Sabtu, 19 Oktober 2019
Galeri Foto | Advertorial
Follow Us ON :
 
   
Pilihan Editor ⋅ Foto ⋅ Most Popular
 
ADVERTORIAL DPRD PROVINSI RIAU
Terkait Dampak Limbah Chevron, Komisi IV DPRD Riau Lakukan Kunjungan Insidentil ke Tahura SSH
Rabu, 15-05-2019 - 17:30:00 WIB | Dibaca: 7392
Hearing Komisi IV DPRD Riau dengan PT Chevron diikuti instansi terkait. (Foto: Medialaskar/Rul)
TERKAIT:
 
  • Terkait Dampak Limbah Chevron, Komisi IV DPRD Riau Lakukan Kunjungan Insidentil ke Tahura SSH
  •  

    Pekanbaru, Medialaskar.com - Ada laporan dari masyarakat diterima DPRD Riau terkait dugaan limbah milik PT Chevron di kawasan hutan lindung Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Syarif Hasyim (SSH). Dan itu disikapi Komisi IV dengan melakukan hearing, Kamis (9/5/2019) lalu dengan perusahaan multi nasional tersebut.

    Namun, dari hearing untuk menggali informasi tersebut, berlanjut dengan aksi turun ke lapangan atau Kunjungan Insidentil dilakukan Komisi IV DPRD Riau dengan melihat langsung adanya dugaan pencemaraan di lingkungan tersebut. Komisi IV DPRD turun ke lokasi hutan lindung Tahura SSH itu, Rabu (15/5/2019).

    Dalam kunjungan insidentil tersebut, dari anggota Komisi IV DPRD tampak turut diikuti oleh Asri Auzar, Yurjani Moga, Masgaul, Syamsurizal dan Manahara Manurung. Kunjungan langsung ke lokasi tersebut bertujuan ingin melihat langsung dampak cipratan limbah milik PT Chevron di lokasi Tahura ini.

    Kunjungan insidentil dari Komisi IV DPRD ini ke lokasi aliran sungai di sekitar Tahura SSH yang terdampak limbah diduga B-3 tersebut, dijamu langsung Manager Coporate Communications PT Chevron, Sonita. "Untuk diketahui, kita ada melakukan hearing PT Chevron terkait limbah," sebut Asri Auzar.


    Komisi IV DPRD Riau melakukan Kunjungan Insidentil ke hutan lindung Tahura SSH yang terpapar limbah milik PT Chevron

    Tetapi, untuk kejelasan perkara sebenarnya, ungkap anggota Komisi IV DPRD ini, dilanjutkan dengan turun langsung ke lapangan. Didapat hasilnya adalah benar ada limbah seperti dilaporkan masyarakat. Asri menyampaikan, limbah di lokasi Tahura SSH mengkhawatirkan, mengotori area pelatihan gajah.

    Asri juga memaparkan, hasil tinjauan Komisi IV DPRD ke lokasi mendapati ada hamparan limbah di parit-parit dan sungai di sekitar Tahura SSH. "Kita mendapati hal itu (limbah) di lokasi dan itu sudah coba ditutupi dengan terburu-buru sedalam 20 cm. Ini disesalkan SOP dari PT Chevron," ujarnya.

    Melihat kondisi tersebut di lapangan, disesalkan ada dampak cipratan limbah B-3 milik PT Chevron di lokasi aliran sungai di sekitar Tahura SSH. Bahkan sebutnya, penanganan limbah itu tidak sesuai SOP. Maka, dalam hal ini disikapi Komisi IV DPRD, minta DLHK melakukan uji laboratorium.

    Politisi Demokrat ini menambahkan, adanya penceraman tersebut diakui limbah miliknya PT Chevron. Memang dikatakan mereka, itu bukan limbah B-3, namun, sungai di Tahura SSH terdampak pencemaran sepanjang 2,4 kilometer berlokasi konservasi hutan lindung daerah Minas, Kabupaten Siak.

    Pada kesempatan itu, Asri juga mengatakan, diketahui perusahaan yang bergerak di sektor Migas ini akan diputus kontrak tahun 2021. Karena itu sambungnya, diminta kepada perusahaan penghasil minyak tersebut tak meninggalkan sejumlah persoalan, sebelum berakhir masa kontrak pengelolaanya di Riau.

    "Kita tidak mau, disaat mereka habis kontrak dengan Riau, banyak persoalan ditinggalkan. Hal ini tentunya, dapat menguras APBD juga APBN, dalam perbaiki kerusakan lingkungan, Ini yang tidak kita inginkan. Makanya kepada PT Chevron, diminta komitmen membersihkan lahan yang tercemar," katanya.


    Gedung DPRD Riau di Jalan Sudirman, Pekanbaru

    Sementara itu di lokasi sebagaimana disampaikan General Manager PGPA PT Chevron Sukamto melalui Sonita Poernomo bahwa pihaknya menyambut baik kunjungan Komisi IV DPRD tersebut. Manager Corporate Communications ini pun menyebutkan, pekerjaan lapangan di Tahura SSH yang meliputi identifikasi.

    "PT Chevron, dalam hal pekerjaan lapangan ini, meliputi identifikasi dan serta pekerjaan pendahuluan mencegah meluasnya di area yang terpapar. Tanah terpapar dimasukkan dalam kantong khusus dan akan dibawa ke fasilitas pengelolaan berizin yang sudah disetujui pihak terkait," paparnya Sonita.

    Lebih lanjut diterangkannya, bagaimana hal pekerjaan di lokasi tersebut dijalankan yang dengan tetap memperhatikan kelestarian ekosistemnya. Kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan arahan dan persetujuan Direktorat Jenderal di Konservasi Sumber Daya Alam Ekosistem (KSDAE) dari Kementrian LHK.

    Selain itu, sambungnya, juga ada dukungan dari Direktorat Jenderal Pengelolaanya Sampah, Limbah B3 (PSLB3) KLHK, serta Dinas LHK  Provinsi Riau, UPT KPHP Minas Tahura dan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau. Artinya, inikan sebut Sonita, ada pihak yang memantaunya.

    "Intinya, keselamatan dan juga perlindungan terhadap manusia maupun lingkungan yang ada di Provinsi Riau, merupakan prioritas utama kami. Makanya, sebagai kontraktor Pemerintah Indonesia, kami segera melaksanakan program pemulihannya terhadap tanah terpapar limbah seperti di Blok Rokan," ujarnya.

    **red/rul/adv humas dprd riau



     
    Berita Lainnya :
  • Terkait Dampak Limbah Chevron, Komisi IV DPRD Riau Lakukan Kunjungan Insidentil ke Tahura SSH
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
     
     
    Terpopuler +
    01 Terkesan Sepihak, Perusahaan Angkutan Ferry Naikkan Harga Tiket Hingga 80 Persen
    02 Lanal Tanjungbalai Karimun Musnahkan Hasil Tangkapan Mikol dan Rokok Ilegal
    03 Rokok “Kawasan Bebas” Marak Beredar di Karimun
    04 Peredaran Rokok Ilegal di Kota Tanjungpinang Kian Marak, Bea Cukai Tak Berkutik?
    05 Peredaran Rokok Ilegal Tanpa Cukai di Tanjungpinang Kian Marak, Warga: Merugikan Keuangan Negara
    06 Rokok Tanpa Cukai Beredar Bebas di Luar Kawasan FTZ
    07 Peredaran Rokok Ilegal di Kota Tanjungpinang Kian Marak, Aparat Terkait Tutup Mata?
     
     
    Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan
    © 2017 MediaLaskar.com | Gerbang Informasi Anak Negeri, all rights reserved