Selasa, 07 Juli 2020
Galeri Foto | Advertorial
Follow Us ON :
 
   
Pilihan Editor ⋅ Foto ⋅ Most Popular
 
Sidang Kasus Narkoba di PN Cabang Selatpanjang:
Majelis Hakim Sebut Keterangan Saksi Penyidik Tidak Komplit
Selasa, 18-09-2018 - 14:00:23 WIB | Dibaca: 18145
Foto: Medialaskar/Rio Nugraha
TERKAIT:
 
  • Majelis Hakim Sebut Keterangan Saksi Penyidik Tidak Komplit
  •  

    Meranti, Medialaskar.com - Majelis hakim pengadilan Negeri Bengkalis
    Cabang Selatpanjang, Senin (17/9/2018) petang kemarin, menggelar sidang
    perdana kasus tindak pidana narkoba dengan menghadirkan dua orang saksi
    dari pihak penyidik atas terdakwa Ap (54) dan rekannya An alias Ah (45).

    Sidang kali ini dipimpin langsung Hakim Ketua, Zia Ul Jannah didamping dua hakim anggota Wimmi D Simarmata SH dan Aulia Fhatma Widhola SH, MH bertempat di ruang sidang Pengadilan Negeri Bengkalis Cabang Selatpanjang Jalan Yos Sudarso Kota Selatpanjang.

    Selain pembacaan dakwaan terhadap kedua terdakwa, Jaksa Penuntut Umum (JPU) juga menghadirkan dua orang saksi dari pihak penyidik Polres Kepulauan Meranti, KBO Res Narkoba, Ipda Rahmat Wahyudi SH dan anggotanya Ronal.

    Dalam kesaksianya di hadapan Majelis Hakim, Ipda Rahmad Wahyudi KBO Res Narkoba Polres Kepulauan Meranti menyampaikan, bahwa pihaknya bersama anggota lainnya melakukan penangkapan terhadap kedua terdakwa Ap dan An bersama barang bukti.

    “Sebelum kami masuk melakukan penangkapan terhadap kedua tersangka di salah satu ruko yang berada di Jalan Siak Sri Indrapura Kota Selatpanjang, ada dua orang yang terlebih dulu keluar rumah tersebut,” terang Ipda Wahyudi

    Dikatakan Ipda Wahyudi, kedua orang yang keluar rumah sebelum dilakukan penangkapan itu adalah Ap dan Jhon. “Jaraknya hanya beberapa menit saja setelah keduanya keluar ruko, kami langsung mengetuk pintu dan masuk,” katanya.

    Setelah memasuki ruko bersama anggota lainya, lanjut Ipda Wahyudi dirinya bersama anggota mengamankan keduanya di ruangan depan.

    “Setelah itu kita datangkan pak RT untuk menyaksikan penggeledahan. Saat penggeledahan itulah, kami mendapati sejumlah barang bukti, seperti bungkusan sabu-sabu yang dibuang dalam closet kamar mandi. Dari hasil penyelidikan yang dilakukan, narkoba jenis sabu tersebut merupakan milik Ah,” terangnya.

    Sementara keterangan saksi berikutnya, Ronal salah satu anggota Sat Narkoba Polres Kepulauan Meranti, kepada majelis hakim menyampaikan, jika dirinya sudah sekitar satu jam lebih melakukukan pengintaian di sekeliling ruko tempat kedua terdakwa diamankan.

    “Waktu pengintaian, saya kebetulan mendapat posisi di bagian belakang ruko buk hakim. Jadi saya tidak ada melihat adanya aktivitas orang yang keluar masuk ruko tersebut dari pintu belakang,” tutur Ronal.

    Maka dari itu, Ronal tidak tahu kalau sebelum dirinya masuk melakukan penangkapan, ada orang lain yang keluar ruko. “Kalau Jhon dan Ap saya kenal. Apang kalau tak salah adik si pemilik kapal Meranti Ekspres, dan satunya lagi si Jhon kerjanya kalau tak salah calo di imigrasi,” tambah Ronal.

    Setelah mendengarkan keterangan dua orang saksi dari penyidik, majelis hakim menyimpulkan, ada beberapa orang yang namanya masuk dalam BAP ini dan statusnya saksi maupun DPO, namun kenapa penyidik tidak menguraikan secara detil, sehingga sidang ini tidak komplit.

    “Setelah mendengarkan keterangan saksi, ternyata sesuai keterangan para saksi penyidik dan berita acara pemeriksaan, ada beberapa nama yang masuk dalam BAP ini, dari sebagai saksi sampai DPO, namun nama-nama tersebut tidak diuraikan secara detil oleh penyidik,” kata Hakim Anggota, Aulia Fhatma Widhola, SH, MH.

    Oleh karena itu, Aulia Fhatma menyimpulkan, sidang ini tidak komplit. “Dan pada sidang lanjutan berikutnya, kami minta kepada Jaksa Penuntut Umum agar koordinasi dengan penyidik kepolisian untuk menghadirkan sejumlah saksi seperti si Jhon dan Apang.

    Hakim Aulia juga menegaskan, selain menilai tidak komplit, pihaknya perlu meminta keterangan dari sejumlah saksi lainnya. Untuk itu, Jhon dan Apang dihadirkan di persidangan berikutnya.

    **red/rio nugraha



     
    Berita Lainnya :
  • Majelis Hakim Sebut Keterangan Saksi Penyidik Tidak Komplit
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
     
     
    Terpopuler +
    01 Terkesan Sepihak, Perusahaan Angkutan Ferry Naikkan Harga Tiket Hingga 80 Persen
    02 Agar Anda Tahu, Apa Itu Reses Anggota Dewan?
    03 Lanal Tanjungbalai Karimun Musnahkan Hasil Tangkapan Mikol dan Rokok Ilegal
    04 Peredaran Rokok Ilegal di Kota Tanjungpinang Kian Marak, Bea Cukai Tak Berkutik?
    05 Rokok “Kawasan Bebas” Marak Beredar di Karimun
    06 Peredaran Rokok Ilegal Tanpa Cukai di Tanjungpinang Kian Marak, Warga: Merugikan Keuangan Negara
    07 Rokok Tanpa Cukai Beredar Bebas di Luar Kawasan FTZ
     
     
    Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan
    © 2017 MediaLaskar.com | Gerbang Informasi Anak Negeri, all rights reserved