Sabtu, 20 April 2019
Galeri Foto | Advertorial
Follow Us ON :
 
   
Pilihan Editor ⋅ Foto ⋅ Most Popular
 
Proyek Pembangunan Program PISEW di Kundur Utara Diduga Bermasalah
Kamis, 07-02-2019 - 20:00:00 WIB | Dibaca: 3415
Proyek program PISEW tentang pembangunan kios para pedagang diduga menelan anggaran hingga ratusan juta rupiah. (Foto: Medialaskar/Sunar)
TERKAIT:
 
  • Proyek Pembangunan Program PISEW di Kundur Utara Diduga Bermasalah
  •  

    Karimun, Medialaskar.com - Program Pembangunan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW) untuk pengerjaan pembangunan penimbunan jalan, jembatan dan gorong gorong serta pembangunan kios-kios permanen untuk para pedagang tahun anggaran 2018 di Kecamatan Kundur Utara, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) diduga bermasalah.

    Pasalnya, pembangun proyek program PISEW yang dibiayai langsung oleh APBN tahun anggaran 2018 lalu sebesar Rp600 juta itu diduga pembuatannya asal-asalan yang penting jadi oleh pihak pengelola Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD). Hal ini tentu tidak sesuai dengan harapan masyarakat sekitar.

    Hal itu diungkapkan Ketua Investigasi dan Intelijent Lembaga Reclassering Indonesi (LRI) Korwil Propinsi Kepri, R. Harry, Kamis (7/2/2019).

    Selain menyoroti proyek pembangunan penimbunan jalan baru di Desa Sungai Ungar Utara, Kecamatan Kundur Utara. R. Harry lebih menyoroti pembangunan pasar berupa kios-kios untuk para pedagang. Pembangunan kios-kios ini diduga asal jadi oleh pihak pengelola.

    "Dalam ketentuannya, pembangunan kios-kios para pedagang ini seharusnya dibuat permanen. Bukan seperti tempat parkir,” kata Harry.

    Pihaknya, kata Harry, juga akan terus menindak lanjuti permasalahan proyek program PISEW yang diduga bermasalah ini. "Tentunya sesuai dengan bahan keterangan dan data serta foto yang sudah kita dapatkan sebagai bahan laporan,” kata Ketua Investigasi dan Intelijent LRI ini.

    Kepala Desa Sungai Ungar Utara, Kecamatan Kundur Utara, Zaini mengungkapkan kekecewaannya atas pembangunan kios tersebut, karena tidak sesuai dengan ketentuan yang telah disepakati pihak pengelola dalam hal ini Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD).

    " Pengerjaan kios-kios itu seharusnya dibangun secara permanend an ukurannya pun seharusnya 3 x4 meter,” ungkap Zaini.

    Salah satu pemborong pekerjaan tersebut ketika dikonfirmasi wartawan media ini, justru mengaku tidak tahu. "Saya hanya pemasok material bangunan saja pak,” ujar Lolik ketika dihubungi via ponselnya beberapa waktu yang lalu.

    **red/sunar



     
    Berita Lainnya :
  • Proyek Pembangunan Program PISEW di Kundur Utara Diduga Bermasalah
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
     
     
    Terpopuler +
    01 Terkesan Sepihak, Perusahaan Angkutan Ferry Naikkan Harga Tiket Hingga 80 Persen
    02 Lanal Tanjungbalai Karimun Musnahkan Hasil Tangkapan Mikol dan Rokok Ilegal
    03 Rokok “Kawasan Bebas” Marak Beredar di Karimun
    04 Peredaran Rokok Ilegal di Kota Tanjungpinang Kian Marak, Bea Cukai Tak Berkutik?
    05 Rokok Tanpa Cukai Beredar Bebas di Luar Kawasan FTZ
    06 Rokok Berbagai Merek Tanpa Label Resmi Beredar di Kota Tanjungpinang
    07 Tanpa Pengawasan, Puluhan Kardus Rokok Diduga Ilegal Dibongkar di Jalan Coastal Area
     
     
    Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan
    © 2017 MediaLaskar.com | Gerbang Informasi Anak Negeri, all rights reserved