Rabu, 15 Juli 2020
Galeri Foto | Advertorial
Follow Us ON :
 
   
Pilihan Editor ⋅ Foto ⋅ Most Popular
 
Perselisihan Hubungan Industrial
Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial, Disnaker Riau Diduga Berpihak kepada PT. CMB
Selasa, 08-05-2018 - 15:23:08 WIB | Dibaca: 23744

TERKAIT:
 
  • Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial, Disnaker Riau Diduga Berpihak kepada PT. CMB
  •  

    Meranti, Medialaskar.com - Pemutusan hubungan kerja secara sepihak memang sering terjadi dengan berbagai modus yang dilakukan oleh pihak perusahaan. memberhentikan karyawan secara sepihak dan tidak sesuai persedur ditengarai menjadi tujuan supaya perusahaan terhindar untuk mengeluarkan hak hak atau tunjangan perkerja tersebut.

    Seperti baru - baru ini kasus yang di alami mantan nakhoda kapal tugboat (TB) Satria Mulia 03 "Feri Handayani"diputuskan hubungan kerja secara sepihak melalui via telfon ( sms ) oleh PT.Pelayaran Cahaya Mulia Bahari (CMB) beralamat Jl.Sulaiman Syaid Qasim GG Rintis 1.No 1,Pekanbaru yang tidak sesuai SOP dan melanggar undang undang.

    Menanggapi hal ini Ketua DPW DPW Meranti Pergerakan Pelaut Indonesia (PPI) Zaiudin didapingi Kabid OKK"Dede" yang diberi kuasa untuk mendamping dalam menyelesaikan dengan melimpahkan kepihak disnaker guna untuk mediasi dan meminta memanggil direktur perusahaan agar menagih semua hak-hak yang perlu di realisasikan oleh perusahaan sesuai dengan perudang-undangan yang berlaku,"

    "Upaya menuntut hak- hak perkerja, kepada Disnaker Provinsi Riau yang mewakili pemerintah dan ditangani untuk mediator, sudah empat (4) kali kita dipanggil disnaker, namun hal itu masih bertele-tele dan tidak membawa hasil,"Karena pihak disnaker Provinsi Riau sendiri yang bertele-tele dan tidak melakukan upaya paksa kepada perusahaan tersebut untuk mematuhi ketentuan UU 13 / 2003 tentang Ketenagakerjaan, justru terkesan berpihak kepada pengusaha sehingga tuntutan pelaut kita terkatung-katung,” Kata Zainudin.

    "Sepertinya pihak perusahaan bermain mata dengan pihak disnaker dalam proses mediasi ini, mereka perwakilan dari pemerintah yang bertanggung jawab di bidang ketenagakerjaan, mengapa pihak disnaker saat kita pertanyakan tindak lanjut perkara tersebut bukanya bertidak tegas dan mendesak pihak perusahaan,malah mereka mengatakan pihaknya menunggu keputusan dari perusahan dan berupaya mengubungi pihak perusahaan dan tidak ada tangapan begitu pula pihak perusahaan menunggu pihak disnaker,"

    Melalui telfon rabu (8/5/18) Pihak Disnaker Riau melalui Kabid Mediator "Bambang" menjelaskan belum tau bahwa ada surat panggilan tugas yang dikirim ke feri,"Kita tidak tau hal itu, dan sampai sekarang pihak perusahaan belum bisa dan belum ada menghubungi kami, tentunya kami tidak mengakui dengan adanya surat panggilan tugas tersebut",

    Normansyah selaku oprisional yang dipercayai perusahaan PT CMB untuk menyelesaikan masalah ini ketika dikonfirmasi sebelumnya bungkam dan tidak memberi keterangan," Mohon maaf pak saya tidak bisa memberi stetmen terkait perkara ini, kita tunggu saja keputusan dari disnaker," kata Normansyah saat dijumpai watawan ini di halamn kantor disnakir pekanbaru sebelumnya.

    Dihari yang berbeda pihak PT CMB ketika dikonfirmasi kembali media ini melalui humas" Sopian" mengatakan," Kita tidak pernah memberhentikan kapten Feri dan kami juga tidak penah mengeluarkan mengeluarkan surat pemerhentian atau PHK sampai saat dan gajinya sudah kita bayar,"

    Ditambah lagi Kabid OKK"Dede Novriyadi"Dari awal kita melapor dan melimpahkan persoalan ini kepihak disnaker, " kita kecurigaan karena dari bahasa mereka lebih cendrung berpihak keperusahaan dan mentimindasi kita, dan ia menilai hal itu sangat aneh dan lucu. Sebelumnya telah dilakukan mediasi terakhir kamis (26/4/18) lalu yang dihadiri oleh perwakilan PT.CMB, Disnaker Riau, serta Feri untuk menentukan kesepakatan Hak yang harus direalisasikan oleh pihak PT. CMB kepada Feri,"Ternyata setelah lebih dari satu minggu (waktu yang dijanjikan disanaker riau) belum juga diberikan keputusan untuk realisasinya, malahan feri dikirim Surat Panggilan Tugas per tanggal (7/5/18) untuk kembali bekerja.

    "Nah itu kan lucu!! kalau saya ambil dari keterangan pihak PT.CMB dalam mediasi itu mengganggap bahwa feri masih berstatus karyawannya, haya diminta dirumahkan dan menggantikan nahkoda Feri dengan nahkoda yang lain tanpa ada kordinasi dan berita acara serah terima, pada tanggal 07 Mei 2018 tiba tiba pihak perusahaan mengirimkan surat pangilan tugas baru, ini jelas melangar aturan, kalau saya diangap sebagai kariyawan seharusnya perusahaan turunkan surat mutasi naik atau transfer, bukan surat panggilan tugas, itu sama saja surat panggilan baru yang menganggap feri sebagai karyawan baru, artinya feri sudah diberhentikan?"

    "Dari penilaian kita ada unsur keberpihakan terhadap perusahaan yang dilakukan oleh Disnaker Riau, Contohnya porsi pertanyaan didalam pertemuan mediasi lebih cendrung menekan pihak feri ( pekerja ) dan beberapa kali memberitahu untuk feri lanjut aja bekerja dengan alasan mencari kerja susah di masa sekarang ini, Hal ini sudah jauh dari konteks permasalahan yang diharapkan feri yang ingin hak nya direalisasi", Tutup Dede ke media.

    **Red/Rio nugraha



     
    Berita Lainnya :
  • Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial, Disnaker Riau Diduga Berpihak kepada PT. CMB
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
     
     
    Terpopuler +
    01 Terkesan Sepihak, Perusahaan Angkutan Ferry Naikkan Harga Tiket Hingga 80 Persen
    02 Agar Anda Tahu, Apa Itu Reses Anggota Dewan?
    03 Lanal Tanjungbalai Karimun Musnahkan Hasil Tangkapan Mikol dan Rokok Ilegal
    04 Peredaran Rokok Ilegal di Kota Tanjungpinang Kian Marak, Bea Cukai Tak Berkutik?
    05 Rokok “Kawasan Bebas” Marak Beredar di Karimun
    06 Peredaran Rokok Ilegal Tanpa Cukai di Tanjungpinang Kian Marak, Warga: Merugikan Keuangan Negara
    07 Rokok Tanpa Cukai Beredar Bebas di Luar Kawasan FTZ
     
     
    Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan
    © 2017 MediaLaskar.com | Gerbang Informasi Anak Negeri, all rights reserved