Kamis, 27 Juni 2019
Galeri Foto | Advertorial
Follow Us ON :
 
   
Pilihan Editor ⋅ Foto ⋅ Most Popular
 
Praktik Tambang Pasir Ilegal di Rupat Kembali Marak, Penegak Hukum Diminta Tangkap Pelaku
Kamis, 11-04-2019 - 09:45:24 WIB | Dibaca: 4106
Lokasi penambangan pasir di Rupat
TERKAIT:
 
  • Praktik Tambang Pasir Ilegal di Rupat Kembali Marak, Penegak Hukum Diminta Tangkap Pelaku
  •  

    Bengkalis, Medialaskar.com - Aksi ilegal dari penambangan pasir Rupat Kabupaten Bengkalis, kembali marak. Tetapi anehnya belum ada tindakan tegas aparat penegak hukum. Padahal penambagan pasir illegal itu selain merusak alam, dapat merugikan banyak orang.

    Penambangan illegal, sesuai penelusuran dari media ini diketahu sudah berjalan tiga bulan terakhir. Pengelola penambangan ini, mengatasnamakan warga setempat Rupat. Dengan alasan, bahwasa masyarakat yang meminta penambangan pasir ini agar dapat berjalan. Padahal demi keuntungan sendiri.

    "Seharusnya Pemkab Bengkalis dan provinsi serta aparat penegak hukum, bersikap tegas dan jangan hanya duduk diam. Padahal, atas penambangan pasir ini sudah jelas merusak lingkungan dan merugikan daerah. Makanya, harus ditindak dengan secara tegas. Karena, ada banyak kerugiannya," ungkapnya Idris.

    Idris, warga Rupat yang merupakan nelayan tempatan ini, mengakui bahwa, sejak marak penambangan pasir Rupat, berakibat sangat terhadap tangkapan ikan yang didapatkan ini sangat berkurang. Hal ini diduga yang terjadi penyebabnya.

    "Penambangan pasir Rupat sekarang marak, dan nampaknya tidak ada tindakannya tegas dari aparat penegak hukum itu sendiri. Kami sebagai warga masyarakat memandang tapi apalah tidak bisa berbuat. Seharusnya, pihak penegak hukum harus menangkap," ujarnya, disitat dari riau24.com.

    Sementara itu, sebelumnya Ijal serta Viktor yang merupakan pengurus pasir Rupat ilegal ketika ditemui sejumlah wartawan, mengaku dan beralasan bahwasa penambangan pasir Rupat secara ilegal tersebut ada persetujuan masyarakat setempat.

    "Kegiatan inikan betul betul dari masyarakat, memang kami dari pihak pengurus ini sudah menemui beberapa pengurus juga itu kawan. Mau yang tergabung dalam organisasi atau tidak yang tergabung dalam organisasi ini," ungkap Ijal saat didampingi Viktor.

    Masih kata Ijal, ada juga beberapa oknum dari pengurus wartawan yang menemui dirinya. Dan dirinya juga tidak tahu bahwa tentang permasalahan tersebut sampai ke dalam. Ia juga menilai masalah pasir ini sudah selesai dan tidak ada permasalahan lagi.

    "Kita memang belum ada mengasih. Sama juga dengan untuk masyarakat seperti kita mendistribusikan sekian, istilahnya berbagi bagi dengan dusun sekian dusun sekian itu tak mungkin saya yang mengatur sampai kesitu," ujarnya.

    Selain itu, dengan kurun waktu sudah tiga bulan berjalan terkait penambangan pasir Rupat secara ilegal tersebut, dari pantauan media ini, pasir pasir Rupat itu sudah banyak menumpuk di tempat tempat pengepul di areal kecamatan Bengkalis.

    Di samping itu, kembali ditemui pengurus pasir ilegal bernama Viktor menyampaikan bahwa kegiatan pasir sudah ditutup. "Kita memang sudah berjalan empat bulan ini. Selama empat bulan kita banyak nombok. Masak mau pinjaman terus," kilah Viktor,

    **red/rul



     
    Berita Lainnya :
  • Praktik Tambang Pasir Ilegal di Rupat Kembali Marak, Penegak Hukum Diminta Tangkap Pelaku
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
     
     
    Terpopuler +
    01 Terkesan Sepihak, Perusahaan Angkutan Ferry Naikkan Harga Tiket Hingga 80 Persen
    02 Lanal Tanjungbalai Karimun Musnahkan Hasil Tangkapan Mikol dan Rokok Ilegal
    03 Rokok “Kawasan Bebas” Marak Beredar di Karimun
    04 Peredaran Rokok Ilegal di Kota Tanjungpinang Kian Marak, Bea Cukai Tak Berkutik?
    05 Rokok Tanpa Cukai Beredar Bebas di Luar Kawasan FTZ
    06 Rokok Berbagai Merek Tanpa Label Resmi Beredar di Kota Tanjungpinang
    07 DAFTAR CALON TETAP (DCT) ANGGOTA DPRD KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI PEMILU 2019
     
     
    Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan
    © 2017 MediaLaskar.com | Gerbang Informasi Anak Negeri, all rights reserved