Minggu, 28 November 2021
Galeri Foto | Advertorial
Follow Us ON :
 
   
Pilihan Editor ⋅ Foto ⋅ Most Popular
 
Kantor Desa Pandau Jaya Didatangi Warga, Ada Apa .... ???
Kamis, 14-05-2020 - 09:54:34 WIB | Dibaca: 25565
TERKAIT:
 
  • Kantor Desa Pandau Jaya Didatangi Warga, Ada Apa .... ???
  •  

    Kampar, Medialaskar.com- Kantor Desa Pandau Jaya yang terletak di RT 1/RW 8, kawasan sekitar Perumahan Mahang Raya. Tampak didatangi ratusan warga dengan membawa Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) serta secarik kertas ada logo hologram.

    Pantauan lapangan, saat ini warga yang datang itu, tampak berada di luar pagar Kantor Desa Pandau Jaya, Kecamatan Siak Hulu tesebut, dengan berkerumun (kumpul, red) pada saat Pandemi Covid. Ratusan warga itu didominasi kalangan perempuan. Mereka duduk-duduk, yang sebagian warga lainnya sudah masuk di halaman kantor tersebut.

    Pantauan dilapangan itu, ratusan warga berkumpul di Kantor Desa Pandau Jaya ini pada pukul 09.30 WIB. Tampak yang datang itu, dengan kendaraan roda dua dan bahkan roda empat. Sebahagianya warga masih ada tidak indahkan aturan protokol kesehatan sebagaimana yang dianjurkan pemerintah dalam antisipasi penyebaranya virus covid.

    Terdengar teriakan dari pengeras suara yang disuarakan petugas Desa Pandau Jaya Syamsuddin, meminta pada warga untuk tertib dengan antrian. Juga minta pada warga agar untuk mentaati aturan protokol kesehatan. Namun warga yang hadir di kantor desa masoh terkesan tak meindahkan imbauan. Bahkan disaat itu tak ada aparat keamanan.

    Usut punya usut ternyata warga datang ke Kantor Desa Pandau Jaya ini dengan mendapatkan undangan dari desa yang disampaikan itu kepada masing-masing Ketua RT. "Datang ke kantor desa, yang sebagaimana disampaika Pak RT, untuk ambil Bantuan Langsung Tunai (BLT) di Kantor Desa Pandau Jaya. Ini undangan tersebut," kata warga itu.

    Lebih lanjut disampaikannya, mamang tidak menyangka dapatkan bantuan ini ditengah pandemi covid. Namun sangat bersyukur dengan bantuan ini kabarnya dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI. Kabarnya, itu bantuan bukan Sembako. Tetapi uang tunai sebesar Rp600 ribuan yang diterima setiap bulan. Tapi, hanya sampai tiga bulan berikut.

    Sementara itu, terkait ini salah seorang RT dikonfirmasi, membenarkan adanya pembagian BLT pada warga. Yakni kata dia, sebelumnya ada undangan diterima dari Desa Pandau Jaya. Isinya itu minta warga yang terdata dalam undangan ini untuk datang ke kantor desa. "Warga itu diminta datang mengambil BLT. Dan itu, bawa KK/KTP," kata RT ini.

    Namun anehnya, kata RT yang enggan disebutkan namanya ini menyebut, ada warga yang sudah pindah ditahun 2016 lalu, tetapi masih masuk juga data pada penerimaan BLT dari Kemensos RI yang sebesar Rp600 ribuan tersebut, disebab pandemi covid. Tetapi, sambungnya, ini bukan untuk warga yang memiliki kartu PKH. Namun imbas covid.

    Terkait hal ini Kepala Desa Pandau Jaya Firdaus Roza dikonfirmasi melalu pesan WhatsApp mengatakan, bahwa kegiatan di kantor ini adalah pembagian BLT dari Kemensos RI. Artinya yang datang saat ini sesuai data nama diterbitkan melalui Kemensos RI dalam penanganan akibat dampak virus Corona. Tetapi, itu bukan yang pemilik dari kartu PKH.

    "Itu penyerahanya BLT yang merupa dari Kemensos RI, pada warga Desa Pandau yang sudah terdata. Kita, hanya sebagai penyedia tempat. Jadi itu datanya yang dari Kemensos RI. Data itu disampaikan pada tiap RT, supaya warga yang terdata ini datang ke kantor desa untuk ngambil BLT. Ini diserahkan oleh petugas Kantor Pos kepada warga," katanya.

    Firdaus Roza mengatakan, terkait data-data penerima BLT tersebut, dirinya tak tahu pasti pendataan. Karena sekarang di desa hanya sebagai penyedia tempat. Tapi yang jelas sambungnya, penerima BLT sebesar Rp600 ribuan itu, bukannya pemilik kartu PKH. Bantuan ini kabarnya ungkap Firdaus Roza, akan berlangsung hingga tiga bulan kedepan.

    Disinggung apa itu data lama, dikarena sesuai pengakuan RT, bahwa ada warga sudah pindah tetapi masih masuk pada data penerima BLT ? Lagi-lagi dalam hal ini Firdaus Roza mengatakan, bahwasa dirinya tidak tahu itu data tahun berapa. Desa hanya diminta membagi undangan sesuai data Kemensos RI. Jadi bukanya kewenangan pihak desa.

    "Kalau memang ada yang sudah pindah. Tapi masih masuk dalam data tersebut, maka sesuai ketentuanya Kemensos RI, itu tidak dapat dialihkan pada pihak lain. Makanya, warga pada pengambilan BLT itu harus membawa Kartu Keluarga dan KTP yang diperlihatkan kepada petugas membayar BLT," katanya. Lebih lanjut ia katakan, bukan Non DTKS.

    **red/rul



     
    Berita Lainnya :
  • Kantor Desa Pandau Jaya Didatangi Warga, Ada Apa .... ???
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
     
     
    Terpopuler +
    01 Agar Anda Tahu, Apa Itu Reses Anggota Dewan?
    02 Borneo Water Park Kampar; Objek Wisata Air dengan Aneka Fantasi
    03 Syahril Topan Maju Pilkada Rekomen PPP, Sekretaris DPD PAN Rohul Bantah ada Perpecahan
    04 Terkesan Sepihak, Perusahaan Angkutan Ferry Naikkan Harga Tiket Hingga 80 Persen
    05 Lanal Tanjungbalai Karimun Musnahkan Hasil Tangkapan Mikol dan Rokok Ilegal
    06 Program Pembinaan Karang Taruna, Wadah Mewujudkan Generasi Muda Berkualitas
    07 Peredaran Rokok Ilegal di Kota Tanjungpinang Kian Marak, Bea Cukai Tak Berkutik?
     
     
    Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan
    © 2017 MediaLaskar.com | Gerbang Informasi Anak Negeri, all rights reserved