Sabtu, 19 Oktober 2019
Galeri Foto | Advertorial
Follow Us ON :
 
   
Pilihan Editor ⋅ Foto ⋅ Most Popular
 
Gubri Resmi Buka Festival Siak Bermadah dan Kabupaten Lestari 2019
Kamis, 10-10-2019 - 23:05:00 WIB | Dibaca: 1008
Foto: Medialaskar/Doni
TERKAIT:
 
  • Gubri Resmi Buka Festival Siak Bermadah dan Kabupaten Lestari 2019
  •  

    Siak, Medialaskar.com - Menjelang hari jadi Kabupaten Siak ke-20 tahun 2019, Pemerintah Kabupaten Siak menggelar beberapa kegiatan guna memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Siak, diantaranya Pawai Budaya Internasional, Festival Siak Bermadah dan juga Festival Kabupaten Lestari 2019.

    Dalam sambutannya, Bupati Siak Alfedri terlebih dahulu mengucapkan selamat datang kepada Gubernur Riau, H Syamsuar, Bupati Musi Banyuasin selaku Ketua Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LKTL), H. Dodi Reza Alex Noerdin, Bupati Sintang sebagai bendahara umum LTKL, Jarot wijarno, Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Provinsi Riau, Suharyono, Perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Desa, Ketua DPRD Siak H Azmi, dan Wakil Ketua I DPRD Siak, Fairus Ramli S.Ag, Sekretaris Daerah Kabupaten Siak, beserta seluruh tamu undangan.

    "Pelaksanaan Festival Siak Bermadah dan Festival Kabupaten Lestari ke-II tahun 2019, merupakan rangkaian kegiatan Hari Jadi Kabupaten Siak ke-20 tahun 2019, yang telah dimulai pada siang hari yakni pawai budaya internasional," kata Alfedri, Kamis (10/10/2019) malam.

    Pada festival Siak Bermadah ini, sambung Alfedri, juga dimeriahkan dengan penampilan berbagai kesenian, tidak hanya dari sanggar seni yang ada di Riau, juga ada dari luar Provinsi Riau, seperti Jambi, Kepulauan Riau dan Sumatra Utara, bahkan juga hadir dari Pahang dan Kuala Lumpur, Malaysia.

    "Selain dari rangkaian hari jadi Kabupaten Siak ke-20 pada 12 oktober mendatang, Festival Siak Bermadah ini juga menjadi ajang silaturahmi,” kata Alfedri.

    Selain itu, Alhamdulilah tahun ini Kabupaten Siak menjadi tuan rumah pelaksanaan Festival Kabupaten Lestari yang bertujuan sebagai ajang mensosialisasikan visi lestari, dengan fokus utama pada pengembangan inovasi daerah yang kreatif, dengan mengedepankan nilai-nilai kepentingan lokal dan kelestarian lingkungan, sebagai perwujudan dari amanat Forum LKTL, untuk mencapai lingkungan terjaga dan masyarakat yang sejahtera, dengan mengusung tema “Besamo Membelo Siak menuju Indonesia Hijau”.

    Pada acara yang sama, Gubernur Provinsi Riau Syamsuar dalam pidatonya terlebih dahulu mengucapkan terimakasih kepada seluruh panitia pelaksana Festival Siak Bermadah dan Festival Kabupaten Lestari 2019.

    "Pemerintah Provinsi Riau menyambut baik dengan adanya pelaksanaan Festival Siak Bermadah ini, yang merupakan salah satu upaya untuk terus melestarikan kebudayaan Melayu,” ucapnya.

    Sebelum lahirnya Kabupaten Siak, sambung Syamsuar, Siak Bermadah ini sudah ada pada masa-masa dahulunya.

    "Dengan adanya Festival Siak Bermadah dan Festival Kabupaten Lestari 2019, diharapkan mampu menjadi ajang mempromosikan Kabupaten Siak baik melalui pelestarian lingkungan maupun pelestarian pengembangan budaya, sehingga nantinya mampu menarik wisatawan berkunjung ke Kabupaten Siak dan sekaligus juga tentunya jadi pusat perhatian dari berbagai daerah,” tambah Gubri Syamsuar saat membuka Festival Siak Bermadah dan Festival Kabupaten Lestari, di Taman Tengku Maharatu.

    Sementara itu, Ketua LTKL, H. Dodi Reza Alex Noerdin menyampaikan, pada tahun 2017 lalu forum kolaborasi yang dibentuk dan dikelola oleh Pemerintah Kabupaten untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan resmi dideklarasikan dengan nama Forum Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL), di mana Kabupaten Musi Banyuasin bersama dengan Kabupaten Siak dan Sintang dipercaya sebagai Dewan pengurus dan pendiri Forum LTKL.

    "Walau terbilang masih muda, LTKL telah berhasil merangkai gotong-royong diantara para anggotanya yang beragam, seperti masterclass investasi, pengembangan kerangka daya saing daerah atau pembelajaran antara Kabupaten dan Mitra, serta pengembangan inovasi lestari masyarakat melalui kegiatan perusahaan untuk wisata," terang Dodi yang juga Bupati Musi Banyu Asin.

    Pengembangan LKTL secara bersama-sama, merupakan simbol yang sangat serius dalam melaksanakan komitmennya terkait pembangunan lestari, dengan jumlah anggota dibatasi maksimal 10 Kabupaten, dan evaluasi keanggotaan dilakukan setiap tahun agar dapat memberi ruang untuk pengembangan program yang intensif di masing-masing Kabupaten tahun 2019.

    "Ada kehadiran tiga anggota baru yang menggabungkan diri yaitu Kabupaten Gorontalo, Aceh Tamiang dan Bone Bolango yang sekarang dalam festival dan juga pada rapat anggota tahun 2018 lalu. Bagaimana nanti bahwa secara tahunan, Tarakan Festival Kabupaten Lestari sebagai bentuk komunikasi antara anggota dan kabupaten lainnya, dikolaborasi dalam upaya pencapaian visi kita bersama Kabupaten Lestari tahun 2018," katanya.

    Kabupaten Lestari juga telah sukses digelar di Kabupaten Musi Banyu Asin dengan tema “Inovasi Karya Anak Bangsa Kabupaten” tahun lalu, topik pembahasan utama adalah perbandingan pendekatan tentang alam dan yuridiksi yang disajikan dalam bentuk diskusi bersama pada tahun 2018 meresmikan dua kabupaten sebagai anggota baru yaitu Aceh Tamiang, Gorontalo dan Bone Bolango.

    "Tuan Rumah Festival akan bergantian setiap tahunnya, tahun ini kita berkumpul di kabupaten Siak, yang juga penting disini mendapatkan penghormatan luar biasa, karena sekaligus bertepatan dengan Festival Siak Bermadah dirangkaikan dengan hari ulang tahun Kabupaten Siak yang ke-20 dan tahun 2020 Insyaallah kita akan berkumpul di Kabupaten Sintang," terang Dodi.

    Dalam kesempatan ini, juga diadakan penandatanganan MoU antara Pemerintah Kabupaten Siak dan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Riau, terkait dijadikannya Danau Zamrud sebagai wisata alam dan sejarah yang baru.

    **red/doni



     
    Berita Lainnya :
  • Gubri Resmi Buka Festival Siak Bermadah dan Kabupaten Lestari 2019
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
     
     
    Terpopuler +
    01 Terkesan Sepihak, Perusahaan Angkutan Ferry Naikkan Harga Tiket Hingga 80 Persen
    02 Lanal Tanjungbalai Karimun Musnahkan Hasil Tangkapan Mikol dan Rokok Ilegal
    03 Rokok “Kawasan Bebas” Marak Beredar di Karimun
    04 Peredaran Rokok Ilegal di Kota Tanjungpinang Kian Marak, Bea Cukai Tak Berkutik?
    05 Peredaran Rokok Ilegal Tanpa Cukai di Tanjungpinang Kian Marak, Warga: Merugikan Keuangan Negara
    06 Rokok Tanpa Cukai Beredar Bebas di Luar Kawasan FTZ
    07 Peredaran Rokok Ilegal di Kota Tanjungpinang Kian Marak, Aparat Terkait Tutup Mata?
     
     
    Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan
    © 2017 MediaLaskar.com | Gerbang Informasi Anak Negeri, all rights reserved