Senin, 30 November 2020
Galeri Foto | Advertorial
Follow Us ON :
 
   
Pilihan Editor ⋅ Foto ⋅ Most Popular
 
Wartawan Detikcom Chaidir Tanjung Wafat, Gubri Sampaikan Duka Mendalam
Jumat, 20-11-2020 - 13:15:00 WIB | Dibaca: 1232
Chaidir Anwar Tanjung
TERKAIT:
 
  • Wartawan Detikcom Chaidir Tanjung Wafat, Gubri Sampaikan Duka Mendalam
  •  

    Pekanbaru, Medialaskar.com - Dunia Pers Riau kembali kehilangan salah seorang wartawan terbaiknya. Wartawan Detikcom liputan Riau, Chaidir Anwar Tanjung meninggal dunia, Kamis (19/11/2020) malam sekitar pukul 22.00 WIB akibat serangan jantung. Ia sempat dilarikan ke RS Eka Hospital, namun tidak bisa terselamatkan.

    Kepergian Chaidir Tanjung sangat mengejutkan segenap insan pers dan berbagai kalangan di Riau. Gubernur Riau Drs H Syamsuar, M.Si juga sangat berduka atas kepergian wartawan senior yang dikenal memiliki pergaulan luas.

    "Innalillahi wainna ilaihi rojiun. Kami sekeluarga turut berduka cita dan ikut mendoakan almahum Chaidir Tanjung. Allahummagfirlahu warhamhu waafihi wafuanhu. Semoga almarhum husnul khotimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan iman dan sabar menerima cobaan ini Amin YRA," ujar Gubernur Syamsuar kepada wartawan, Jumat (20/11/2020).

    Dunia pers Riau saat ini sebenarnya masih dalam suasana duka, karena baru kehilangan salah seorang wartawan seniornya, Mohd Moralis, Pemimpin Redaksi media online Riaumandiri.id akibat Covid-19 beberapa pekan silam.

    Secara terpisah, Tokoh Pers Riau dan Ketua Dewan Kehormatan Provinsi (DKP) PWI Riau H Dheni Kurnia juga tidak dapat menyembunyikan duka mendalamnya atas wafatnya Haidir Tanjung.

    "Almarhum wartawan yang gigih, pintar dan tipikal wartawan pemberani," kata Dheni Kurnia mengenang sosok Chaidir Tanjung.

    Pada Jumat pagi ini di kediaman almarhum di Perumahan Griya Ceria, Blok A Nomor 5 Jalan Purwodadi Kecamatan Tampan, Pekanbaru, terlihat ramai para pelayat yang ingin melihat dan memberi penghormatan terakhir kepada Chaidir.

    Mulai dari wartawan, hingga pejabat publik bergantian keluar masuk, terlihat mata para hadirin berkaca-kaca dan tidak sedikit yang tak kuasa menahan tangis.

    Setelah dishalatkan usai Shalat Jumat di mesjid dekat rumah almarhum, jenazah kemudian dibawa menuju tempat peristirahatan terakhirnya di TPU Kertama dekat Bandara Sultan Syarif Kasim II.

    Salah satu rekan almarhum, Sahnan Rangkuti, wartawan Kompas di Riau menceritakan, usai berbuka puasa sunat pada Kamis petang kemarin, almarhum mengalami sesak nafas. Saat itu, ia langsung dibawa ke rumah sakit Eka Hospital Pekanbaru.

    Setelah mendapat penanganan sekitar lima jam, Chaidir Anwar Tanjung tak terselamatkan. Ia akhirnya menghadap sang khalik. "Saya tak menyangka, padahal kami masih berkomunikasi seperti biasa pada Kamis petang itu," sebut Sahnan.

    Sebelum wafat, Chaidir Anwar Tanjung baru saja merampungkan karya tulis tentang upaya konservasi harimau dan penanganan konflik manusia versus harimau di Sumatera. Buku itu diberi judul Bonita: Hikayat Sang Raja.

    Di dalam buku itu, Chaidir Tanjung menulis tentang perjalanan Bonita, seekor harimau sumatera betina di kawasan Kecamatan Pelangiran Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Riau.

    Chaidir menuliskan rekam jejak konflik Bonita versus manusia yang merepotkan semua orang, pemerintah, masyarakat, aktivis lingkungan hingga media massa.

    Sementara itu, Menteri LHK Siti Nurbaya dalam pesan duka di berbagai grup WhatsApp mengungkapkan keterkejutaannya atas kabar meninggalnya Haidir Tanjung. "Seorang sahabat jurnalis yang saya banggakan dan sayangi, Chaidir Anwar Tanjung, jurnalis Detik.com telah berpulang," tulis Siti Nurbaya.

    Menurut Siti, dia bertemu almarhum beberapa hari lalu di Pekanbaru, untuk persiapan launching buku yang ditulisnya berjudul “Bonita: Hikayat Sang Raja”. "Bang Chaidir...selamat jalan. Terimakasih atas segala dedikasi dan karya jurnalistik yang luar biasa. Segenap doa saya untuk keluarga dan sahabat yang merasakan kehilangan. Semoga rahimahullah husnul khotimah, dan mendapat tempat terbaik di sisi Allah Taala. Aamin," tulis Siti Nurbaya.

    "Insya Allah, buku warisan Bang Chaidir tetap kita cetak. Launching bukunya juga tetap akan digelar di Manggala Wanabhakti. Ini sebagai bentuk penghormatan pada dedikasi seorang jurnalis pejuang lingkungan hidup Indonesia dari Riau. Karya Bang Haidir tentang kisah penyelamatan Harimau Sumatera, akan abadi," sambung Menteri LHK Siti Nurbaya.

    **red/ist



     
    Berita Lainnya :
  • Wartawan Detikcom Chaidir Tanjung Wafat, Gubri Sampaikan Duka Mendalam
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
     
     
    Terpopuler +
    01 Agar Anda Tahu, Apa Itu Reses Anggota Dewan?
    02 Syahril Topan Maju Pilkada Rekomen PPP, Sekretaris DPD PAN Rohul Bantah ada Perpecahan
    03 Terkesan Sepihak, Perusahaan Angkutan Ferry Naikkan Harga Tiket Hingga 80 Persen
    04 Lanal Tanjungbalai Karimun Musnahkan Hasil Tangkapan Mikol dan Rokok Ilegal
    05 Peredaran Rokok Ilegal di Kota Tanjungpinang Kian Marak, Bea Cukai Tak Berkutik?
    06 Rokok “Kawasan Bebas” Marak Beredar di Karimun
    07 Program Pembinaan Karang Taruna, Wadah Mewujudkan Generasi Muda Berkualitas
     
     
    Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan
    © 2017 MediaLaskar.com | Gerbang Informasi Anak Negeri, all rights reserved