Kamis, 23 Mei 2019
Galeri Foto | Advertorial
Follow Us ON :
 
   
Pilihan Editor ⋅ Foto ⋅ Most Popular
 
ADVERTORIAL PEMKAB ROKAN HILIR
Dinas Perikanan Rohil Gali Potensi Pesisir Pantai dengan Budidaya Kerang
Minggu, 12-05-2019 - 09:30:00 WIB | Dibaca: 896
Foto: Humas Pemkab Rohil
TERKAIT:
 
  • Dinas Perikanan Rohil Gali Potensi Pesisir Pantai dengan Budidaya Kerang
  •  

    Rohil, Medialaskar.com - Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) merupakan satu-satunya daerah di Provinsi Riau yang melakukan budidaya kerang. Bahkan, Rohil siap menjadi percontohan di Riau.

    Saat ini, pemasaran kerang asal Rohil sudah merambah ke Provinsi Sumatera Utara. Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanlut) Kabupaten Rohil sudah merealisasikan program budidaya kerang tersebut di daerah pesisir pantai.



    Bahkan, lahan yang disiapkan untuk kegiatan budidaya kerang luasnya mencapai 124,34 kilometer persegi. Lahan seluas 124,34 kilometer persegi tersebut dipusatkan di garis pantai, mulai dari Kecamatan Pasir Limau Kapas, Bagansiapiapi hingga ke Kecamatan Sinaboi.

    Bupati Rokan Hilir, H. Suyatno, AMP menegaskan, potensi ini sangat luar biasa. Bayangkan saja bisa mencapai puluhan ton sekali panen. Selain mengangkat potensi daerah, budidaya kerang ini harga jualnya juga cukup stabil dan bisa menambah penghasilan masyarakat.

    “Kita bina mereka melalui Dinas Perikanan, bahwa sektor Perikanan Budidaya melalui budidaya kerang juga sangat menjanjikan. Saat ini fokusnya di Laut Sinaboi dan Pasir Limua Kapas,” ungkap Bupati Suyatno, belum lama ini.



    Untuk memanfaatkan lahan di garis pantai tersebut, kata Bupati Rohil, tentunya tetap akan mengikuti ketentuan yang berlaku. Salah satunya melakukan koordinasi dan kerja sama dengan semua instansi terkait, pihak kecamatan dan aparatur kepenghuluan termasuk masyarakat. Karena, pelaksanaan budidaya kerang tersebut dilakukan oleh masyarakat yang berada di pesisir pantai.

    Sementara itu, untuk jenis kerang yang bakal dilakukan untuk kegiatan budidaya tersebut yakni jenis Kerang Darah. Kegiatan budidaya jenis ini hanya memerlukan waktu antara empat hingga lima bulan dan langsung bisa dipanen dengan jumlah yang berlipat.

    "Kalau kegiatan budidaya kerang itu, kita melakukan sebanyak 10 kilogram, maka bisa menghasilkan sekitar 30 kilogram sampai 40 kilogram. Kalau benihnya kita tebarkan satu ton, jelas hasilnya bisa bertambah," imbuh Bupati.

    Sedangkan harga di pasarannya, khususnya di tingkat pengecer bisa mencapai Rp12 ribu per kilogram. Apalagi, di kuala Bagansiapiapi yang berada di depan Sungai Rokan, di saat air laut surut. Maka kelihatan ada delta yang kondisinya juga bisa dijadikan tempat budidaya kerang.



    Selain itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rohil juga bakal menjadikan Kecamatan Sinaboi sebagai sentra budidaya kerang. Pasalnya, selain daerahnya memiliki potensi perikanan yang melimpah ruah, juga memiliki potensi kerang yang berkualitas tinggi.

    Bahkan, pihak kecamatan setempat mengklaim kalau kerang di daerahnya lebih bagus kualitasnya jika dibandingkan kerang yang berada di kecamatan Pasir Limau Kapas (Palika).

    Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Rohil, M Amin mengatakan, salah satu tujuan Panen Raya Budidaya Kerang untuk memberikan motivasi kepada nelayan pembudidaya kerang. “Jadi kita sengaja undang pihak provinsi agar jika ada dana program, Pemerintah Provinsi bisa merealisasikannya di Rokan Hilir.

    M. Amin mengaku, untuk kendala saat ini benih-benih kerang masih berasal dari alam sehingga tergantung dengan kondisi alam. Namun pihaknya sudah berupaya melakukan pembibitan namun belum berhasil. "Inilah yang akan terus kita coba sehingga benihnya bisa lebih berkualitas," jelasnya.

    Sedangkan untuk benih, sambung Kadis Perikanan Rohil ini, terdiri dari dua jenis, diantaranya sebesar Gula Pasir dan Sebesar Biji Kacang. Namun rata-rata saat ini memang benih sebesar gula pasir yang digunakan oleh puluhan pembudidaya kerang. "Jadi panennya tergantung besar bibitnya, bisa enam atau Sembilan bulan dan ini bertahap,” katanya.

    Semua budidaya kerang ini, tambah M. Amin, tidak terlepas dari pantauan Dinas Perikanan Rohil dan akan terus melakukan pembinaan terhadap kelompok budidaya kerang sebagai salah satu alternatif jika hasil Ikan sedang mengalami penurunan.

    "Perikanan tangkap tetap dijalankan dan budidaya kerang juga jalan, jadi bisa dua-duanya bisa dijalankan,” pungkas Kadis Perikanan Rohil ini.

    **red/adv pemkab rohil



     
    Berita Lainnya :
  • Dinas Perikanan Rohil Gali Potensi Pesisir Pantai dengan Budidaya Kerang
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
     
     
    Terpopuler +
    01 Terkesan Sepihak, Perusahaan Angkutan Ferry Naikkan Harga Tiket Hingga 80 Persen
    02 Lanal Tanjungbalai Karimun Musnahkan Hasil Tangkapan Mikol dan Rokok Ilegal
    03 Rokok “Kawasan Bebas” Marak Beredar di Karimun
    04 Peredaran Rokok Ilegal di Kota Tanjungpinang Kian Marak, Bea Cukai Tak Berkutik?
    05 Rokok Tanpa Cukai Beredar Bebas di Luar Kawasan FTZ
    06 Rokok Berbagai Merek Tanpa Label Resmi Beredar di Kota Tanjungpinang
    07 Tanpa Pengawasan, Puluhan Kardus Rokok Diduga Ilegal Dibongkar di Jalan Coastal Area
     
     
    Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan
    © 2017 MediaLaskar.com | Gerbang Informasi Anak Negeri, all rights reserved