Jum'at, 05 Juni 2020
Galeri Foto | Advertorial
Follow Us ON :
 
   
Pilihan Editor ⋅ Foto ⋅ Most Popular
 
Eksekusi Lahan PT PSJ Versus PT NWR di Desa Gondai Makan Korban
Selasa , 04-02-2020 - 13:51:12 WIB | Dibaca: 6818

TERKAIT:
 
  • Eksekusi Lahan PT PSJ Versus PT NWR di Desa Gondai Makan Korban
  •  

    Pelalawan,Medialaskar.com- Bentrokan pecah dilokasi eksekusi lahan, yang kini sudah ada putusanya Mahkamah Agung (MA) pada pihak PT Peputra Supra Jaya (PSJ). Namun terjadi penolakan dengan aksi masyarakat Desa Gondai tersebut.

    Penolakanya eksekusi lahan itu kembali terjadi, Selasa (04/02/20). Dimana, dari
    kelompok warga menghadang eksekusi lahan di Gondai, yakni dibubarkan polisi dengan gas air mata. Bentrokan, terjadi karena masyarakat tidak sedia lahan itu diserobot PT Nusa Wana Raya (NWR).

    "Bentrokan itu terjadi di lokasi lahannya milik masyarakat yang saat ini diesekusi dan itu diserobot PT NWR di Desa Godai Langgam, Kabupaten Pelalawan, Selasa (04/02/20). Dilaporkanya ada tiga orang masyarakat (warga) yang terluka akibat lemparan batu," kata Asep Ruhiat selaku Kuasa Hukum Koperasi Gondai Bersatu, Selasa (04/02/20) melalui selulernya.

    Asep mengatakan, informasi dari lokasi kejadian, yakni peristiwa itu terjadi saat sejumlah alat berat milik pihak PT NWR mencoba menerobos masuk area lahan sawit plasma milik masyarakat, dengan dikawal aparat kepolisian. Dan seketika itu, sejumlah warga menghadang, serta kemudian dilempari batu oleh pihak tak dikenal hingga melukai warga.

    "Sehingga keteganganya terjadi dilokasi tanah ditanam dengan tanaman sumber kehidupan masyarakat itu. Peristiwa itu, sangat kita sayangkan, padahal kemarin baru saja pihak legislator DPR RI datang lokasi, minta dihentikanya eksekusi oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) dan NWR," kata Asep.

    Sebelumnya masyarakat telah laporkan peristiwa ke pihak Kepala Staf Presiden (KSP) Jenderal (Purn) Moeldoko. Yakni, hasilnya lahan dari masyarakat menjadi pertimbangan kuat untuk eksekusi, dan segera dihentikan. Dimana Staf Khusus KSP sebelumnya itu juga telah meninjau lokasi penyerobotan lahan oleh NWR ini. Dan menganalisa, serta melaporkan hal itu ke KSP.

    Diberitakan sebelumnya, terkait dalam masalah ini, Menko Kemaritiman dan Investasi RI Luhut B Pandjaitan sudah memanggil Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar untuk segera menunda eksekusi lahan masyarakat di Gondai. Bahkan ini,
    terakhir Anggota Komisi III DPR RI minta agar penyerobotan lahan rakyat di Desa Gondai, Kecamatan Langgam, sesegera dihentikan mengingat perbuatan sudah mencederai hukum dan ini melukai hati rakyat.

    Politisi PDI P Arteria Dahlan, menyebut, saat meninjau langsung di lokasi lahan yang jadi target penyerobotan PT NWR yang merupakan anak dari perusahaan penyuplay akasia PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) Grup APRIL. "Dinana kami melihat ini pertarungan dua gajah yang mengorbanan masyarakat. Sangat kasihan polisi dan juga pemerintah mau untuk dimanfaatkan untuk kepentingan tersebut," sebut Arteria, di Desa Gondai pada Senin (03/2/02/20) malam.

    **red/rul



     
    Berita Lainnya :
  • Eksekusi Lahan PT PSJ Versus PT NWR di Desa Gondai Makan Korban
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
     
     
    Terpopuler +
    01 Terkesan Sepihak, Perusahaan Angkutan Ferry Naikkan Harga Tiket Hingga 80 Persen
    02 Lanal Tanjungbalai Karimun Musnahkan Hasil Tangkapan Mikol dan Rokok Ilegal
    03 Peredaran Rokok Ilegal di Kota Tanjungpinang Kian Marak, Bea Cukai Tak Berkutik?
    04 Rokok “Kawasan Bebas” Marak Beredar di Karimun
    05 Peredaran Rokok Ilegal Tanpa Cukai di Tanjungpinang Kian Marak, Warga: Merugikan Keuangan Negara
    06 Rokok Tanpa Cukai Beredar Bebas di Luar Kawasan FTZ
    07 Peredaran Rokok Ilegal di Kota Tanjungpinang Kian Marak, Aparat Terkait Tutup Mata?
     
     
    Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan
    © 2017 MediaLaskar.com | Gerbang Informasi Anak Negeri, all rights reserved