Jum'at, 14 08 2020
Galeri Foto | Advertorial
Follow Us ON :
 
   
Pilihan Editor ⋅ Foto ⋅ Most Popular
 
Penerbangan Tujuan BIM Diminta Dihentikan, Jalur Masuk Sumbar Diperketat
Minggu, 22-03-2020 - 16:54:12 WIB | Dibaca: 5336

TERKAIT:
 
  • Penerbangan Tujuan BIM Diminta Dihentikan, Jalur Masuk Sumbar Diperketat
  •  

    Sumbar,Medialaskar.com- Aktifitas di Bandara Internasional Minangkabau ini diminta untuk hentikan sementara. Hal ini sebagai upaya pencegahannya virus corona. Permintaan, disampaikan oleh Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Barat (Sumbar).

    “Atas nama Pemkot Padang, maka saya mendorong Pemprov Sumbar menutup sementara pada Bandara Internasional Minangkabau (BIM), agar penyebaran COVID-19 bisa ditekan,” ujar Mahyeldi di Padang, usai rapat penanganan virus corona dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Padang.

    Menurut dia, penghentian sementara penerbangan di bandara yang terletak di Padang Pariaman akan efektif menekan penyebaran corona, seperti yang terjadi di Malaysia. Selain itu, Pemprov Sumbar juga perlu memperketat jalur masuk daerah atau kabupaten/kota yang berada di perbatasan dengan provinsi lain.

    “Saya dengar, daerah-daerah yang perbatasan dengan Sumatera Barat sudah ada yang positif corona seperti Provinsi Kepulauan Riau dan Sumut. Oleh sebab itu, daerah perbatasan harus diantisipasi,” ujarnya.

    Selanjutnya, Pemerintah Kota Padang juga tengah mengupayakan sarana dan prasarana rumah sakit menangani COVID-19 mulai dari mengupayakan membeli Alat Pelindung Diri (APD) bagi dokter dan perawat, alat pendeteksi virus corona bernama VereCoV Detection Kit, alat pendeteksi suhu tubuh, cairan disinfektan dan hand sanitizer.

    “Di Padang sudah ada empat rumah sakit yang siap menampung pasien COVID-19 yakni Rumah Sakit Unand, Semen Padang Hospital (SPH), RSUP M. Djamil dan RSUD dr. Rasidin. Yang perlu disiapkan seperti APD lebih kurang 1.000 unit. Kemudian alat untuk pendeteksi COVID-19 seharga Rp1,3 miliar dan bahan untuk membuat cairan disinfektan,” katanya.

    Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang Feri Mulyani menyebutkan, pihak sudah meluncurkan alur pelaporan mandiri terkait COVID-19 yang dapat diakses melalui web www.dinkespadang.go.id.

    Feri menyebutkan hingga 20 Maret 2020 di Padang terdapat 472 warga Padang berstatus pelaku perjalanan dari daerah terjangkit, selesai dipantau 71 orang, masih dipantai 401 orang dan orang dalam pengawasan 21 orang. 

    **red/rul



     
    Berita Lainnya :
  • Penerbangan Tujuan BIM Diminta Dihentikan, Jalur Masuk Sumbar Diperketat
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
     
     
    Terpopuler +
    01 Agar Anda Tahu, Apa Itu Reses Anggota Dewan?
    02 Terkesan Sepihak, Perusahaan Angkutan Ferry Naikkan Harga Tiket Hingga 80 Persen
    03 Lanal Tanjungbalai Karimun Musnahkan Hasil Tangkapan Mikol dan Rokok Ilegal
    04 Peredaran Rokok Ilegal di Kota Tanjungpinang Kian Marak, Bea Cukai Tak Berkutik?
    05 Rokok “Kawasan Bebas” Marak Beredar di Karimun
    06 Peredaran Rokok Ilegal Tanpa Cukai di Tanjungpinang Kian Marak, Warga: Merugikan Keuangan Negara
    07 Rokok Tanpa Cukai Beredar Bebas di Luar Kawasan FTZ
     
     
    Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan
    © 2017 MediaLaskar.com | Gerbang Informasi Anak Negeri, all rights reserved