Sabtu, 20 April 2019
Galeri Foto | Advertorial
Follow Us ON :
 
   
Pilihan Editor ⋅ Foto ⋅ Most Popular
 
ADVERTORIAL DPRD PROVINSI RIAU
DPRD Riau Gelar Rapat Paripurna Penyampaian Visi dan Misi Gubri dan Wagubri Periode 2019-2024
Senin, 11-03-2019 - 17:00:00 WIB | Dibaca: 1624
Foto: Medialaskar/Rul
TERKAIT:
 
  • DPRD Riau Gelar Rapat Paripurna Penyampaian Visi dan Misi Gubri dan Wagubri Periode 2019-2024
  •  

    Pekanbaru, Medialaskar.com - Sesuai dengan yang sudah diagendakan, DPRD Provinsi Riau menggelar Rapat Paripurna Penyampaian Visi dan Misi Gubernur dan Wakil Gubernur Periode 2019-2024. Agenda ini, berlangsung pada tanggal 11 Maret 2019, dipimpin Ketua DPRD Riau Hj Septina Primawati dan didamping koleganya H Sunaryo.

    Sementara itu pihak esksekutif dipimpin oleh Gubernur Syamsuar MSi dan Wakil Gubernur  Edy Natar Nasution. Agenda rapat paripurna tersebut dihadiri Forkopimda Riau, dan para undangan lainya. Setelah pembukaan, maka Gubernur Syamsuar dipersila paparkan akan visi dan misi. Suasana paripurna jadi hening, mendengarkan paparan tersebut.

    Dalam penyampaian visi misi, Gubernur Riau Syamsuar menjelaskan, bahwa periode 2019 - 2024 ini, merupakan keempat atau terakhir pelaksanaan dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) di Provinsi Riau 2005-2025.“Sehubungan dengan hal ini untuk keberlangsunganya dan keberlanjutan pembangunan daerah," katanya.



    Dijelaskannya, periode ini akan melanjutkan tingkatkan program pembangunan pro pada masyarakat telah dirintis oleh pendahulu. Ini akan terus melakukan pembenahan dan juga penyelesaiaanya. Namun ungkap Syamsuar,  dalam pidatonya ini, mengatakan, di Provinsi Riau diketahui banyak permasalahan ditemui dalam halnya pembangunan ini.

    "Diantaranya, terdapat kesenjangan kualitas Sumber Daya Manusia diantara Kabupaten/Kota se Provinsi Riau diukur dari pencapaian IPM. Rendahnya Kualitas Infrastruktur Dasar bagi Masyarakat. Indek Kualitas Lingkungan Hidup Masih Rendah. Masih tinggi abrasi, di wilayah pesisir, dan sungai. Persoalan tapal batas belum selesai," sebutnya.

    Selain itu ujarnya, rendahnya pertumbuhan ekonomi dan pertumbuhan ekonomi Provinsi Riau periode 2011-2017 mengalami penurunan.Masih tingginya tingkat Kemiskinan dan pengangguran. Tingkat kemiskinan Provinsi Riau masih di atas 5% yaitu 7,41% atau 514.620 jiwa penduduk Riau berada di bawah garis kemiskinan dan jumlah persentase miskin tinggi terdapat pada sub sektor perkebunan.

    Masih Rendahnya Ketahanan Pangan Daerah. Belum optimalnya upaya pengembangan potensi pangan lokal dalam mendukung ketahanan pangan, hal tersebut dapat dilihat dari produksi beras Provinsi Riau tahun 2013-2017 menurun sebesar 3,65 persen per tahun. Di sisi lain, kebutuhan konsumsi beras penduduk Riau dari tahun 2013- 2017 tumbuh 1,38 persen per tahun.

    Kemudian rendahnya Pengelolaan Potensi Budaya Melayu dan Pariwisata. Masih belum optimalnya pelestarian budaya khususnya budaya melayu. Hal ini dapat dilihat dari masih rendahnya jumlah karya seni budaya yang direvitalisasi dan dinventarisasi.

    “Selanjutnya, masih rendahnya kinerja ASN dan pelayanan publik. Pemasalahan Kepagawaian di Provinsi Riau saat ini adalah menyangkut pada masih belum optimalnya manajemen pelayanan ASN dan pembinaan ASN,” ujar Syamsuar.



    Sementara untuk pencapaian pada masing-masing misi tersebut, diperlukan strategi dan arah kebijakan pemerintah. Yaitu meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia yang Beriman dan Berdaya Saing.Meningkatkan aksesibiltas masyarakat terhadap pelayanan kesehatan dengan meningkatkan pelayanan dasar kesehatan terutama masyarakat miskin dan kurang mampu, menyediakan dan meningkatkan mutu sarana dan prasarana kesehatan serta meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.

    Meningkatkan daya saing produk dan jasa koperasi dan UMKM dengan meningkatkan jumlah SDM berkualitas, meningkatkan kualitas kelembagaan koperasi dan UMKM, Meningkatkan akses dan perluasan pembiayaan koperasi dan UMKM, Meningkatkan nilai tambah produk dan jangkauan pemasaran produk dan jasa koperasi dan UMKM.

    Meningkatkan kapasitas kelembagaan dan masyarakat desa, dengan upaya meningkatkan kapasitas aparatur pemerintah desa dan peran BUMDES dalam pengelolaan usaha desa.

    “Mewujudkan sumberdaya manusia yang beriman, dengan arah kebijakan yakni dengan meningkatkan pemahaman dan pengamalan agama dalam kehidupan masyarakat. Membangun sarana dan prasarana keagamaan, seperti Al-quran Center, Madrasah dan Pondok Pesantren,” terang Syamsuar.



    Sementara itu, Ketua DPRD Riau Hj Septina Primawati mengatakan, paripurna yang dilaksanakan hari ini sangat menomental, karena pertemuan ini sangat strategis antara Pemprov Riau dengan DPRD Riau untuk menggandeng kesepahaman, setelah Pilkada berakhir.

    “Sekarang kita akan mendengarkan pemaparan visi misi gubernur terpilih periode 2019-2024. Sehingga kita bisa mengetahui secara bersama sama tentang visi dan misi tersebut yang akan dilaksanakan oleh kepala daerah kedepan,” kata Septina diawal sambutannya saat membuka agenda rapat paripurna.

    **red/adv humas dprd riau



     
    Berita Lainnya :
  • DPRD Riau Gelar Rapat Paripurna Penyampaian Visi dan Misi Gubri dan Wagubri Periode 2019-2024
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
     
     
    Terpopuler +
    01 Terkesan Sepihak, Perusahaan Angkutan Ferry Naikkan Harga Tiket Hingga 80 Persen
    02 Lanal Tanjungbalai Karimun Musnahkan Hasil Tangkapan Mikol dan Rokok Ilegal
    03 Rokok “Kawasan Bebas” Marak Beredar di Karimun
    04 Peredaran Rokok Ilegal di Kota Tanjungpinang Kian Marak, Bea Cukai Tak Berkutik?
    05 Rokok Tanpa Cukai Beredar Bebas di Luar Kawasan FTZ
    06 Rokok Berbagai Merek Tanpa Label Resmi Beredar di Kota Tanjungpinang
    07 Tanpa Pengawasan, Puluhan Kardus Rokok Diduga Ilegal Dibongkar di Jalan Coastal Area
     
     
    Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan
    © 2017 MediaLaskar.com | Gerbang Informasi Anak Negeri, all rights reserved