Kamis, 27 Juni 2019
Galeri Foto | Advertorial
Follow Us ON :
 
   
Pilihan Editor ⋅ Foto ⋅ Most Popular
 
Pertama di Indonesia, Pemkab Siak Kembangkan Teknologi Aero Hydro Culture
Kamis, 13-06-2019 - 15:15:00 WIB | Dibaca: 1344
Foto: Medialaskar/Doni
TERKAIT:
 
  • Pertama di Indonesia, Pemkab Siak Kembangkan Teknologi Aero Hydro Culture
  •  

    Siak, Medialaskar.com – Dalam upaya meningkatkan hasil perkebunan kelapa sawit di lahan gambut sekaligus menjaga ekosistem gambut, Pemerintah Kabupaten Siak bekerjasama dengan Badan Restorasi Gambut (BRG) melakukan kajian hydrologi gambut dan pengembangan Teknologi Aero Hydro Culture, hasil penemuan Prof Ozaki dari jepang.

    Hal tersebut dikatakan Asisten II Setda Kabupaten Siak Hendrisan, saat membuka kegiatan pelatihan Pembuatan Kompos di Lokasi riset Aerohydro culture di Kampung Koto Ringin, Kecamatan Mempura, Kamis (13/6/2019) pagi.

    Dalam hal ini, kata Hendrisan, BRG juga bekerjasama dengan Word Research International (WRI) Indonesia, LIPI, UNRI (UR), Balitbang, Pertanian Pusat, Badan Penelitian Kehutanan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), serta melibatkan NGO (LSM) yang tergabung dalam Sedagho Siak, seperti Winrock, WRI dan Elang.

    Selanjutnya Hendrisan mengatakan, bahwa pemerintah daerah menyambut baik dan sangat mendukung adanya kegiatan pengembangan teknologi terbaru ini. "Jika ada kendala dalam pengembangan teknologi ini, kami Pemerintah Daerah akan memfasilitasi dan siap membantu,” jelas Hendrisan.

    Hendrisan juga berpesan kepada kelompok tani yang mengikuti kegiatan ini, agar mengikutinya sebaik mungkin agar teknologi ini benar-benar bisa diterapkan dilahan gambut di daerah ini. "Semoga dengan teknologi terbaru ini, nantinya hasil perkebunan kelapa sawit masyarakat akan meningkat, sehingga akan meningkatkan penghasilan mereka,” harap Asisten II tersebut.

    Sementara itu, Prof. Anton dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Jakarta, menjelaskan bahwa Teknologi Aero Hydro Culture merupakan teknologi yang berfungsi untuk memancing akar tanaman untuk naik keatas, sehingga lebih mendapat makanan dari pupuk organik yang telah disediakan.

    "Teknologi Aero Hydro Culture terbuat dari pupuk organik yang dibuat dari rumput, tandan sawit yang kosong (tangkos) dan campuran kotoran hewan,” kata lelaki yang kerap dipanggil Profesor itu.

    Setelah semua bahan dicampur, sambungnya, bahan tersebut akan didiamkan atau diendapkan kurang lebih dua bulan, kemudian baru dicampurkan dengan pupuk lain seperti Pupuk mikorisa, dan pupuk PGPR.

    Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Siak, Budiman Safari menambahkan, teknologi ini akan coba dikembangkan terlebih dahulu di lahan Koperasi Beringin Jaya, Kampung Koto Ringin dengan luas kurang lebih 400 hektare.

    "Setelah teknologi ini berhasil dikembangkan, saya berharap koperasi Beringin Jaya menjadi pengembang usaha primadona, bagi pelaku usaha sawit didaerah lain,” kata Budiman.

    **red/doni



     
    Berita Lainnya :
  • Pertama di Indonesia, Pemkab Siak Kembangkan Teknologi Aero Hydro Culture
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
     
     
    Terpopuler +
    01 Terkesan Sepihak, Perusahaan Angkutan Ferry Naikkan Harga Tiket Hingga 80 Persen
    02 Lanal Tanjungbalai Karimun Musnahkan Hasil Tangkapan Mikol dan Rokok Ilegal
    03 Rokok “Kawasan Bebas” Marak Beredar di Karimun
    04 Peredaran Rokok Ilegal di Kota Tanjungpinang Kian Marak, Bea Cukai Tak Berkutik?
    05 Rokok Tanpa Cukai Beredar Bebas di Luar Kawasan FTZ
    06 Rokok Berbagai Merek Tanpa Label Resmi Beredar di Kota Tanjungpinang
    07 DAFTAR CALON TETAP (DCT) ANGGOTA DPRD KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI PEMILU 2019
     
     
    Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan
    © 2017 MediaLaskar.com | Gerbang Informasi Anak Negeri, all rights reserved