Sabtu, 19 Oktober 2019
Galeri Foto | Advertorial
Follow Us ON :
 
   
Pilihan Editor ⋅ Foto ⋅ Most Popular
 
Minyak Goreng Curah Dilarang Beredar, dan Pedagang Gorengan Naikkan Harga
Senin, 07-10-2019 - 09:01:36 WIB | Dibaca: 1261
TERKAIT:
 
  • Minyak Goreng Curah Dilarang Beredar, dan Pedagang Gorengan Naikkan Harga
  •  

    Jakarta, Medialaskar.com - Pemerintah saat ini mengeluarkan kebijakan dan menetapkan larangan, penggunaan minyak goreng curah. Hal itu, intruksi di Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI.

    Seperti yang dirilis sebelumnya Enggartiasto Lukita menegaskanya, mulai 1 Januari 2020 minyak goreng curah, tidak boleh beredar di pasaran. Alasannya, karena minyak goreng curah dianggap tidak sehat dan higienis.

    Sejauh ini, respon paling keras datang dari pedagang gorengan. Pasalnya, bila kebijakan itu benar-benar diterapkan, modal para pedagang untuk berjualan gorengan dipastikan akan semakin besar. Sebab, harga jual minyak goreng kemasan memang lebih mahal dibanding minyak goreng curah di pasaran. Karena itu, ada pedagang yang mengaku akan menaikkan harga jual gorengannya.

    Dilansir detik, Minggu 6 Oktober 2019, hal itu diungkapkan Sumaryono, salah seorang pedagang gorengan di Jakarta. Ia mengaku merasa keberatan dengan rencana pemerintah tersebut. Lantaran selama ini ia merasa terbantu dengan keberadaan minyak curah.

    "Kalau pakai minyak kemasan, saya harus naikkan harga jualan," lontarnya.Dikatakan, dalam sehari, ia bisa menghabiskan minyak curah rata-rata sebanyak 2 liter untuk memenuhi kebutuhan jualannya. Dengan minyak curah yang dibelinya seharga Rp10.000 per liter, Sumaryono menjual gorengannya Rp1.000 per buah.

    Sejauh ini, ia mengaku tidak pernah menerima komplain dari pembeli, karena menggunakan minyak goreng curah.Jika harus memakai minyak goreng kemasan, mau tak mau ia harus menaikkan harga dagangan. Namun di satu sisi, ia juga takut pelanggannya akan berpindah hati ke pedagang gorengan lain."Harganya pasti nggak Rp1.000 lagi. Tapi takutnya pada nggak mau," ujarnya lagi.

    Namun respon berbeda datang pedagang gorengan lainnya, Umar. Meski mengaku belum mendengar kabar itu, ia mengaku tak ambil pusing. Lantaran selama ini ia mengaku berdagang dengan menggunakan minyak kemasan. Namun kepada detik, ia tidak mengungkapkan berapa harga jual gorengannya kepada pembeli.

    "Nggak tau. Saya pakai minyak kemasan. Kalau nggak ada ya pakai yang ada saja lah," ujarnya. Sebelumnya, untuk harga minyak goreng kemasan, kabarnya akan dijual dengan harga Rp11.000 per liter, sesuai dengan harga eceran tertinggi.

    **red/rul



     
    Berita Lainnya :
  • Minyak Goreng Curah Dilarang Beredar, dan Pedagang Gorengan Naikkan Harga
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
     
     
    Terpopuler +
    01 Terkesan Sepihak, Perusahaan Angkutan Ferry Naikkan Harga Tiket Hingga 80 Persen
    02 Lanal Tanjungbalai Karimun Musnahkan Hasil Tangkapan Mikol dan Rokok Ilegal
    03 Rokok “Kawasan Bebas” Marak Beredar di Karimun
    04 Peredaran Rokok Ilegal di Kota Tanjungpinang Kian Marak, Bea Cukai Tak Berkutik?
    05 Peredaran Rokok Ilegal Tanpa Cukai di Tanjungpinang Kian Marak, Warga: Merugikan Keuangan Negara
    06 Rokok Tanpa Cukai Beredar Bebas di Luar Kawasan FTZ
    07 Peredaran Rokok Ilegal di Kota Tanjungpinang Kian Marak, Aparat Terkait Tutup Mata?
     
     
    Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan
    © 2017 MediaLaskar.com | Gerbang Informasi Anak Negeri, all rights reserved