Rabu, 15 Juli 2020
Galeri Foto | Advertorial
Follow Us ON :
 
   
Pilihan Editor ⋅ Foto ⋅ Most Popular
 
Pemdes Bagan Melibur Musyawarahkan Perkembangan Permohonan kepada PT EMP Malaca Strait
Selasa, 28-05-2019 - 14:15:00 WIB | Dibaca: 9576
Suasana musyawarah Pemdes bersama RT, RW dan masyarakat di teras Masjid Sirajul Huda Jalan Utama Desa Bagan Melibur. (Foto: Medialaskar/Andi Saputra)
TERKAIT:
 
  • Pemdes Bagan Melibur Musyawarahkan Perkembangan Permohonan kepada PT EMP Malaca Strait
  •  

    Meranti, Medialaskar.com - Dalam rangka membahas kelanjutan permohonan bantuan Pemerintah Desa (Pemdes) Bagan Melibur, Kecamatan Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti kepada perusahaan Energi Mega Persada (EMP) Malaca Strait SA Kurau, pemerintah desa dan sejumlah elemen masyarakat setempat mengadakan rapat, Senin (27/5/2019) petang kemarin bertempat di Teras Mesjid Sirajul Huda, Desa Bagan Melibur.

    Rapat yang diikuti seluruh RT, RW, LPMD, Linmas, Pemuda dan masyarakat tersebut membahas perkembangan permohonan yang diajukan kepada perusahaan EMP Malaca Strait berupa permintaan bantuan pembuatan pagar kantor desa dan tanah timbun untuk kiri kanan jalan utama kepada.

    Hal tersebut diungkapkan Pj. Kepala Desa (Kades) Bagan Melibur, Wan Minarni, S.Ag kepada Medialaskar.com, Selasa (28/5/2019) di ruang kerjanya.

    “Sore kemarin tepatnya usai melaksanakan ibadah sholat Asyar kita dari Pemdes bersama tokoh masyarakat melaksanakan musyawarah terkait perkembangan permohonan bantuan yang telah kita ajukan kepada pihak Perusahaan EMP Malaca Strait SA Kurau yang lalu,” kata Pj Kades.

    Sejauh ini, katanya, sudah dilakukan survei oleh pihak perusahaan ke lapangan untuk membantu penimbunan tanah di kiri dan kanan jalan Utama Desa Bagan Melibur dalam waktu dekat.

    “Namun sayangnya untuk bantuan pasir timbunannya dan pagar kantor Desa Bagan Melibur belum mendapat respon jelas dari pihak Perusahaan, informasinya baru sebatas itu,” ucap perempuan berjilbab tersebut.

    Wan Minarni juga mengharapkan kepada pihak Perusahaan EMP MSA agar bisa membantu desa sebagaimana yang diajukan, apalagi selama ini sudah lama tidak mendapat bantuan yang bentuknya terlihat seperti pengajuan sekarang.

    “Memang ada bantuannya tapi masih banyak yang kita harapkan lagi, karena sebagai perusahaan yang beroperasi di wilayah Bagan Melibur, tentu kita sangat berharap kontribusi terbaik yang dapat disalurkan untuk kepentingan masyarakat banyak, bukan untuk kepentingan pribadi yang kita ajukan ini,” katanya menegaskan.

    Oleh sebab itu, tambah Wan Minarni, pihaknya melakukan musyawarah secara bersama untuk sistem kerja gotong royongnya yang dibagi per RT, jika bantuan tersebut teralisasi dari perusahaan.

    “Namun kita juga sepakat dari masyarakat, jika pihak perusahaan tidak bisa membantu usulan kita tersebut, maka kita meminta pihak EMP MSSA membuat surat pernyataan tertulis bahwa pihak perusahaan tidak bersedia memberikan bantuan seperti yang diajukan kemarin, sehingga nanti bisa menjadi dasar laporan kita kepada seluruh masyarakat Bagan Melibur bahwa kita telah berusaha semaksimal mungkin dalam membangun desa yang kita cintai ini,” ungkap Pj Kades Wan Minarni.

    **red/andi saputra



     
    Berita Lainnya :
  • Pemdes Bagan Melibur Musyawarahkan Perkembangan Permohonan kepada PT EMP Malaca Strait
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
     
     
    Terpopuler +
    01 Terkesan Sepihak, Perusahaan Angkutan Ferry Naikkan Harga Tiket Hingga 80 Persen
    02 Agar Anda Tahu, Apa Itu Reses Anggota Dewan?
    03 Lanal Tanjungbalai Karimun Musnahkan Hasil Tangkapan Mikol dan Rokok Ilegal
    04 Peredaran Rokok Ilegal di Kota Tanjungpinang Kian Marak, Bea Cukai Tak Berkutik?
    05 Rokok “Kawasan Bebas” Marak Beredar di Karimun
    06 Peredaran Rokok Ilegal Tanpa Cukai di Tanjungpinang Kian Marak, Warga: Merugikan Keuangan Negara
    07 Rokok Tanpa Cukai Beredar Bebas di Luar Kawasan FTZ
     
     
    Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan
    © 2017 MediaLaskar.com | Gerbang Informasi Anak Negeri, all rights reserved