Sabtu, 24 Oktober 2020
Galeri Foto | Advertorial
Follow Us ON :
 
   
Pilihan Editor ⋅ Foto ⋅ Most Popular
 
Rusidi Rusdan Sebut Sudah 1.071 Kali Pertemuan Digelar, Ada 23 Pelanggaran Diproses Bawaslu Riau
Jumat, 16-10-2020 - 20:33:12 WIB | Dibaca: 869
TERKAIT:
 
  • Rusidi Rusdan Sebut Sudah 1.071 Kali Pertemuan Digelar, Ada 23 Pelanggaran Diproses Bawaslu Riau
  •  

    Pekanbaru, Medialaskar.com- Sejak 26 September 2020 sampai dengan hari ini Jumat (16/10/20), kampanye dilaksana berjalan selama 20 hari Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati, serta Walikota dan Wakil Walikota di 9 kabupaten/kota se-Riau. Terdata, melakukan Kampanye sebanyak 1.071 kali kampanye. Namun, dari kampanye itu, ada 23 pelanggaran diproses.

    Demikian disampaikanya Rusidi Rusdan selaku Ketua Bawaslu Riau. Disebutkan dia, pelanggarannya diproses itu berupa sanksi pembubaran kampanye ini makin bertambah 3 kasus dari 10 hari pertama menjadi 5 kasus, penambahan terjadi di Kabupaten Rokan Hilir, pada Kecamatan Bagan Sinembah, Kecamatan Pujud, dan Kecamatan Tanah Putih.

    "Hasil pengawasan dari kami di 10 hari kedua kampanye ini, ada ditemukan itu 3 kegiatan kampanye yang dibubarkan di Kabupaten Rokan Hilir dikarena tidak memiliki STTP. Namun, hal penyebaran bahan kampanye, Bawaslu belum bisa menemukan bahan kampanye itu yang disebarkan Paslon. Masih sama seperti sebelumnya itu yakni pakaian, penutup kepala, masker, stiker, hand sanitizer, kalender dan kartu nama," katanya.

    Dari catatan kegiatan kampanye se- Riau, jumlah pertemuan terbatas atau tatap muka tertingggi di Kota dumai, sebanyak 262 kampanye, sedangkan pelaksanaan kampanye terendah berada di Kabupaten Kuansing dengan jumlah sebanyak 43 kampanye.

    Sementara itu, halnya total Alat Peraga Kampanye (APK) yang telah terpasang setelah penertiban dilakukan Bawaslu, masih tercatat 1.485 APK. Jumlah ada terbanyak berada Kabupaten Bengkalis dengan total 1.260 APK dan terkecil itu berada di 2 kabupaten yaitu Kabupaten Kepulauan Meranti serta di Rokan Hulu dengan 0 APK.

    Sedangkan halnya, penyebaran bahan kampanye, Bawaslu se- Riau mencatat ada 14.268. Dimana jumlah terbanyak penyebaran bahan kampanye berada di Kabupaten Rokan Hilir yakni sebanyak 13.357, terkecil berada di Kabupaten Meranti dengan 0 bahan kampanye.

    Untuk kampanye dalam bentuk daring, tercatat sebanyak 5 kali, dilaksanakan di Kota Dumai sedangkan untuk 8 Kabupaten lainnya belum ditemukan kampanye daring.

    Catatan yang menggembirakan, sampai 20 hari kampanye belum ada pelanggaran berupa penyalahgunaan program dan anggaran Pemerintah Daerah.

    Terkait penyebaran virus Covid-19, selama 20 hari masa kampanye dibandingkan pada 10 hari sebelumnya masa kampanye terdapat peningkatan sebanyak 17 kasus/orang yakni dari 628 orang sebelum masa kampanye menjadi 645 Orang setelah 20 hari masa kampanye.

    Adapun 23 Pelanggaran yang diproses oleh Bawaslu se-Riau meliputi dugaan pelanggaran netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN), dugaan pelanggaran administrasi, serta dugaan pelanggaran pidana. Dengan rincian di Kabupaten Rokan Hilir 1 pelanggaran yakni pelanggaran netralitas ASN. Di Kabupaten Siak 2 Pelanggaran yaitu, 1 pelanggaran administrasi, dan 1 lagi pelanggaran netralitas ASN.

    Kemudian Kabupaten Pelalawan ada 3 pelanggaran, yakni 1 dugaan pelanggaran politik uang, 2 pelanggaran netralitas ASN, dimana salah satu pelanggarannya melalui media sosial dengan dugaan pelanggaran berupa terdapatnya postingan di akun resmi Pemerintah Daerah (Pemda) yang menandai salah satu Pasangan Calon, Hal tersebut diduga dilakukan oleh Pejabat ASN di lingkungan Pemda Kabupaten Pelalawan.

    Lalu di Kabupaten Kepulauan Meranti, terdapat 2 pelanggaran netralitas ASN, dan 1 pelanggaran lainnya.

    Untuk Kota Dumai, terdapat 3 pelanggaran netralitas ASN, dan 1 pelanggaran lainnya. Di Kabupaten Kuantan Singingi terdapat 2 Pelanggaran netralitas ASN dalam bentuk postingan yang dibuat oleh kaur pemerintah, dan adanya anggota BPD yang memberikan izin kedainya atau warungnya dijadikan Posko salah satu Paslon.

    Di Kabupaten Indragiri Hulu terdapat 8 Pelanggaran, yakni 5 pelanggaran kampanye tanpa STTP, dan 3 pelanggaran kampanye di luar ruangan.

    Ketua Bawaslu Riau, Rusidi Rusdan berjanji akan memproses seluruh pelanggaran tersebut sampai tuntas, dan apabila akibat dari pelanggaran itu terdapat sanksi pembatalan terhadap paslon, Bawaslu akan merekomendasikannya ke KPU agar dilakukan diskualifikasi calon.

    "Semua pelanggaran tersebut akan kita proses. Apabila dari pelanggaran tersebut berakibat pembatalan Paslon, kita akan rekomendasikan KPU untuk mendiskualifikasi paslon " tegasnya.

    **



     
    Berita Lainnya :
  • Rusidi Rusdan Sebut Sudah 1.071 Kali Pertemuan Digelar, Ada 23 Pelanggaran Diproses Bawaslu Riau
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
     
     
    Terpopuler +
    01 Agar Anda Tahu, Apa Itu Reses Anggota Dewan?
    02 Syahril Topan Maju Pilkada Rekomen PPP, Sekretaris DPD PAN Rohul Bantah ada Perpecahan
    03 Terkesan Sepihak, Perusahaan Angkutan Ferry Naikkan Harga Tiket Hingga 80 Persen
    04 Lanal Tanjungbalai Karimun Musnahkan Hasil Tangkapan Mikol dan Rokok Ilegal
    05 Peredaran Rokok Ilegal di Kota Tanjungpinang Kian Marak, Bea Cukai Tak Berkutik?
    06 Rokok “Kawasan Bebas” Marak Beredar di Karimun
    07 Program Pembinaan Karang Taruna, Wadah Mewujudkan Generasi Muda Berkualitas
     
     
    Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan
    © 2017 MediaLaskar.com | Gerbang Informasi Anak Negeri, all rights reserved