Rabu, 18 09 2019
Galeri Foto | Advertorial
Follow Us ON :
 
   
Pilihan Editor ⋅ Foto ⋅ Most Popular
 
Jumat ini, Alfitra Salamm dari DKPP RI Lakukan Sidang Kode Etik KPU Kuansing di Bawaslu Riau
Kamis, 13-06-2019 - 21:07:19 WIB | Dibaca: 3163
Alfatira Salam dari DKPP RI Lakukan Sidang Kode Etik KPU Kuansing di Bawaslu Riau
TERKAIT:
 
  • Jumat ini, Alfitra Salamm dari DKPP RI Lakukan Sidang Kode Etik KPU Kuansing di Bawaslu Riau
  •  

    Pekanbaru, Medialaskar.com- Dr. H. Alfitra Salamm APU dari Anggota Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Republik Indonesia (RI) akan melakukan sidang Dugaan Pelanggaran Kode Etik di Kantor Bawaslu Riau, Jumat (14/6/2019) besok.

    Sidang pemeriksaan  akan diselenggara di Aula Bawaslu Provinsi Riau, Jalan Adi Sucipto No.284 Komplek Transito, Pekanbaru pada pukul 09.00 Wib. Sidang pemeriksaan  akan membahas masalah dugaan pelanggaran kode etik dengan nomor register laporan 107-PKE-DKPP/V/2019 dengan teradu ketua dan anggota KPU Kabupaten Kuansing.

    Dalam persidangan besok, Alfitra selaku pimpinan majelis sidang didampingi oleh 2 anggota Majelis yaitu Gema Wahyu Adinata, SH dari unsur Bawaslu Riau, dan AKBP Firdaus dari unsur Kepolisian.

    Sedikitnya ada 9 pokok aduan dilaporkan ke DKPP yang dibahas. Permasalahan yang dibahas mulai dari penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT), hingga tidak cermat Rekapitulasi hasil pemungutan suara di kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) pada pemilu tahun 2019.

    Malam ini Kamis (13/6/19) Alfitra Salam bersama dengan Bawaslu, KPU, Polda dan Tokoh Masyarakat di Provinsi Riau menggelar Rapat Kerja Teknis yang di selenggarakan di Hotel Swiss Berlin Jalan Soekarno Hatta, Pekanbaru.

    Rusidi Rusdan Ketua Bawaslu Provinsi Riau bersama Gema Wahyu Adinata, Neil Antariksa, Amiruddin Sijaya, dan Anderson turut hadir dalam rapat malam ini.

    Selain pihak Bawaslu, terlihat Abdul Hamid mantan komisioner KPU Riau bersama Sri Rukmini ikut duduk bersama dalam rapat tersebut.

    Dalam sambutannya, Alfitra Salamm sangat mengapresiasi kerja Penyelenggara Pemilu baik itu dari pihak Bawaslu maupun KPU dam mensukseskan Pilpres dan Pileg 2019. Namun sangat menyanyangkan adanya korban dalam pelaksanaan pemilu, yang sedikitnya 700 orang penyelengara yang meninggal dunia.

    Diakui Alfitra, tekanan ke penyelenggara sangatlah tinggi, ditambah dengan jam kerja yang melebihi batas dan konsumsi yang tidak ada bagi penyelenggara menjadi sumber masalah kesehatan bagi penyelenggara.

    Lebih lanjut Alfitra Salamm mencanangkan untuk dilakukan pemisahan Pileg Pusat dengan Daerah, Pemilihan eksekutif dengan legislatif pada tahun-taun kedepan.

    "Kita akan pisahkan untuk pemilu selanjutnya antara pileg pusat dan daerah, Eksekutif dan legislatif agar tidak terulang kembali masalah pemilu seperti tahun ini." tambahnya.

    Alfitra berharap agar dalam pemilu-pemilu selanjutnya sistem pemilu, serta rekrutment perlu diperbaiki. Ia menyebut, bahwa hingga disaat ini sebanyak 273 laporan yang diterima oleh Bawaslu RI, dan 9 diantaranya berasal dari Provinsi Riau.

    **red/rul



     
    Berita Lainnya :
  • Jumat ini, Alfitra Salamm dari DKPP RI Lakukan Sidang Kode Etik KPU Kuansing di Bawaslu Riau
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
     
     
    Terpopuler +
    01 Terkesan Sepihak, Perusahaan Angkutan Ferry Naikkan Harga Tiket Hingga 80 Persen
    02 Lanal Tanjungbalai Karimun Musnahkan Hasil Tangkapan Mikol dan Rokok Ilegal
    03 Rokok “Kawasan Bebas” Marak Beredar di Karimun
    04 Peredaran Rokok Ilegal di Kota Tanjungpinang Kian Marak, Bea Cukai Tak Berkutik?
    05 Peredaran Rokok Ilegal Tanpa Cukai di Tanjungpinang Kian Marak, Warga: Merugikan Keuangan Negara
    06 Rokok Tanpa Cukai Beredar Bebas di Luar Kawasan FTZ
    07 Peredaran Rokok Ilegal di Kota Tanjungpinang Kian Marak, Aparat Terkait Tutup Mata?
     
     
    Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan
    © 2017 MediaLaskar.com | Gerbang Informasi Anak Negeri, all rights reserved