Sabtu, 20 April 2019
Galeri Foto | Advertorial
Follow Us ON :
 
   
Pilihan Editor ⋅ Foto ⋅ Most Popular
 
Debat ke-4 Capres: Jokowi Pamer Radar, Prabowo Kritik Lemahnya Pertahanan RI
Sabtu, 30-03-2019 - 22:30:00 WIB | Dibaca: 952
Foto: Medialaskar/int
TERKAIT:
 
  • Debat ke-4 Capres: Jokowi Pamer Radar, Prabowo Kritik Lemahnya Pertahanan RI
  •  

    Jakarta, Medialaskar.com Calon Presiden Petahana Joko Widodo menegaskan, bahwa gelar pasukan terintegrasi sebagai hal penting untuk menjaga wilayah Indonesia. Dengan menyebar pasukan terintegrasi di titik-titik terluar, Jokowi mengatakan seluruh jengkal Tanah Air terjaga.

    "Penting sekali gelar pasukan terintegrasi, artinya kita tidak Jawasentris," ujar Jokowi dalam debat pilpres keempat, Sabtu (30/3/2019) malam ini.

    Capres nomor urut 01 itu menjabarkan, dirinya sudah memerintahkan kepada Menteri Pertahanan dan Panglima TNI membangun satuan baru di tubuh militer di sejumlah daerah seperti Divisi III Kostrad di Gowa, Komando Angkatan Udara di Biak dan Komando Angkatan Laut di Sorong.

    Jokowi juga menambahkan, pemerintahannya telah menggelar pasukan di Natuna, Morotai, Saumlaki dan Biak.

    "Apa yang kita harapkan dari gelar pasukan ini? Artinya titik-titik pinggir yang ada di negara ini semua terjaga," imbuhnya.

    Tak lupa sang petahana memamerkan kepemilikan 11 titik radar udara dan 11 titik radar maritim yang sudah terkoneksi.

    "Saya optimis dengan penguasaan radar udara, radar maritim yang sudah 100 persen, siapa pun yang masuk ke terotori akan kita ketahui, akan ketahuan," pungkasnya.

    Mendengar penjabaran itu, Prabowo tidak terlalu terkesan. Prabowo menyinggung anggaran pertahanan Indonesia masih terlalu kecil. Ia membandingkan rasio anggaran pertahanan dengan produk domestik bruto (PDB) sampai di Indonesia terlalu kecil dari Singapura.

    "Rp107 triliun itu 5 persen dari APBN; 0,8 persen dari GDP kita, Singapura itu anggaran pertahanan 30 persen dari APBN, 3 persen dari GDP," ucap Prabowo.

    Prabowo meyakini kekuatan pertahanan Indonesia saat ini masih lemah. Salah satu alasan yang ia ungkap di panggung debat adalah minimnya uang negara untuk membiayai keperluan pertahanan.

    "Jadi masalah pertahanan keamanan ini saya kira, maaf Pak Jokowi mungkin dapat briefing yang kurang tepat," pungkasnya.

    sumber: cnnindonesia



     
    Berita Lainnya :
  • Debat ke-4 Capres: Jokowi Pamer Radar, Prabowo Kritik Lemahnya Pertahanan RI
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
     
     
    Terpopuler +
    01 Terkesan Sepihak, Perusahaan Angkutan Ferry Naikkan Harga Tiket Hingga 80 Persen
    02 Lanal Tanjungbalai Karimun Musnahkan Hasil Tangkapan Mikol dan Rokok Ilegal
    03 Rokok “Kawasan Bebas” Marak Beredar di Karimun
    04 Peredaran Rokok Ilegal di Kota Tanjungpinang Kian Marak, Bea Cukai Tak Berkutik?
    05 Rokok Tanpa Cukai Beredar Bebas di Luar Kawasan FTZ
    06 Rokok Berbagai Merek Tanpa Label Resmi Beredar di Kota Tanjungpinang
    07 Tanpa Pengawasan, Puluhan Kardus Rokok Diduga Ilegal Dibongkar di Jalan Coastal Area
     
     
    Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan
    © 2017 MediaLaskar.com | Gerbang Informasi Anak Negeri, all rights reserved