Senin, 30 November 2020
Galeri Foto | Advertorial
Follow Us ON :
 
   
Pilihan Editor ⋅ Foto ⋅ Most Popular
 
Jembatan Penghubung Kecamatan Logas Tanah Darat dan Singingi Hilir Dibiarkan Ambruk
Jumat, 06-11-2020 - 18:08:34 WIB | Dibaca: 1373
TERKAIT:
 
  • Jembatan Penghubung Kecamatan Logas Tanah Darat dan Singingi Hilir Dibiarkan Ambruk
  •  

    Kuansing, Medialaskar.com- Sejumlah desa di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) masih terisolir. Jembatan abruk bertahun terbiar. Warga harus menantang arus untuk keluar-masuk. Artinya, seakan tak terjamah oleh pihak pemerintah.

    Padahal jalan itu yang menghubungkan Kecamatan Logas Tanah Darat dan ke Kecamatan Singingi Hilir di Kabupaten Kuansing. Dimana, kondisinya sangat memprihatinkan. Bahkan jalan yang beberapa tahun lalu menjadi akses utama menuju dua kecamatan itu kini tidak lagi banyak dilalui masyarakat.

    Bukan hanya aksesnya yang sulit yakni berlumpur dan licin saat musim hujan dan berdebu saat musim kemarau, tapi juga putusnya jembatan yang dulunya menghubungkan dua kecamatan itu.

    Walianto warga Logas Tanah Darat kepada riauterkini.com, menceritakan, ruas jalan itu kondisinya rusak tanpa ada sentuhan dari pemerintah bertahun-tahun lalu. "Ini sebetulnya akses utama di dua kecamatan, tapi kayaknya tidak dipedulikan oleh pemerintah," terangnya, Jumat (6/11/20).

    Youtuber yang akrab disapa Aak ini bercerita, bukan hanya kondisi jalan yang rusak, kondisi yang miris juga tampak di jembatan yang putus di wilayah itu.

    Sejak 6 tahun terakhir, warga terpaksa harus berputar melewati jalan lain untuk menuju dua kecamatan itu. "Untuk roda dua masih bisa lewat karena ada masyarakat yang menyediakan jasa penyeberangan menggunakan rakit. Ongkosnya Rp5000 sekali menyebrang," katanya.

    Sebenarnya kata Aak, bukan masalah uangnya, tapi minimnya kemanan saat menyebrangi sungai saat itu. Karena kondisi yang buat miris. Rakitnya hanya dipaut satu sampai dua tali saja. Tentu ini jadi ancaman keselamatan. Apalagi jika musim penghujan air sungai naik.

    Sementara lanjut Aak, bagi masyarakat yang menggunakan roda empat harus berputar melewati jalan lain memasuki sebuah PT perkebunan diwilayah itu. Tapi Itupun waktunya hanya sampai jam 7 malam. Jika di atas itu maka gerbang perusahaan di tutup dan itu hanya bisa dilalui kendaraan roda dua saja.

    " Memang ada jalan lain lagi mas, tapi jalan alternatif ini masih rawan begal. Jadi masyarakat takut lewat jalan itu," paparnya.

    Aak sangat sedih melihat buruknya jalan ini. Bagaimana tidak akibat kondisinya yang hancur dan jembatan yang putus, menghambat masyarakat dalam mencukupi kebutuhannya sehari- hari. Artinya, roda perekonomian masyarakat terganggu dengan sulitnya akses jalan ini.

    Bukan hanya itu, sebetulnya terdapat beberapa objek wisata yang justru dapat meningkatkan perekonomian warga jika ruas jalan yang diperkirakan sepanjang 15 kilometer mendapat perhatian pemerintah.

    "Impian kami pemerintah peduli dengan kondisi akses ini, memperbaiki jembatan yang putus sehingga warga bisa kembali beraktifitas lebih leluasa lagi dan lebih mudah lagi," harapnya.

    **



     
    Berita Lainnya :
  • Jembatan Penghubung Kecamatan Logas Tanah Darat dan Singingi Hilir Dibiarkan Ambruk
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
     
     
    Terpopuler +
    01 Agar Anda Tahu, Apa Itu Reses Anggota Dewan?
    02 Syahril Topan Maju Pilkada Rekomen PPP, Sekretaris DPD PAN Rohul Bantah ada Perpecahan
    03 Terkesan Sepihak, Perusahaan Angkutan Ferry Naikkan Harga Tiket Hingga 80 Persen
    04 Lanal Tanjungbalai Karimun Musnahkan Hasil Tangkapan Mikol dan Rokok Ilegal
    05 Peredaran Rokok Ilegal di Kota Tanjungpinang Kian Marak, Bea Cukai Tak Berkutik?
    06 Rokok “Kawasan Bebas” Marak Beredar di Karimun
    07 Program Pembinaan Karang Taruna, Wadah Mewujudkan Generasi Muda Berkualitas
     
     
    Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan
    © 2017 MediaLaskar.com | Gerbang Informasi Anak Negeri, all rights reserved