Rabu, 15 Juli 2020
Galeri Foto | Advertorial
Follow Us ON :
 
   
Pilihan Editor ⋅ Foto ⋅ Most Popular
 
Mahasiswa KKN Unri Desa Tanjung, Meranti Sosialisasikan Penjernihan Air dan Pembuatan Pestisida Alam
Minggu, 18-08-2019 - 10:30:00 WIB | Dibaca: 11368
Foto: Medialaskar/Ist
TERKAIT:
 
  • Mahasiswa KKN Unri Desa Tanjung, Meranti Sosialisasikan Penjernihan Air dan Pembuatan Pestisida Alam
  •  

    Meranti, Medialaskar.com – Mahasiswa Universitas Riau (UR) yang tengah mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Tanjung, Kecamatan Tebing Tinggi Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti menggelar sosialisasi kepada masyarakat di desa tersebut tentang solusi penjernihan air, Senin (12/8/2019) lalu bertempat di Balai Seni Desa Tanjung.

    Kegiatan ini dilakukan, mengingat minimnya persediaan air bersih di desa tersebut yang sudah lama dilanda kemarau. Selama ini masyarakat Desa Tanjung hanya menggunakan air hujan untuk kebutuhan sehari-hari.

    “Kekurangan airbersih merupakan permasalahan yang setiap tahun dialami masyarakat Desa Tanjung setiap musim kemarau datang. Dengan adanya solusi ini kami berharap masalah air bersih di desa ini dapat teratasi di masa-masa yang akan datang,” kata Pj. Kepala Desa Tanjung, Marzlin Jamal belum lama ini.

    Marzlin juga menambahkan, masyarakat Desa Tanjung juga membutuhkan pemanfaatan kearifan lokal yang ada di desa ini untuk dapat digunakan dalam kegiatan sehari-hari.

    Sementara itu, menurut pemaparan mahasiswa KKN Unri, penjernihan air ini dilakukan dengan bahan-bahan sederhana yang alami, aman bagi kesehatan dan lingkungan serta mudah dijumpai di sekitar Desa Tanjung.

    “Disini kami Mahasiswa Kukerta UR (KKN Unri, Red) merancang alat penyaringan air dengan menggunakan kapur sirih, arang bakau, busa, filter aquarium dan batu kerikil,” kata mereka.

    Proses penjernihan, katanya, dilakukan melalui beberapa tahapan yang diawali dengan proses koagulasi dan flokulasi, sekaligus netralisasi air baku dengan kapur sirih sehingga air baku. Dalam hal ini air gambut bercampur payau, yang memiliki pH asam dapat lebih netral dan zat warna yang terdapat dalam air gambut terikat oleh koagulan membentuk flok-flok, sehingga dapat diendapkan.

    Proses berikutnya dilanjutkan dengan proses filtrasi untuk mengurangi rasa asin yang terdapat pada air gambut yang bercampur dengan air pasang. Proses filtrasi menggunakan bahan utama arang bakau yang baik untuk mengurangi bau dan rasa pada air baku.

    Urutan bahan filrasi dari bahan pertama yakni batu kerikil yang berfungsi untuk proses aerasi yang dbantu oleh pipa yang telah dilubangi pada bagian atasnya sehingga mempermudah air kontak dengan udara (aerasi) untuk mengurangi kadar Fe dan Mn yang terkandung di dalam air baku.

    Filter berikutnya, yakni arang untuk menghilangkan bau dan rasa. Kemudian dilanjutkan dengan filter akuarium yang berfungsi untuk menangkap partikel arang agar ikut terbawa selama proses filtrasi. Kemudian dilanjutkan dengan lapisan busa, dengan pori yang lebih kecil berfungsi untuk menyaring kotoran kecil yang mungkin masih lolos pada penyaringan sebelumnya.

    Proses filtrasi diakhiri dengan batu kerikil dengan ukuran lebih besar yang berfungsi untuk mempermudah aliran air supaya tidak mudah meluap. Hasil dari proses filtrasi tersebut, air gambut yang berwarna merah menjadi bening, akan tetapi sedikit berwarna putih karena warna kapur sirih.

    Selain sosialisasi penjernihan air, dalam kegiatan yang sama, Mahasiswa KKN Unri di Desa Tanjung juga memberikan sosialisasi pembuatan pestisida alami dengan jenis insektisida yang terbuat dari bahan-bahan yang mudah ditemukan di desa ini yaitu daun sirsak, tembakau, bawang putih, daun pepaya dan serai.

    Kemudian bahan-bahan untuk membuat pestisida tersebut dihancurkan dengan blender kemudian difermentasi selama 24 jam. Setelah itu pestisida dapat digunakan selama tiga hari.

    **red/ist



     
    Berita Lainnya :
  • Mahasiswa KKN Unri Desa Tanjung, Meranti Sosialisasikan Penjernihan Air dan Pembuatan Pestisida Alam
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
     
     
    Terpopuler +
    01 Terkesan Sepihak, Perusahaan Angkutan Ferry Naikkan Harga Tiket Hingga 80 Persen
    02 Agar Anda Tahu, Apa Itu Reses Anggota Dewan?
    03 Lanal Tanjungbalai Karimun Musnahkan Hasil Tangkapan Mikol dan Rokok Ilegal
    04 Peredaran Rokok Ilegal di Kota Tanjungpinang Kian Marak, Bea Cukai Tak Berkutik?
    05 Rokok “Kawasan Bebas” Marak Beredar di Karimun
    06 Peredaran Rokok Ilegal Tanpa Cukai di Tanjungpinang Kian Marak, Warga: Merugikan Keuangan Negara
    07 Rokok Tanpa Cukai Beredar Bebas di Luar Kawasan FTZ
     
     
    Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan
    © 2017 MediaLaskar.com | Gerbang Informasi Anak Negeri, all rights reserved