Selasa, 18 Februari 2020
Galeri Foto | Advertorial
Follow Us ON :
 
   
Pilihan Editor ⋅ Foto ⋅ Most Popular
 
Proyek RS Madani Diduga Menyimpang, LSM Siapkan Berkas Laporan
Selasa , 11-02-2020 - 14:01:12 WIB | Dibaca: 1093

TERKAIT:
 
  • Proyek RS Madani Diduga Menyimpang, LSM Siapkan Berkas Laporan
  •  

    Pekanbaru,Medialaskar.com- Kendati, kini pembangunan Rumah Sakit (RS) Madani yang terletak di Jalan Garuda Sakti, Tampan Kota Pekanbaru ternyata masih ada meninggalkan permasalahan dalam proyek tersebut. Karena diduga, dengan penyimpangan anggaran.

    Dugaan muncul, ketika tim investigasi dari media dan LSM secara bersama-sama melakukan tugas dan fungsinya mengawasi dan memantau keberadaan rumah sakit tersebut, sehubungan telah lewat satu tahun, Walikota Pekanbaru, DR. Firdaus, ST.,MT meresmikan untuk operasional rumah sakit jadi kebanggan Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru.

    Dari temuan tim investigasi di lokasi gedung RS Madani Pekanbaru itu yang cukup mengagetkan. Adalah manakala ditemukan hampir seluruh bangunan di sisi bagian belakang ternyata diketahui belum selesai pembangunannya dan diduga kuat mangkrak beberapa tahun belakangan.

    Seperti keadaan tembok dinding bagian dalam dan samping gedung itu masih amburadul. Tampak asal-asalan bahkan bangunan terlihat menggunakan bahan batu batako, serta lantai tiga dari rumah sakit itu belum dapat digunakan, karena belum selesai dikerjakan.

    Selain itu, keadaan rumah sakit terlihat tidak terurus dibagian samping dan belakang, karena dipenuhi rerumputan liar yang tumbuh di atas bangunan, sehingga terkesan tidak dirawat dan seakan bagai rumah hantu yang tidak bermanfaat bagi masyarakat.

    Ketika tim melanjutkan penelusuranya hingga kebagian belakang gedung, ternyata sesuatu sangat mengejutkan ditemukan pada bangunan kamar mayat yang terlihat mangkrak beberapa tahun, dan tidak memiliki pondasi bangunan. Karena gedung terlihat menggantung, dan sangat membayakan jika terjadi goncangan akibat angin kencang.

    "Ini semua kita duga akibat penyimpangan anggaran sejak awal kegiatan proyek, sekalipun proyek yang dilakukan dengan sistem multiyers dan telah menelan anggaran kurang lebih 100 Milyaran, ternyata tidak memberikan hasil yang sesuai dengan harapan masyarakat, karena kondisi bangunan RS. Madani sangat menyedihkan dan secara kasat mata, sangat tidak bersesuaian dengan biaya yang sudah dihabiskan dari APBD Pemko Pekanbaru, maupun bantuan dari pusat," terang Ketua LSM Pilar Bangsa, Superleni, S.sos.

    Diketahui anggaran dari APBD Pemko Pekanbaru yang telah tertelan oleh proyek RS. Madani adalah bertahap dengan sistem multiyers, yaitu tahun  Tahun pertama (2014) pembangunan menghabiskan dana sebesar Rp6,3 miliar, di tahun kedua (2015) dana yang dikucurkan sebesar Rp41,4 miliar, sementara untuk tahun ketiga, diketahui menghabiskan dana Rp42,3 miliar sehingga seluruhnya berjumlah sebesar Rp.89 miliaran.

    Ternyata diketahui lagi, bahwa ada bantuan dari pusat sebesar 7 Milyar  ditambah dengan anggaran yang telah direalisasikan ditahun 2018 sebesar 16 Milyar lebih, sekalipun dalam papan plang proyek tidak dicantumkan tahun anggaran, sehingga biaya yang telah digelontorkan untuk pembangunan RS. Madani hingga tahun 2018 sudah mencapai seratus Milyar lebih atau tepatnya kurang lebih Rp. 112 Milyar.

    Atas hal itu, Superleni, mengatakan harapanya kepada aparat penegak hukum, khususnya kejaksaan dan kepolisian diminta untuk segera bertindak melakukan penyelidikan, sebab berdasarkan hasil bangunan yang telah menelan anggaran ratusan Milyar tersebut tidak sepadan dengan hasil bangunan jika dilihat secara kasat mata. 

    "Kita minta Kejaksaan segera mungkin melakukan penyelidikan atas dugaan korupsi di proyek multi years RS. Madani Jalan Garuda Sakti Pekanbaru yang telah menelan biaya 100 Milyar lebih, karena diduga kuat adanya tindakan penyimpangan," kata Superleni.

    Superleni mengatakan, pembangunan di RS Madanii Pekanbaru itu, penampakan fisik bangunan dengan nilai anggaranya telah direalisasikan, maka sangat layak diselidiki penegak hukum, khusunya itu pihak kejaksaan atau kepolisian, bahkan ditegaskan Superleni, jika nantinya tidak ada juga progres yang berarti dari pihak penegak hukum di Pekanbaru pihaknya akan persiapkan berkas laporan kepada KPK di Jakarta.

    Dijelaskan oleh Superleni, pihaknya juga akan segera untuk melayangkan surat permohonan kepada pihak BPK untuk melakukan audit, agar dugaan kerugian Keuangan Negara ituvdapat diperoleh dengan secara rinci. "Tidak menutup kemungkinan kita akan minta BPK, kita akan layangkan surat permohonan audit untuk ini nanti," kata Superleni.

    **red/rul



     
    Berita Lainnya :
  • Proyek RS Madani Diduga Menyimpang, LSM Siapkan Berkas Laporan
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
     
     
    Terpopuler +
    01 Terkesan Sepihak, Perusahaan Angkutan Ferry Naikkan Harga Tiket Hingga 80 Persen
    02 Lanal Tanjungbalai Karimun Musnahkan Hasil Tangkapan Mikol dan Rokok Ilegal
    03 Peredaran Rokok Ilegal di Kota Tanjungpinang Kian Marak, Bea Cukai Tak Berkutik?
    04 Rokok “Kawasan Bebas” Marak Beredar di Karimun
    05 Peredaran Rokok Ilegal Tanpa Cukai di Tanjungpinang Kian Marak, Warga: Merugikan Keuangan Negara
    06 Rokok Tanpa Cukai Beredar Bebas di Luar Kawasan FTZ
    07 Peredaran Rokok Ilegal di Kota Tanjungpinang Kian Marak, Aparat Terkait Tutup Mata?
     
     
    Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan
    © 2017 MediaLaskar.com | Gerbang Informasi Anak Negeri, all rights reserved