Jum'at, 05 Juni 2020
Galeri Foto | Advertorial
Follow Us ON :
 
   
Pilihan Editor ⋅ Foto ⋅ Most Popular
 
Dampak Bau Busuk Pabrik RAPP, Maka DPRD Pelalawan Desak DLH Uji Lab Secara Objektif
Selasa, 17-03-2020 - 11:31:12 WIB | Dibaca: 2061
TERKAIT:
 
  • Dampak Bau Busuk Pabrik RAPP, Maka DPRD Pelalawan Desak DLH Uji Lab Secara Objektif
  •  

    Pelalawan,Medialaskar.com- DPRD Pelalawan mendesak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat untuk melakukan uji labor secara objektif terkait bau busuk dari pabrik RAPP di Pangkalan Kerinci, yang semakin meresahkan masyarakat di sekitar perusahaan bubur kertas dan serat rayon tersebut.

    Desakan kepada DLH Pelalawan itu merupakan sikap resmi DPRD setempat dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) gabungan Komisi I, II dan III dengan PT RAPP dan PT APR, Senin (16/3/20),  di ruang rapat komisi III, lantai dasar Gedung DPRD Pelalawan.

    "Ya kita tidak mungkin hanya mendengarkan sepihak dari perusahaan. Kita dorong DLH melakukan pengujian juga. Ini harapan masyarakat, ada kejelasan dari Pemerintah melalui DLH," tukas Syafrizal, pimpinan RDP. 

    Bau busuk yang tak kunjung berhenti dan saban hari terpaksa dinikmati warga Pelalawan, khususnya Pangkalan Kerinci, itu memang sudah lama menjadi pembicaraan publik dan dikeluhkan masyarakat setempat, termasuk yang disuarakan lewat media sosial. 

    Bahkan, berdasarkan informasi yang dihimpun MataPers.com, pernah ada, rencana untuk mendemo besar-besaran pabrik itu beberapa hari setelah Presiden Joko Widodo meninjau core bisnis baru RAPP di Pangkalan Kerinci, yakni perusahaan APR (Asia Pasific Rayon), yang bergerak di bidang industri serat rayon dan tekstil. 

    Tapi aksi demo yang digadang-gadang bakal diikuti ribuan warga Kerinci Pelalawan itu tak terlaksana. Yang hadir hanya tiga orang pengunjuk rasa saja, itupun cuma tak lebih lima menit sekedar untuk membentangkan spanduk berisikan protes terhadap bau busuk. 

    Tapi untunglah DPRD Pelalawan masih peka dan mau mendengar suara hati masyarakat setempat yang setiap hari terpaksa menghirup bau busuk dan bahkan ada yang mengeluh sampai mual dan sakit kepala akibat mencium bau busuk yang diduga dari limbah industri RAPP yang tak dikelola dengan baik. 

    Dalam pertemuan kemarin itu, seperti dikutip dari online suaraaktual.co, Nazzarudin Arnazh, anggota Dewan yang paling vokal sejak pertemuan dimulai, mempertanyakan soal pola dan sistem pengukuran dari ahli lingkungan atau labor. Dia mengingatkan saat ini cuaca sangat ekstrem yang tentunya pengukuran harus objektif. 

    Sementara anggota DPRD Pelalawan lainnya juga mencecar habis para petinggi RAPP dan PT APR yang hadir dalam pertemuan soal bau busuk yang terus-terusan mengganggu kehidupan masyarakat. 

    Saat pihak perusahaan menyebutkan memakai pihak ketiga dalam menangani persoalan amdal (Analisis dampak lingkungan) tes masuk baku mutu, Pimpinan rapat yang juga Wakil Ketua DPRD Pelalawan, Syafrizal, langsung mempertanyakan pihak ketiga yang dimaksud. 

    Kasman ahli lingkungan yang dihadirkan perusahaan, menjawab bahwa pengujian dilakukan oleh labor terakreditasi yakni PT. Sky Pacific Indonesia yang berpusat di Bogor. Setiap tiga bulan sekali, kata Kasman, diambil sampel pengujian dan memberi laporan 6 bulan sekali.  

    Baharudin yang juga Wakil Ketua Komisi II mempertanyakan dampak kesehatan terhadap masyarakat dengan munculnya bau busuk tersebut. Sedangkan, H Abdullah, Wakil Ketua Komisi I, mempertanyakan langkah konkrit dari perusahaan untuk menghilangkan bau busuk. 

    Begitupun Faisal, SE, Anggota Komisi I yang berkali-kali menanggapi penjelasan pihak perusahaan. Sozifao Hia juga mempertanyakan tentang pengukur udara apakah masih diambang batas atau tidak. 

    Pihak RAPP dipimpin Wan Mohammad Jack Anja, Deputi Manager Social Capital, dalam laporannya mengatakan, bau masih jauh dibawah ambang batas yang  dipersyaratkan 90 untuk CS2 dan 30 untuk H2S. Hal itu masih dalam baku mutu sehingga tidak berbahaya bagi kesehatan masyarakat.

    Meski sudah dijawab dan dijelaskan oleh pihak RAPP dan APR, namun seluruh anggota dewan tidak percaya begitu saja. Karena itu DPRD Pelalawan sepakat meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pelalawan untuk melakukan uji labor tersendiri yang bersifat objektif, tentu dengan sampel yang diambil sendiri dan tidak bersumber dari pihak RAPP dan APR. 

    **red/rul



     
    Berita Lainnya :
  • Dampak Bau Busuk Pabrik RAPP, Maka DPRD Pelalawan Desak DLH Uji Lab Secara Objektif
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
     
     
    Terpopuler +
    01 Terkesan Sepihak, Perusahaan Angkutan Ferry Naikkan Harga Tiket Hingga 80 Persen
    02 Lanal Tanjungbalai Karimun Musnahkan Hasil Tangkapan Mikol dan Rokok Ilegal
    03 Peredaran Rokok Ilegal di Kota Tanjungpinang Kian Marak, Bea Cukai Tak Berkutik?
    04 Rokok “Kawasan Bebas” Marak Beredar di Karimun
    05 Peredaran Rokok Ilegal Tanpa Cukai di Tanjungpinang Kian Marak, Warga: Merugikan Keuangan Negara
    06 Rokok Tanpa Cukai Beredar Bebas di Luar Kawasan FTZ
    07 Peredaran Rokok Ilegal di Kota Tanjungpinang Kian Marak, Aparat Terkait Tutup Mata?
     
     
    Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan
    © 2017 MediaLaskar.com | Gerbang Informasi Anak Negeri, all rights reserved