Kamis, 23 Januari 2020
Galeri Foto | Advertorial
Follow Us ON :
 
   
Pilihan Editor ⋅ Foto ⋅ Most Popular
 
Kadiskes Riau Mimi Nazir Sebut 16.275 Balita Menderita Stunting
Senin, 13-01-2020 - 10:30:12 WIB | Dibaca: 1093
TERKAIT:
 
  • Kadiskes Riau Mimi Nazir Sebut 16.275 Balita Menderita Stunting
  •  

    Pekanbaru,Medialaskar.com- Provinsi Riau yang dikenal sebagai daerah penghasil minyak dan gas serta perkebunan kelapa sawit terluas, ternyata tidak menentukan masyarakatnya sejahtera. Buktinya masih ada ribuan balita di daerah ini menderita gizi buruk kronis hingga menyebabkan stunting.

    Berdasarkan data yang dihimpun di Dinas Kesehatan (Diskes) Provinsi Riau, tahun 2019 jumlah balita penderita stunting di Riau mencapai 16.275 orang.

    Angka tersebut bisa saja bertambah, jika seluruh balita di Riau dilakukan pengecekan kecukupan gizinya. Pasalnya angka 601 ribu balita di Riau, belum semua dilakukan pengecekan oleh dinas terkait.

    Kepala Diskes Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir mengatakan dari total 601 ribu bayi yang ada di Riau, baru sebanyak 149.280 balita yang sudah dilakukan pengukuran berdasarkan ukuran Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (EPPGBM).

    "Artinya masih ada 451.720 balita yang belum sempat dicek gizinya. Jadi baru 24,8 persen yang baru diukur, atau baru seperempatnya," katanya, Ahad (12/1/20) dilansir cakaplab.com

    "Dari hasil pengecekan itu, hasilnya ada sebanyak 16.275 balita yang mengalami stunting karena tinggi badannya tidak sesuai usia atau 10,9 persen," sambungnya.

    Mimi menyampaikan, tahun 2020 ini baru ada lima kabupaten yang menjadi fokus penanganan intervensi stunting di Riau. Diantaranya Rokan Hulu, Kampar, Meranti dan Rokan Hilir.

    "Memang target kita di tahun 2021 semua kabupaten kota di Riau bisa kita masukkan ke dalam lokus penanganan intervensi stunting di Riau," ungkapnya.

    Dia mengakui, angka kasus stunting di Riau masih terbilang cukup tinggi, untuk itu pihaknya mengajak masyarakat Riau untuk lebih memperhatikan asupan gizi yang dikonsumsi oleh keluarga, khususnya ibu hamil dan bayi.

    "Stunting ini terjadi diakibatkan pola makan yang tidak sehat dan tidak teratur, sehingga bayi kekurangan gizi," paparnya.

    Karena itu, Mimi menyarankan agar ibu hamil juga mengkonsumsi tablet tambah darah, sehingga saat bayi masih berada di dalam kandungan bisa tercukupi asupan gizinya.

    **red/rul



     
    Berita Lainnya :
  • Kadiskes Riau Mimi Nazir Sebut 16.275 Balita Menderita Stunting
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
     
     
    Terpopuler +
    01 Terkesan Sepihak, Perusahaan Angkutan Ferry Naikkan Harga Tiket Hingga 80 Persen
    02 Lanal Tanjungbalai Karimun Musnahkan Hasil Tangkapan Mikol dan Rokok Ilegal
    03 Peredaran Rokok Ilegal di Kota Tanjungpinang Kian Marak, Bea Cukai Tak Berkutik?
    04 Rokok “Kawasan Bebas” Marak Beredar di Karimun
    05 Peredaran Rokok Ilegal Tanpa Cukai di Tanjungpinang Kian Marak, Warga: Merugikan Keuangan Negara
    06 Rokok Tanpa Cukai Beredar Bebas di Luar Kawasan FTZ
    07 Peredaran Rokok Ilegal di Kota Tanjungpinang Kian Marak, Aparat Terkait Tutup Mata?
     
     
    Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan
    © 2017 MediaLaskar.com | Gerbang Informasi Anak Negeri, all rights reserved