Rabu, 18 09 2019
Galeri Foto | Advertorial
Follow Us ON :
 
   
Pilihan Editor ⋅ Foto ⋅ Most Popular
 
Terkait Adanya Perusahaan Perkebunan Terbakar, Kadis TPHP Riau Masih Enggan Berkomentar
Rabu, 11-09-2019 - 11:03:34 WIB | Dibaca: 974

TERKAIT:
 
  • Terkait Adanya Perusahaan Perkebunan Terbakar, Kadis TPHP Riau Masih Enggan Berkomentar
  •  

    Pekanbaru, Medialaskar.com - Sehubungan terbakar dan disegel lahan PT Adei Platation di Kabupaten Pelalawan. Makanya disaat ini menambah daftar catatan panjang dugaan keterlibatan korporasi dalam hal Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Riau tahun ini.

    Diketahui, penghujung Juli 2019, dari Satuan Tugas Karhutla Riau telah menyurati 5 (lima) perusahaan lantaran terjadi kebakaran lahan didekat areal kebunnya. Lima perusahaan itu antara lain PT Priatama Rupat (Surya Dumai Group), PT Jatim Jaya Perkasa Teluk Bano II, PT Wahana Sawit Subur Indah Siak, PT Seraya Sumber Lestari (Siak) dan juga PT Langgam Inti Hibrindo (LIH) di Kabupaten Pelalawan.

    Awal Agustus 2019, Polda Riau menetapkan PT Sawit Subur Sejatera (SSS) yang sebagai tersangka Karhutla di Riau. Dimama di akhir Agustus 2019 Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyegel lahan konsesi milik 4 korporasi; PT RAPP,  PT SRL, PT AA dan PT GSM. 

    Banyaknya korporasi yang terjerat persoalan kebakaran hutan, telah membuktikan dugaan sektor tersebut sebagai salah satu pemicu  deforestasi hutan di provinsi. Namun, hingga kini Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Provinsi Riau belum mau memberikan tanggapan.

    Kepala Dinas instansi tersebut Ferry HC saat dihubungi gatra.com, belum memberikan keterangan seputar marak akan keterlibatan korporasi perkebunan atas kejadian Karhutla di Riau. Merujuk hal data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga kini Provinsi Riau merupakan daerah terluas dilanda Karhutla di Sumatera, dengan luasan 49.266 hektare (Ha).

    Adapun kebakaran di Riau paling banyak terjadi di lahan gambut mencapai 40.553 Ha, dan tanah mineral 8.713 Ha.Sementara itu fungsionaris DPD PDI Riau, Rudinal Batubara, berharap tindakan tegas diterapkan kepada  perusahaan perkebunan yang tidak mematuhi ketentuan. "Saya berharap ada tindakan tegas. Kalau perlu HGU (Hak Guna Usaha) ditinjau ulang," katanya. 

    **red/rul



     
    Berita Lainnya :
  • Terkait Adanya Perusahaan Perkebunan Terbakar, Kadis TPHP Riau Masih Enggan Berkomentar
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
     
     
    Terpopuler +
    01 Terkesan Sepihak, Perusahaan Angkutan Ferry Naikkan Harga Tiket Hingga 80 Persen
    02 Lanal Tanjungbalai Karimun Musnahkan Hasil Tangkapan Mikol dan Rokok Ilegal
    03 Rokok “Kawasan Bebas” Marak Beredar di Karimun
    04 Peredaran Rokok Ilegal di Kota Tanjungpinang Kian Marak, Bea Cukai Tak Berkutik?
    05 Peredaran Rokok Ilegal Tanpa Cukai di Tanjungpinang Kian Marak, Warga: Merugikan Keuangan Negara
    06 Rokok Tanpa Cukai Beredar Bebas di Luar Kawasan FTZ
    07 Peredaran Rokok Ilegal di Kota Tanjungpinang Kian Marak, Aparat Terkait Tutup Mata?
     
     
    Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan
    © 2017 MediaLaskar.com | Gerbang Informasi Anak Negeri, all rights reserved