Kamis, 23 Mei 2019
Galeri Foto | Advertorial
Follow Us ON :
 
   
Pilihan Editor ⋅ Foto ⋅ Most Popular
 
Diduga Cemari Lingkungan, Pemkab Meranti Diminta Tindak Tegas Usaha Kilang Sagu
Kamis, 14-03-2019 - 13:15:00 WIB | Dibaca: 4480
Air sungai dipenuhi buih-buih limbah yang mengeluarkan bau menyengat. (Foto: Medialaskar/Hamid)
TERKAIT:
 
  • Diduga Cemari Lingkungan, Pemkab Meranti Diminta Tindak Tegas Usaha Kilang Sagu
  •  

    Meranti, Medialaskar.com – Terkait dengan tercemarnya sungai di sejumlah kawasan di Kabupaten Kepulauan Meranti diakibatkan adanya limbah sagu, berdampak terhadap rusaknya ekosistem yang menyebabkan punahnya ikan dan udang sehingga nelayan kehilangan mata pencaharian.

    Mengacu kepada Undang-Undang No 32 Tahun 2009 Pasal 1 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (UU PPLH) Bahwa Setiap Usaha dan/atau Kegiatan Wajib Memiliki UKL-UPL.

    Selain itu, dalam  Permendagri RI Nomor 67 Tahun 2012 juga dijelaskan bahwa Gubenur dan Bupati/Walikota wajib melaksanakan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS).

    Menyikapi hal tersebut dan adanya Permohonan Lembaga Bantuan Hukum dari Kelompok Nelayan Kuda Laut Sali Desa Maini Darul Aman, Kecamatan Tebing Tinggi Barat, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Pemantau Kinerja Pelayanan Publik (PKPP) Kabupaten Kepulauan Meranti menyimpulkan, pencemaran air sungai diduga berasal dari usaha kilang sagu.

    “Beberapa hari lalu, LSM PKPP secara serius telah melakukan investigasi dan observasi di beberapa kilang sagu di Kabupaten Kepulauan Meranti untuk melihat langsung kerusakan lingkungan dan pencemaran air sungai,” ungkap Ketua LSM PKPP Kepulauan Meranti, Jamaluddin, Kamis (14/3/2019).

    Jamaluddin juga menegaskan, bahwa terdapat setidaknya 62 kilang sagu yang terdaftar di Kabupaten Kepulauan Meranti dan sudah memiliki SITU dan Tanda Daftar Perusahaan (TDP), tetapi belum memiliki instalasi pengolahan air limbah (IPAL) yang memenuhi syarat dan standar pengolahan limbah sagu.

    “Sedangkan terhadap masalah AMDAL, pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kepulauan Meranti yang harus melakukan kajian ulang dalam upaya pemulihan ekosistem dan menyelamatkan mata pencaharian nelayan,” ungkapnya.

    Berdasarkan hasil temuan tim LSM PKPP di lapangan, bahwa kolam limbah tidak berfungsi sebagaimana mestinya sehingga limbah sagu masuk ke aliran sungai tanpa proses pencegahan kerusakan lingkungan, air sungai telah berubah menjadi hitam pekat dan terjadi gelembung-gelembung buih yang mengeluarkan bau menyengat dan berdampak terhadap kepunahan ikan, udang dan makhluk air lainnya yang menjadi sumber mata pencaharian para nelayan.

    Melihat kondisi demikian, LSM PKPP meminta pertanggungjawaban pihak kilang sagu terhadap nasib nelayan yang kehilangan mata pencahariannya.

    “Kepada dinas terkait diminta untuk segera memulhkan kerusakan lingkungan hidup dan habitat ikan dan udang yang telah punah serta melakukan pengawasan melekat terhadap kilang sagu yang tidak mempunyai kolam limbah yang sesuai standar kolam limbah. Hal ini untuk melindungi mata pencaharian nelayan di Kabupaten Kepulauan Meranti,” beber Jamaluddin.

    Jamal juga meminta Pemkab Meranti untuk bertindak tegas kepada kilang sagu yang telah melakukan pencemaran dan mengharuskan membuat kolam limbah yang ramah lingkungan sehingga pencemaran lingkungan hidup tidak terulangi lagi.

    Dan yang paling penting, menurut Jamal, Dinas Perizinan tidak mengeluarkan izin kepada kilang sagu dan perusahaan yang belum memiliki kolam limbah yang sesuai dengan standar serta aturan yang berlaku.

    **red/hamid



     
    Berita Lainnya :
  • Diduga Cemari Lingkungan, Pemkab Meranti Diminta Tindak Tegas Usaha Kilang Sagu
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
     
     
    Terpopuler +
    01 Terkesan Sepihak, Perusahaan Angkutan Ferry Naikkan Harga Tiket Hingga 80 Persen
    02 Lanal Tanjungbalai Karimun Musnahkan Hasil Tangkapan Mikol dan Rokok Ilegal
    03 Rokok “Kawasan Bebas” Marak Beredar di Karimun
    04 Peredaran Rokok Ilegal di Kota Tanjungpinang Kian Marak, Bea Cukai Tak Berkutik?
    05 Rokok Tanpa Cukai Beredar Bebas di Luar Kawasan FTZ
    06 Rokok Berbagai Merek Tanpa Label Resmi Beredar di Kota Tanjungpinang
    07 Tanpa Pengawasan, Puluhan Kardus Rokok Diduga Ilegal Dibongkar di Jalan Coastal Area
     
     
    Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan
    © 2017 MediaLaskar.com | Gerbang Informasi Anak Negeri, all rights reserved