Selasa, 26 Januari 2021
Galeri Foto | Advertorial
Follow Us ON :
 
   
Pilihan Editor ⋅ Foto ⋅ Most Popular
 
Problem Agraria di Riau, Kerjasama dengan PTPN V Kisruh Ini Kopsa Makmur Minta Dukungan SMSI
Selasa, 15-12-2020 - 17:01:12 WIB | Dibaca: 2493
TERKAIT:
 
  • Problem Agraria di Riau, Kerjasama dengan PTPN V Kisruh Ini Kopsa Makmur Minta Dukungan SMSI
  •  

    Jakarta, Medialaskar.com- Problem agraria masih terjadi. Polemik yang muncul belum juga mereda sepanjang ada upaya jahat dari oknum tertentu dalam memuluskan langkahnya.

    Fakta ini tergambar jelas dari rumitnya persoalan antara PT Perkebunan Nusantara (PTPN) V dan Koperasi Petani Sawit Makmur (KOPSA-M) di Desa Pangkalan Baru, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. 

    Kisruh yang telah berlangsung  cukup lama ini bermula dari pembangunan kebun kelapa sawit milik KOPSA-M di Desa Pangkalan Baru Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Riau.

    Dimana sebelumnya, kebun koperasi ini dibangun oleh Bank Agro sebanyak tiga tahap; 400 hektare, 1.150 hektare dan 500 hektare. Tapi belakangan, kebun tahap satu itu disebut  lenyap dan  PTPN V  hanya mengakui kalau kebun milik koperasi cuma kebun tahap dua dan tiga.

    Sepenggal cerita tersebut diungkapkan Ketua KOPSA-M Dr. Anthony Hamzah, ketika berkunjung  ke kantor Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Pusat di Jalan Veteran II, RT.2/RW.3, Gambir, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (11/12/20) dan diterima langsung oleh Ketua Umum SMSI Pusat, Firdaus.

    Anthony bersilaturahmi ke kantor SMSI Pusat  usai melaporkan persoalan antara KOPSA-M dan PTPN V ke Presiden RI melalui Kepala Stap Presiden (KSP). 

    Melanjutkan ceritanya, menurut  Anthony setelah melalui perjalanan panjang, sampai saat ini belum  ada serah terima kebun dari PTPN-V ke Koperasi.

     "Kita hanya membantu mereka merawat tanaman karena sejak bulan April 2017 PTPN-V meninggalkan kebun," ungkap Anthony melalui rilisnya.

    Dijelaskan Anthony, sesuai Pergub Riau No. 7 Tahun 2001 BAB VI pasal 23 ayat 5 poin  a berbunyi biaya yang timbul akibat keterlambatan pengalihan kebun kepada koperasi/petani plasma karena kelalaian perusahaan inti menjadi tanggungjawab perusahaan inti.

    "Oleh sebab itu pengurus akan tetap memperjuangkan penghapusan hutang dan menuntut pengembalian aset yang pernah diserahkan pada tahun 2001 ke PTPN-V melalui Mardjan Ustha  selaku Direktur SDM," pungkas Anthony.

    Dengan semua ceritanya tersebut, Anthony berharap Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) dapat membantu ikut mengawal kasus tersebut. 

    "Sebagai sesama dari kelompok pengusaha kecil, kiranya SMSI dapat bersinergi dan saling menjaga," harap Anthony.

    Menanggapi permintaan Anthony, Ketua Umum SMSI Pusat didampingi Wakil Sekretaris Jenderal, Yono Hsrtono mengatakan pengurus SMSI berjanji, akan terus memantau perkara ini hingga ada kejelasan tersebut.

    **/rls



     
    Berita Lainnya :
  • Problem Agraria di Riau, Kerjasama dengan PTPN V Kisruh Ini Kopsa Makmur Minta Dukungan SMSI
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
     
     
    Terpopuler +
    01 Agar Anda Tahu, Apa Itu Reses Anggota Dewan?
    02 Syahril Topan Maju Pilkada Rekomen PPP, Sekretaris DPD PAN Rohul Bantah ada Perpecahan
    03 Borneo Water Park Kampar; Objek Wisata Air dengan Aneka Fantasi
    04 Terkesan Sepihak, Perusahaan Angkutan Ferry Naikkan Harga Tiket Hingga 80 Persen
    05 Lanal Tanjungbalai Karimun Musnahkan Hasil Tangkapan Mikol dan Rokok Ilegal
    06 Peredaran Rokok Ilegal di Kota Tanjungpinang Kian Marak, Bea Cukai Tak Berkutik?
    07 Rokok “Kawasan Bebas” Marak Beredar di Karimun
     
     
    Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan
    © 2017 MediaLaskar.com | Gerbang Informasi Anak Negeri, all rights reserved