Sabtu, 24 Oktober 2020
Galeri Foto | Advertorial
Follow Us ON :
 
   
Pilihan Editor ⋅ Foto ⋅ Most Popular
 
GALERI FOTO PEMKAB SIAK
Bulan Suci Ramdhan Segera Datang, Masyarakat Siak Adakan Tradisi Kenduri Kue Apam
Rabu, 18-04-2018 - 11:58:12 WIB | Dibaca: 28672
Pemotongan Kue Apam oleh Plh. Sekda Siak H. Jamaluddin disaksikan Ketua LAM Wan Said, Camat Mempura OK Rendra Dharma Putra dan beberapa tokoh masyarakat di Kecamatan Mempura. (Foto: Medialaskar/Donny)
TERKAIT:
 
  • Bulan Suci Ramdhan Segera Datang, Masyarakat Siak Adakan Tradisi Kenduri Kue Apam
  •  

    Siak, Medialaskar.com - Kenduri kue apam merupakan tradisi di kalangan masyarakat Melayu
    Siak pada masa lampau, dalam rangka memperingati Isra Mi’raj Nabi
    Muhammad SAW di akhir bulan Rajab.

    Hal itu dikatakan oleh Ketua Harian Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau Kabupaten Siak, H. Wan Said saat menyampaikan sekapur sirih pada acara Kenduri Kue Apam (Kenduri Kecik).

    Kegiatan ini juga sekaligus memperingati Israk Mikraj Nabi Muhammad SAWdi halaman Balai Kerapatan LAM Kecamatan Mempura, Kampung Tengah, Senin (16/4/2018) kemarin.

    “Dulu di kalangan masyarakat Melayu Siak masa itu, setiap bulan Rajab warga melakukan kenduri kue apam atau kenduri kecik namanya. Kendurinya dilakukan hanya di rumah warga saja, yang tujuannya selain sudah menjadi tradisi turun temurun, kenduri itu mengundang tetangga sekitar untuk membacakan doa selamat bagi keluarga yang sudah meninggal, juga mendoakan tuan rumah agar sehat dalam menyambut bulan puasa. Biasanya kenduri ini dibuat bertanda bulan Ramadhan akan datang,” terang Wan Said.


    Makan Apem Bersama Ketua LAM Wan Said, Camat Mempura, OK Rendra Dharma Putra, Plh. Sekda Siak H. Jamaluddin dan beberapa tokoh masyarakat di Kecamatan Mempura

    Dijelaskan oleh Wan Said, pada zaman itu kue apam merupakan sajian khas yang telah diwariskan secara turun temurun oleh masyarakat zaman dahulu. Dijadikannya kue apam sebagai menu utama kenduri, karena pada masa itu tak ada pemakan lain untuk diolah masyarakat kampung yang kebanyakan bermata pencarian berladang padi.

    Tentu memiliki beras yang cukup untuk segera ditumbuk dijadikan tepung yang tentunya salah satu bahan utama untuk membuat kue apam. Termasuk juga sagu menjadi makanan khas di zaman itu.

    “Kenduri yang kita lakukan saat ini, dulu diadakan setiap bulan Rajab tiba, dan masyarakat membuat biasanya seusai sholat Jumat yang mengundang tetangga kerumah, untuk membacakan doa. Pada zaman dulu orang payah cari makanan, kita harus kreatif membuat makanan sendiri, kalau tidak kreatif tidak makan, bukan seperti sekarang ada duit semua bahan untuk buat kue tinggal beli, karena tersedia,” tutur Wan Said.


    Duduk bersama Ketua LAM Wan Said, Camat Mempura OK Rendra Dharma Putra, Plh. Sekda Siak H. Jamaluddin dan beberapa tokoh masyarakat di kecamatan mepura sebelum Acara

    Sebenarnya, kata Wan Said, selain tradisi kenduri kue apam ada juga kenduri nasi yang biasanya masyarakat melaksanakannya setiap bulan bulan Syakban. Kenduri nasi ini di laksanakan bagi orang yang memiliki kelebihan rezeki diberikan kepada masyarakat yang tidak mampu.

    Kemudian ada tradisi masak bubur asyuro, ini semua merupakan tradisi turun temurun yang dilakukan oleh nenek moyang dahulu, yang menurut mereka ada kaitan erat dengan peringatan hari-hari besar umat islam.


    Plh. Sekda Siak H. Jamaluddin menyampaikan sambutan. menghadap ke warga masyarakat

    “Namun dengan berjalannya waktu, semua tradisi itu mulai hilang sehingga negerasi muda Melayu saat ini tidak mengetahui tradisi yang dibawa oleh para leluhurnya,” pungkas Wan Said.
    Hal senada juga disampaikan Plh. Sekda Siak H. Jamaluddin bahwa teradisi yang dilaksanakan ini merupakan tradisi orang-orang tua dulu, namun seiring berjalannya waktu tradisi ini hilang akibat perkembangan zaman.

    “Namun ini merupakan khazanah daerah kita yang harus kita lestarikan, sesuai komitmen pimpinan kita Pemerintah Daerah saat ini sedang mempromosikan pariwisata religi Kabupaten Siak,” kata Plh. Sekda.


    Anggota DPRD Siak Dapil 2 Sujarwo berjalan memasuki tempat acara

    "Tradisi seperti ini kita dorong sebagai sarana promosi pariwisata Kabupaten Siak, tidak hanya tradisi saja yang menjadi fokus kita untuk dikembangkan, tetapi bangunan atau benda yang bernilai sejarah juga kita lakukan pemeliharan dan perawatan. Yang tujuannya untuk menjaga dan melestarikan peninggalan para leluhur kita dulu, yang tentunya ada kaitan dengan nilai-nilai spiritual yang terkandung di setiap tradisi tersebut. Saat ini kita juga sudah memiliki Brand S yang di sebut Siak The Truly Malay, nama ini sudah dipatenkan menjadi milik Daerah Siak," terang Jamaluddin.

    “Alhamdulilah saya bisa ikut serta meramaikan Kenduri Kue Apam (Kenduri Kecik) ini di Kampung Adat Kampung Tengah, ini salah satu budaya yang harus dilestarikan,yang nantinya kita harapkan bisa menunjang pariwisata Kabupaten Siak jika dikemas dengan baik oleh seluruh elemen, mari kito dukung bersamo,” ungkap Anggota DPRD Siak Dapil 2, Sujarwo.


    Plh. Sekda Siak H. Jamaluddin menyampaikan sambutan

    Jamaluddin kembali mengatakan, Dinas Pariwista Kabupaten Siak juga sudah memasukan tradisi masyarakat yang populer sejak zaman kerajaan dengan nama Ghatib Beghanyut ke dalam kalender Pariwisata Kabupaten Siak tahun 2018.

    “Tentunya ini merupakan langkah kita untuk menghidupkan kembali tradisi masyarakat terdahulu yang telah lama hilang, kegiatan selain menjadi tujuan promosi daerah juga mengenalkan kepada generasi saat ini dan akan datang,” ujar Jamaluddin.

    Acara yang berlangsung meriah itu selain di hadiri oleh Plh. Sekda Siak H. Jamaluddin, juga tampak hadir tokoh LAMR Kabupaten Siak, tokoh masyarakat, para kepala kampung se-Kecamatan Mempura serta ratusan siswa SD dan SMP yang ada di Kecamatan Mempura.

    **red/donny/advsiak


    Warga Masyrakat yang menghadiri acara Kenduri Apam di Siak Sri Indrapura



     
    Berita Lainnya :
  • Bulan Suci Ramdhan Segera Datang, Masyarakat Siak Adakan Tradisi Kenduri Kue Apam
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
     
     
    Terpopuler +
    01 Agar Anda Tahu, Apa Itu Reses Anggota Dewan?
    02 Syahril Topan Maju Pilkada Rekomen PPP, Sekretaris DPD PAN Rohul Bantah ada Perpecahan
    03 Terkesan Sepihak, Perusahaan Angkutan Ferry Naikkan Harga Tiket Hingga 80 Persen
    04 Lanal Tanjungbalai Karimun Musnahkan Hasil Tangkapan Mikol dan Rokok Ilegal
    05 Peredaran Rokok Ilegal di Kota Tanjungpinang Kian Marak, Bea Cukai Tak Berkutik?
    06 Rokok “Kawasan Bebas” Marak Beredar di Karimun
    07 Program Pembinaan Karang Taruna, Wadah Mewujudkan Generasi Muda Berkualitas
     
     
    Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan
    © 2017 MediaLaskar.com | Gerbang Informasi Anak Negeri, all rights reserved