Kamis, 13 08 2020
Galeri Foto | Advertorial
Follow Us ON :
 
   
Pilihan Editor ⋅ Foto ⋅ Most Popular
 
Kalau Keluarga Penguasa Jadi Pejabat, Saiman Sebut Itu Masih Lumrah
Senin, 13-01-2020 - 11:21:12 WIB | Dibaca: 4285

TERKAIT:
 
  • Kalau Keluarga Penguasa Jadi Pejabat, Saiman Sebut Itu Masih Lumrah
  •  

    Pekanbaru,Medialaskar.com - Mencuat polemik soal adanya keluarga Gubernur dan Sekda serta ajudannya dilantik jadi pejabat. Hal ini dinilai masih wajar, dan selagi tidak melanggar aturan.

    Ini disampaikan oleh Pengamat Politik Universitas Riau, Saiman Pakpahan kepada wartawan, "Kondisi ini tidak hanya terjadi sekali ini saja,  sebelum-sebelumnya juga begitu. Dan tak hanya di Pemprov Riau, tapi hampir di semua tingkatan pemerintahan di Indonesia. Seperti reshuffle kabinet pada level mentri, selalu menjadi isu yang menarik di ruang publik," ujar Saiman,  Senin (13/1/20). 

    Ditanya soal isu politik dinasti menerpa Gubernur Riau, Saiman mengaku kurang sependapat. Karena kalau ditinjau dari aspek manapun,  unsurnya jelas tidak terpenuhi. Secara kuantitas,  jumlah anggota keluarga gubernur dan Sekda yang dilantik tidak sampai 5 orang dari ratusan ASN yang dilantik pada gelombang pertama.

    "Secara kualitas dan syarat, mereka juga telah memenuhi kualifikasi untuk menduduki eselon yang tersedia dan sudah diverifikasi oleh pejabat yang berkompeten mengaturnya. Lantas apalagi yang ingin kita tinjau dan hebohkan," tanya Saiman. 

    Menurutnya mutasi jadi bermasalah, jika keluarga yang dilantik tidak memenuhi syarat dan kualifikasi, lalu dipaksakan duduk pada jabatan tertentu, itu baru melanggar aturan. 

    "Sepengetahuan saya, seluruh ASN yang dilantik sudah memperhatikan alasan administrasi  dan peraturan perundang- undangan yang mengatur tentang syarat promosi jabatan, " ujarnya. 

    Saiman menambahkan, mutasi adalah otoritas gubernur sebagai pimpinan. Rotasi  pejabat dipilih sesuai kebutuhan organisasi untuk membantu gubernur menjalankan roda pemerintahan. Jadi kalau Beliau memilih orang-orang yang dipercaya untuk membantunya,  itu hal yang biasa dan sangat manusiawi.

    "Lihat saja dulu kinerjanya,  kalau tidak bagus kan akan dievaluasi. Kalau tak bisa kerja dan berprestasi,  tapi didiamkan baru kita bisa kritik gubernur, " katanya. 

    Di sisi lain Saiman melihat isu mutasi sengaja di framming sedemikian rupa oleh pihak tertentu, untuk menyudutkan gubernur. Terutama isu soal Istri gubernur yang disebut-sebut ikut dilantik padahal  sang Istri bukanlah Aparatur Sipil Negara.

    "Sayangnya  informasi menyesatkan soal itu sudah terlanjur beredar luas di ruang publik. Siapa yang bertanggungjawab soal itu?" tuturnya.

    **red/rul



     
    Berita Lainnya :
  • Kalau Keluarga Penguasa Jadi Pejabat, Saiman Sebut Itu Masih Lumrah
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
     
     
    Terpopuler +
    01 Agar Anda Tahu, Apa Itu Reses Anggota Dewan?
    02 Terkesan Sepihak, Perusahaan Angkutan Ferry Naikkan Harga Tiket Hingga 80 Persen
    03 Lanal Tanjungbalai Karimun Musnahkan Hasil Tangkapan Mikol dan Rokok Ilegal
    04 Peredaran Rokok Ilegal di Kota Tanjungpinang Kian Marak, Bea Cukai Tak Berkutik?
    05 Rokok “Kawasan Bebas” Marak Beredar di Karimun
    06 Peredaran Rokok Ilegal Tanpa Cukai di Tanjungpinang Kian Marak, Warga: Merugikan Keuangan Negara
    07 Rokok Tanpa Cukai Beredar Bebas di Luar Kawasan FTZ
     
     
    Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan
    © 2017 MediaLaskar.com | Gerbang Informasi Anak Negeri, all rights reserved