Rabu, 20 Februari 2019
Galeri Foto | Advertorial
Follow Us ON :
 
   
Pilihan Editor ⋅ Foto ⋅ Most Popular
 
Kembangkan Wisata, Pemkab Kuansing Audiensi dengan Asosiasi Bidang Kepariwisataan dan Dispar Riau
Sabtu, 09-02-2019 - 18:10:00 WIB | Dibaca: 1512
Foto: Medialaskar/Humas
TERKAIT:
 
  • Kembangkan Wisata, Pemkab Kuansing Audiensi dengan Asosiasi Bidang Kepariwisataan dan Dispar Riau
  •  

    Pekanbaru, Medialaskar.com – Dalam upaya meningkatkan pengembangan dan pengelolaan kepariwisataan yang ada di Kabuaten Kuantan Singingi, Jumat (8/2/2019) kemarin, pemerintah setempat mengadakan audiensi dengan para Asosiasi Bidang Kepariwisataan yang ada di Provinsi Riau dan Dinas Pariwisata Provinsi Riau.

    Kegiatan ini bertujuan untuk mendapatkan berbagai masukan cara mengelola dan mengembangkan destinasi pariwisata yang dimiliki Kabupaten Kuansing agar terkelola secara baik dan konfrehensif sehingga nantinya dapat meningkat kunjungan wisatawan ke Kabupaten Kuansing.

    Audiensi Pemkab Kuansing dengan asosiasi bidang kepariwisataan dan Dinas Provinsi Riau yang di selenggarakan di Pekanbaru ini, dihadiri Bupati Drs H Mursini, Wakil Ketua I DPRD Sardiyono, A.Md, M.Si, Sekda DR. Dianto Mampanini SE, MT, Kadis Pariwisata dan Kebudayaan DR. Indrasuandi, ST, MT, dan Kepala OPD terkait.

    Dari Dinas Provinsi Riau langsung dihadiri Kadis Pariwisata Provinsi Riau, Fahmizal Usman. Sedangkan dari Asosiasi Kepariwisataan tampak hadir Indonedia Chef Asosiation, Bangun Suryoto, Ketua Asosiasi Peramu Wisata Indonesia Osvian Saputra, Ketua Lembaga Sertifikasi Nasional

    Acara Audiensi ini dikemas dalam bentuk diskusi yang dipimpin oleh Sekda Dianto Mampanini. Sebelum diskusi dilakukan, terlebih dahulu dilakukan ekspos oleh Bupati H Mursini. Dalam ekspos tersebut Mursini menyampaikan potensi pariwisata Kabupaten Kuansing.

    Semua potensi tersebut mulai dari budaya seperti festival pacu jalur, perahu baganduang, silat Pangean, destinasi wisata alam seperti air terjun yang jumlah mencapai 23 lokasi disampaikan oleh Mursini di hadapan asosiasi kepariwisataan Riau yang hadir pada kesempatan tersebut.

    Kemudian Mursini juga menyampaikan bahwa Kuansing juga memiliki ekowisata Bukit Rimbang Baling, tradisi mamucuak atau menangkap ikan di Desa Pangkalan Indarung Kecamatan Singingi, sumber air panas di Sungai Pinang Kecamatan Hulu Kuantan, hutan kota dan rumah godang di Teluk Kuantan Kecamatan Kuantan Tengah.

    "Daerah kami banyak sekali potensi wisata baik religius, budaya maupun alam. Persoalannya belum terkelola secara baik sehingga kami sangat memerlukan masukan dari berbagai pemangku kepentingan dan pelaku usaha kepariwisataan yang ada di Riau sehingga semua potensi wisata tadi bisa menarik kunjungan wisatawan ke daerah kami, begitu juga dengan kerjasama, pelayanan dan keterampilan sumberdaya manusia di bidang kepariwisataan juga bisa semakin meningkat," terang Mursini.

    Sementara itu, Kadis Pariwisata Riau Fahmizal Usman mengakui bahwa potensi wisata di Kabupaten Kuansing sangat prospek untuk dikembangkan. Dicontohkannya penyelenggaraan pacu jalur yang sudah berusia 115 tahun dan dihadiri puluhan ribu pengunjung menurutnya perlu dikembangkan lagi pengelolaannya.

    "Saya melihat di tepian Nerosa sangat banyak tenda berwarna hijau (terpal), seakan-akan kita melihatnya seperti kumuh. Sebaiknya atap pondok tersebut diganti saja dengan yang lebih menarik dan natural misalnya atap dari daun rumbia atau sejenisnya sehingga dapat menghilangkan kesan kumuhnya," saran Fahmizal.

    Agar terkelola secara konfrehensif lagi pelaksanaan festival pacu jalur tersebut, Fahmizal menyarankan Pemkab Kuansing dapat melakukan kerjasama dengan pihak swasta.

    "Saya mendengar ada pihak swasta yang ingin membantu pengelolaan penyelenggaraan pacu jalur agar menjadi lebih baik lagi dan menarik wisatawan untuk datang. Saya kira Pemkab Kuansing dapat menjajaki dan bekerjasama dengan pihak swasta untuk itu," saran Fahmizal kembali.

    Sementara itu Ahmad Fadli dari Asosiasi yang bergerak di bidang penyelenggara even dan pameran menyarankan, Pemkab Kuansing membuat kalender pariwisata dan dalam menyelenggarakan sebuah even, harus sudah pasti waktu dan tanggal penyelenggaraan minimal satu tahun sebelum even dilaksanakan. Sehingga calon wisatawan bisa merancang skedul mereka untuk berkunjung menyaksikan pacu jalur.

    Karena Kuansing belum ada organisasi di bidang perhotelan, Ahmad Fadli juga menyarankan agar di Kabupaten Kuansing harus segera dibentuk organisasi tersebut. Dari organisasi itu nantinya diminta mereka turut memberikan kontribusi sumbang dan saran kepada Penkab Kuansing untuk penyelenggaraan sebuah even pacu jalur atau kegiatan kepariwisataan lainnya.

    Sementara itu, Sekda Kuansing Dianto Mampanini menyampaikan, agar segala potensi destinasi wisata yang dimiliki Kuansing bisa dilihat dan dinikmati wisatawan, diperlukan penanganan secara konfrehensif. Saat ini telah dirancang agenda kegiatan wisata yang diberi nama “Semalam di Kuansing”. Ada beberapa parian agenda wisata yang disajikan kepada pengunjung atau wisatawan.

    Mulai dari mengunjungi air terjun Guruh Gemurai di Lubuk Jambi, kemudian air terjun tujuh tingkat Batang Koban di Lubuk Ambacang, kesenian Randai pada malam harinya di kota Teluk Kuantan, sampai kepada menyaksikan keindahan alam di Desa Pangkalan Indarung di Kecamatan Singingi dan berbagai tempat lainnya akan disajikan kepada para wisatawan.

    "Ini sudah pernah kami buat beberapa waktu lalu saat rombongan Sekda Inhil berkunjung ke Kuansing. Kedepan tentunya akan kita kemas menjadi lebih varian lagi sehingga menjadi lebih kompleks dan menarik," terang Dianto Mampani.

    **red/humas



     
    Berita Lainnya :
  • Kembangkan Wisata, Pemkab Kuansing Audiensi dengan Asosiasi Bidang Kepariwisataan dan Dispar Riau
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
     
     
    Terpopuler +
    01 Terkesan Sepihak, Perusahaan Angkutan Ferry Naikkan Harga Tiket Hingga 80 Persen
    02 Lanal Tanjungbalai Karimun Musnahkan Hasil Tangkapan Mikol dan Rokok Ilegal
    03 Rokok “Kawasan Bebas” Marak Beredar di Karimun
    04 Rokok Tanpa Cukai Beredar Bebas di Luar Kawasan FTZ
    05 Rokok Berbagai Merek Tanpa Label Resmi Beredar di Kota Tanjungpinang
    06 Tanpa Pengawasan, Puluhan Kardus Rokok Diduga Ilegal Dibongkar di Jalan Coastal Area
    07 Jenguk Korban Begal, Bupati Kuansing Minta Pelaku Dihukum Setimpal
     
     
    Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan
    © 2017 MediaLaskar.com | Gerbang Informasi Anak Negeri, all rights reserved