Minggu, 28 November 2021
Galeri Foto | Advertorial
Follow Us ON :
 
   
Pilihan Editor ⋅ Foto ⋅ Most Popular
 
Dana Desa
H Munir: Ibarat Bancaan, Menilap Dana Desa?
Jumat, 02-03-2018 - 13:43:48 WIB | Dibaca: 37259
Alhamran, SH, MH berbincang dengan awak media ini Jumat (2/3/2018) di Pematangreba. (Foto: Medialaskar/Zul). 
TERKAIT:
 
  • H Munir: Ibarat Bancaan, Menilap Dana Desa?
  •  

    RENGAT, MEDIALASKAR.COM - Di Kabupaten Indragiri Hulu hingga saat ini belum ada seorangpun kepala desa yang diduga menilap dana desa dijebloskan ke penjara. Jangankan masuk penjara, diproses secara hukum hingga beracara di pengadilan pun tidak pernah ada.

    Sehingga masyarakat Inhu berpredeksi, dana desa yang nilainya rata rata sekitar Rp.1,5 Milyar setiap desa itu, dijadikan “Bancaan”, artinya dimakan secara bersama-sama oleh yang ada kewenangannya untuk memakan, dan bagi yang tidak berkewenangan cukup hanya sekedar jadi penonton saja.

    Ketua Masyarakat Peduli Reformasi Berwawasan Nasional (MPR-BerNas) Kab Inhu, H Munir kepada awak media ini, Jumat (2/3/2018) mengatakan, masyarakat menilai bahwa dikorupsinya dana desa oleh para perangkat desa sepertinya “Dibiarkan” saja oleh pihak yang berwenang.

    Dan, sepertinya tidak ada aturan yang bisa menjerat para aparat desa itu dalam menilap dana desa, sehingga kayaknya dana desa itu hanya sebagai “Bancaan” buat para oknum yang ada kapisitasnya dalam pengelolaan dana desa, bahkan ada semacam saling tuding untuk menjerat secara hukum para pelaku penilap dana desa, Ujar Munir.

    “Percuma saja wartawan peras keringat mengungkap penyelewengan dana desa di pedesaan, sedangkan tindakannya nyaris tidak ada, buktinya para Kades bersiul-siul ketika wartawan mengungkap kasus korupsi itu”, tambah H Munir sedikit menggerutu.

    Pemerhati hukum acara pidana, Alhamran, SH, MH dalam perbincangannya dengan awak media ini Jumat (2/3/2018) di Pematangreba mengatakan, tidak ada seorangpun di Republik ini yang bisa lepas dari jeratan hukum Tindak Pidana Korupsi sebagaimana UU No.30 Tahun 2002.

    Dikatakannya, Sebagaimana yang terjadi dugaan korupsi dana desa di Desa Bukit Petaling Kecamatan Rengat Barat, Inhu, Riau, para pelakunya sudah jelas dan nyata, bahkan sudah dilaporkan oleh BPD Desa tersebut, namun tindakan konkrit tidak ada sama sekali, inilah yang membuat awalnya kegaduhan yang bisa memicu amuk massa di desa itu, kenapa tidak ? “Karena dibiarkan tadi” Kata Alhamra.

    Jika dana pembangunan MDA senilai Rp.170 juta, sedangkan bangunan itu sudah ada memang pondasi dan dindingnya dari batako (Bukan Batu Merah), bahkan penggunaan dana itu sudah pula dibuatkan LPJ nya dan dinyatakan sudah diterima, sementara dari nilai yang Rp.178 juta itu ternyata dikurangi sebesar Rp.57 juta, inikan jelas korupsi namanya, kenapa kog dibiarkan ?

    Sebagaimana pengakuan Sekdes Bukit Petaling, Milono dan Bendahara desa, Sundari bahwa, untuk membangun MDA itu hanya menggunakan dana desa senilai Rp.120 juta sudah dibuatkan LPJ nya senilai Rp.178 juta, dana peresmian pasar Rp.18 juta yang sama sekali tidak dilaksanakan acara peresmian pasar itu dan sudah dibuatkan LPJ nya, uang habis kegiatan tidak dilaksanakan, ini apa namanya ? Tanya Alhamra.

    Menjawab apa yang dikatakan Sekdes Milono juga bahwa, dana sebesar Rp.48 juta untuk pembersihan lahan desa seluas 8 hektar, ternyata lahan itu dikerjakan secara manual yang biayanya hanya berkisar Rp.2 juta per hektar, sehingga hanya menghabiskan dana Rp.16 juta, selanjutnya dikemanakan dana desa yang Rp 32 juta lagi.

    Dana desa TA 2017 itu juga mengalokasikan dana sebesar Rp.170 juta, sementara menurut Ketua BPD Bukit Petaling, Tugiono bahwa, pengerasan badan jalan itu hanya menghabiskan dana desa sekitar Rp.70 juta, sehingga masih tersisa Rp.100 juta, sedangkan LPJ nya sudah dipertanggungjawabkan dengan nilai Rp.170 itu, hal seperti ini kenapa dibiarkan, keluh Pengacara Pekanbaru ini.

    Di tempat terpisah Sekdes Milono dalam pertemuannya dengan sejumlah wartawan mengatakan, dirinya tidak takut jika kasus ini diungkap hingga ke pengadilan bahkan sampai dijebloskan ke penjara, tapi semua oknum yang terlibat akan disebutkan namanya satu per satu yang ikut menelan dana desanya. Ujarnya. (*)

    Liputan: Zul.
    Editor  : Brian.



     
    Berita Lainnya :
  • H Munir: Ibarat Bancaan, Menilap Dana Desa?
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
     
     
    Terpopuler +
    01 Agar Anda Tahu, Apa Itu Reses Anggota Dewan?
    02 Borneo Water Park Kampar; Objek Wisata Air dengan Aneka Fantasi
    03 Syahril Topan Maju Pilkada Rekomen PPP, Sekretaris DPD PAN Rohul Bantah ada Perpecahan
    04 Terkesan Sepihak, Perusahaan Angkutan Ferry Naikkan Harga Tiket Hingga 80 Persen
    05 Lanal Tanjungbalai Karimun Musnahkan Hasil Tangkapan Mikol dan Rokok Ilegal
    06 Program Pembinaan Karang Taruna, Wadah Mewujudkan Generasi Muda Berkualitas
    07 Peredaran Rokok Ilegal di Kota Tanjungpinang Kian Marak, Bea Cukai Tak Berkutik?
     
     
    Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan
    © 2017 MediaLaskar.com | Gerbang Informasi Anak Negeri, all rights reserved