Kamis, 13 08 2020
Galeri Foto | Advertorial
Follow Us ON :
 
   
Pilihan Editor ⋅ Foto ⋅ Most Popular
 
Luas Lahan Tanaman Gambir di Pessel Terus Meningkat
Minggu, 14-01-2018 - 16:05:20 WIB | Dibaca: 31618
foto: int

TERKAIT:
 
 

Pessel | Medialaskar.com - Kabupaten Pesisir Selatan memiliki potensi pertanian yang sangat besar. Banyak komoditi di daerah ini bisa tumbuh subur dan mampu menopang ekonomi masyarakat, diantaranya tanaman gambir, sawit, karet, pala dan komoditi lainnya. Dan komoditi ini menciptakan perputaran uang mencapai milyaran di tengah masyarakat.

Seperti perputaran uang di kalangan petani gambir Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat diperkirakan mencapai Rp237,9 miliar sepanjang 2017 jika harga gambir rata-rata Rp35 ribu per kilogram. Padahal harga gambir pernah mencapai Rp135 ribu.

"Itu jika Rp35 ribu per kilogram, namun harga gambir pernah mencapai Rp135 ribu per kilogram selama beberapa pekan pada 2017," kata Kepala Bidang Perkebunan, Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Pesisir Selatan, Andi Masri, Sabtu (13/1/2018) kemarin di Painan.

Menurutnya, harga gambir tidak bisa dipastikan, pada waktu tertentu bisa anjlok dan pada waktu tertentu juga bisa meroket. Ketika harga anjlok petani banyak beralih profesi dan menganti tanaman baru yang lebih menghasilkan seperti palawija.

"Jika harga gambir Rp20 ribu saja per kilogram, petani masih bisa bernafas lega karena dipastikan masih untung, namun sepanjang 2017 tidak pernah gambir dihargai Rp20 ribu per kilogram," tambahnya.

Komoditi gambir banyak tumbuh tersebar di beberapa kecamatan, diantaranya Kecamatan Koto XI Tarusan, Bayang, IV Jurai, Batang Kapas, Sutera, Lengayang dan Ranah IV Hulu Tapan .  Bahkan beberapa kecamatan yang sebelumnya belum ada komoditi ini mulai tertarik dengan komoditi ini seperti Kecamatan Linggo Sari Baganti.

Dijelaskannya, luas lahan gambir secara keseluruhan di Kabupaten Psisir Selatan mencapai 14.313 hektare dengan total produksi 2017 sebanyak 6.798,6 ton dan pada tahun 2018 luas lahan gambir akan diperluas dan total produksi ditingkatkan guna meningkatkan perekonomian petani gambir Pessel.

Sementara itu, salah seorang pedagang pengumpul komoditas gambir asal Kecamatan Sutera menyebutkan, harga gambir saat ini berada pada rentang Rp35 ribu sampai Rp40 ribu per kilogram. Harga ini tergantung kondisi, jika kondisi gambir agar kering harganya lebih mahal namun jika agak lembek harganya agak murah, tergantung kadar airnya.

"Pembelian gambir ke petani ditentukan dari harga yang dipatok oleh pedagang besar di Kota Padang," ujarnya.

**red/kel/pps




 
Berita Lainnya :
  • Luas Lahan Tanaman Gambir di Pessel Terus Meningkat
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
     
     
    Terpopuler +
    01 Agar Anda Tahu, Apa Itu Reses Anggota Dewan?
    02 Terkesan Sepihak, Perusahaan Angkutan Ferry Naikkan Harga Tiket Hingga 80 Persen
    03 Lanal Tanjungbalai Karimun Musnahkan Hasil Tangkapan Mikol dan Rokok Ilegal
    04 Peredaran Rokok Ilegal di Kota Tanjungpinang Kian Marak, Bea Cukai Tak Berkutik?
    05 Rokok “Kawasan Bebas” Marak Beredar di Karimun
    06 Peredaran Rokok Ilegal Tanpa Cukai di Tanjungpinang Kian Marak, Warga: Merugikan Keuangan Negara
    07 Rokok Tanpa Cukai Beredar Bebas di Luar Kawasan FTZ
     
     
    Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan
    © 2017 MediaLaskar.com | Gerbang Informasi Anak Negeri, all rights reserved