan aksi mendatangi DPRD Kabupaten Bintan dan DPRD Kepri untuk menyampaikan aspirasi agar dicarikan jalan keluar.



    Ditambahkannya, massa mengharapkan agar pemerintah memperhatikan nasib nelayan dan harus ada jalan penyelesaian baik dari pemerintah maupun PT BAI terhadap aspirasi nelayan kecil yang mencari makan dengan memasang bubu, pukat dan tukang sondong.

    Sumber mata pencaharian masyarakat nelayan, sambung Buyung, juga banyak yang hilang lantaran adanya aktivitas pendalam alur oleh PT BAI dan laut yang menjadi lokasi mencari ikan dan udang sulit didapat.

    “Kita mau daerah kita ini ada pembagunan, tapi tolong diperhatikan nasib nelayan kecil ini. Kami meminta kepada DPRD dan dan Gubernur Kepri untuk turun ke lapangan. Bila perlu turunkan tim termasuk dinas terkait yang ada Kepri. Jangan hanya duduk manis di kantor, tapi lihat kondisi masyarakat nelayan kecil yang kesulitan akibat adanya perusahan di lokasi sumber mata pencarian nelayan,” katanya.

    Buyung juga menjelakan, nelayan ini juga meminta agar gubernur mengambil tindakan tegas kepada PT BAI atas dampak lingkungan yang terjadi saat ini.

    “Karena di laut ini mata pencarian nelayan kecil dan saya juga berpesan kepada pemerintah, measih ada nelayan kecil di Kecamatan Gunung Kijang,” pungkas Buyung.

    **red/alias



     
    Berita Lainnya :
  • Susah Dapat Ikan, Nelayan Pesisir Gunung Kijang Keluhkan Akvifitas Pendalaman Alur
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
     
     
    Terpopuler +
    01 Terkesan Sepihak, Perusahaan Angkutan Ferry Naikkan Harga Tiket Hingga 80 Persen
    02 Lanal Tanjungbalai Karimun Musnahkan Hasil Tangkapan Mikol dan Rokok Ilegal
    03 Rokok “Kawasan Bebas” Marak Beredar di Karimun
    04 Peredaran Rokok Ilegal di Kota Tanjungpinang Kian Marak, Bea Cukai Tak Berkutik?
    05 Rokok Tanpa Cukai Beredar Bebas di Luar Kawasan FTZ
    06 Rokok Berbagai Merek Tanpa Label Resmi Beredar di Kota Tanjungpinang
    07 Tanpa Pengawasan, Puluhan Kardus Rokok Diduga Ilegal Dibongkar di Jalan Coastal Area
     
     
    Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan
    © 2017 MediaLaskar.com | Gerbang Informasi Anak Negeri, all rights reserved