Selasa, 07 Juli 2020
Galeri Foto | Advertorial
Follow Us ON :
 
   
Pilihan Editor ⋅ Foto ⋅ Most Popular
 
Terkait Dugaan Penjualan Kempang Desa Mekong, Daman: Saya Sudah Serahkan kepada Pengelola
Kamis, 10-05-2018 - 16:49:40 WIB | Dibaca: 18367
Foto awak media bersama Kades Mekong, Daman dalam jumpa pers di salah satu kedai kopi di Selatpanjang. (Foto: Medialaskar/Rion Nugraha)
TERKAIT:
 
  • Terkait Dugaan Penjualan Kempang Desa Mekong, Daman: Saya Sudah Serahkan kepada Pengelola
  •  

    Meranti - Medialaskar.com, mengaku dirinya tidak terlibat, kadis mekong "Daman" mengarahkan untuk bertanya langsung dengan pihak pengelolah yaitu "Sam" Terkait dugaan penjualan Kempang Bantuan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti tahun 2016 melalui Dinas Perhubungan. Sementara itu Justru pihak pengelola mengaku bahwa kempang itu telah diserahkan ke Hambali dengan nilai ekonomis (uang).


    Saat dikonfirmasi medialaskar, Sam alias Samsudin (pengelolah kempang) menjelaskan "Dari pada tidak dipakai, saya sebagai pengelola kempang yang diberi kuasa oleh Kepala Desa mengambil kebijakan dengan menyerahkan Kempang bantuan Pemkab Meranti itu kepada Hambali untuk dilakukan perawatan, ya ada nilai ekonomisnya, Hambali membayar nyicil dari 10 juta hingga sampai 35 juta," jelas Samsuri di dampingi Kades Mekong jelas sam di Selatpanjang, kamis (10/05/2018).


    Ketika dipertanyakan dalam melakukan perpindahan tangan kempang bantuan pemerintah kepada individu (pribadi) apakah pihaknya telah memuat surat berita acara. Samsuri mengakui hal itu tidak dilakukan. 


    "Berita acaranya tidak ada,hanya musyawarah saja pada bulan agustus 2016 lalu," sebut dia.


    Mirisnya lagi, Samsuri malah beranggapan penyerahan Kempang aset Desa yang ia lakukan kepada Hambali tidak menyalahi prosedur, perpindahan tangan dengan nilai ekonomis sudah disepakati tokoh masyarakat dari hasil musyawarah.


    "Untuk perpindahan tangan kempang itu dari pengelola ke Hambali sudah dari hasil musyawarah, makanya kita berani," bebernya.


    Dalam pertemuan itu, Daman Kades Mekong sempat berkelah, dirinya membantah telah menjual Kempang bantuan tersebut, dan menyebutkan tidak pernah menerima uang dari hasil penjualan yang menurutnya bukan penjualan akan tetapi penyerahan untuk perawatan kempang.


    "Kempang itu tidak sesuai dengan jembatan kita, makanya diserahkan ke Hambali, nah uang dari Hambali itulah kita manfaatkan untuk menambah biaya pembuatan kempang yang baru, saya tidak ada menerima, dan itu kebijakan pengelola karena Desa telah menyerahkan kepada pengelola," kelah Daman.


    Sementara itu, Ketua Sapma Pemuda Pancasila Kabupaten Kepulauan Meranti Bobbi Iskandar memberikan komentar terkait penyerahan kempang yang dilakukan pengelola. Dirinya menilai hal itu jelas sudah menyalahi prosedur.


    "Aturan sudah jelas, jika pengelola tidak mampu untuk merawat aset negara, kemudian jika ingin dipindah tangan untuk mengelola atau diganti harus sesuai persedur disertai berita acara serah terima," sampainya.


    Dalam permasalahan ini, terang dia. Sudah sampai kejalur hukum, yakni pihak kepolisian sudah melakukan pemeriksaan,tinggal menunggu sudah sejauh mana perkara itu.


    Disinggung pengelola meminta uang perawatan, pemuda asli Pulau Merbau itu menilai itu adalah tindakan pemerasan.


    "Itu akal-akalan mereka saja, seharusnya pengelola yang memberi uang kepada orang yang merawat, Itu akal-akalan mereka saja tu, untuk itu kita tegas kan kepada kasat reskrim betul-betul mengecek pekara ini sesuai dengan intruksi Kapolses," tutupnya. 


    Hingga berita ini diterbitkan, Kasat Reskrim Polres Kepulauan Meranti belum memberikan keterangan resmi terkait hasil pengecekan dilapangan.

    **Red/Rio Nugrah



     
    Berita Lainnya :
  • Terkait Dugaan Penjualan Kempang Desa Mekong, Daman: Saya Sudah Serahkan kepada Pengelola
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
     
     
    Terpopuler +
    01 Terkesan Sepihak, Perusahaan Angkutan Ferry Naikkan Harga Tiket Hingga 80 Persen
    02 Agar Anda Tahu, Apa Itu Reses Anggota Dewan?
    03 Lanal Tanjungbalai Karimun Musnahkan Hasil Tangkapan Mikol dan Rokok Ilegal
    04 Peredaran Rokok Ilegal di Kota Tanjungpinang Kian Marak, Bea Cukai Tak Berkutik?
    05 Rokok “Kawasan Bebas” Marak Beredar di Karimun
    06 Peredaran Rokok Ilegal Tanpa Cukai di Tanjungpinang Kian Marak, Warga: Merugikan Keuangan Negara
    07 Rokok Tanpa Cukai Beredar Bebas di Luar Kawasan FTZ
     
     
    Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan
    © 2017 MediaLaskar.com | Gerbang Informasi Anak Negeri, all rights reserved