Rabu, 17 Juli 2019
Galeri Foto | Advertorial
Follow Us ON :
 
   
Pilihan Editor ⋅ Foto ⋅ Most Popular
 
Bupati Kampar Sarankan Festival Cipta Menu Pecahkan Rekor MURI
Senin, 08-07-2019 - 11:45:00 WIB | Dibaca: 1344
Foto: Medialaskar/Syaiful
TERKAIT:
 
  • Bupati Kampar Sarankan Festival Cipta Menu Pecahkan Rekor MURI
  •  

    Kampar, Medialaskar.com - Bupati Kampar Catur Sugeng Susanto, SH sangat mengapresiasi pelaksanaan Festival Lomba Cipta Menu tingkat Kabupaten Kampar tahun 2019 sekaligus menyarankan kedepannya Festival ini bisa memecahkan Rekor MURI.

    Hal tersebut disampaikan Bupati Kampar saat membuka Festival Lomba Cipta Menu Pangan Lokal beragam, bergizi, berimbang dan aman tingkat Kabupaten Kampar, Senin (8/7/2019) bertempat di Pelataran Ramayana Bangkinang Kota.

    Lebih lanjut Bupati Kampar menambahkan, hal ini sangat perlu terus dilakukan, selain aman bagi kesehatan juga sebagai ajang prinsip mengolah dan mengkonsumsi makanan lokal tanpa bahan pengawet.

    “Sebab apabila ini bisa dijalankan dengan baik, maka insyaallah kedepan kita akan jauh dari sakit. Karena kita mengkonsumsi makanan setiap hari yang beragam, bergizi, seimbang dan aman,” tutur Bupati Catur.

    Usai melakukan pemukulan gong tanda dibukanya lomba, Bupati Kampar didampingi Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau Rosdi, SE, MM, Sekda Kampar Drs Yusri, M.Si dan Wakil Ketua I TP-PKK Kabupaten Kampar Juli Mastuti serta para Kepala Dinas, meninjau seluruh stand menu setiap Kecamatan yang diperlombakan.

    Dalam peninjauan, Bupati Kampar mencicipi dan membeli sebagian makanan khas Kampar dan sayuran dari setiap Kecamatan. Kepada peserta lomba, Bupati Kampar berharap makanan yang dipelombakan, nantinya dijual di masyarakat juga makanan yang dilombakan tanpa pengawet dan pewarna seperti saat ini.

    Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Kampar, Cokro Aminoto, MM melaporkan, bahwa kegiatan ini dilakukan guna meningkatkan pengetahuan masyarakat untuk memiliki prinsip dalam menciptakan makanan yang beragam, bergizi, seimbang dan aman dengan memanfaatkan lahan pangan lokal.

    “Sebab, sejauh ini tanpa kita sadari dan sengaja berbagai zat pewarna dan pengawet sering kita konsumsi, akan tetapi semua itu sangat barbahaya. Contohnya seperti formalin yang merupakan larutan yang tidak berwarna dan bau yang busuk, dimana biasanya ini digunakan untuk perekat kayu makanya dilarang untuk pengawet makanan,” kata Cokro Aminoto.

    Selanjutnya, tambah Kadis Ketahanan Pangan Kampar ini, jenis Boraks yang merupakan senyawa berbentuk kristal putih berwarna tidak berbau. Boraks yang biasa digunakan kebanyakan penjual adalah boraks bleng.

    Kemudian Rhodamin yang merupakan sisentis berbentuk serbuk kristal yang biasa digunakan untuk industri tekstil dan dilarang untuk makanan, serta Residu yang merupakan pencemaran terhadap bahan pangan segar, dimana apabila bahan ini digunakan untuk makanan maka bisa menimbulkan kanker dan mengganggu sistem syaraf.

    **red/syaiful



     
    Berita Lainnya :
  • Bupati Kampar Sarankan Festival Cipta Menu Pecahkan Rekor MURI
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
     
     
    Terpopuler +
    01 Terkesan Sepihak, Perusahaan Angkutan Ferry Naikkan Harga Tiket Hingga 80 Persen
    02 Lanal Tanjungbalai Karimun Musnahkan Hasil Tangkapan Mikol dan Rokok Ilegal
    03 Rokok “Kawasan Bebas” Marak Beredar di Karimun
    04 Peredaran Rokok Ilegal di Kota Tanjungpinang Kian Marak, Bea Cukai Tak Berkutik?
    05 Rokok Tanpa Cukai Beredar Bebas di Luar Kawasan FTZ
    06 Peredaran Rokok Ilegal di Kota Tanjungpinang Kian Marak, Aparat Terkait Tutup Mata?
    07 Rokok Berbagai Merek Tanpa Label Resmi Beredar di Kota Tanjungpinang
     
     
    Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan
    © 2017 MediaLaskar.com | Gerbang Informasi Anak Negeri, all rights reserved