Sabtu, 24 Oktober 2020
Galeri Foto | Advertorial
Follow Us ON :
 
   
Pilihan Editor ⋅ Foto ⋅ Most Popular
 
Dana BOP
Kemenkeu Cairkan Dana BOP Rp 433 M
Senin, 19-02-2018 - 22:21:14 WIB | Dibaca: 25430
Bantuan Operasional Pendidikan (BOP)
TERKAIT:
 
  • Kemenkeu Cairkan Dana BOP Rp 433 M
  •  

    JAKARTA | Medialaskar.com  – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akhirnya mencairkan dana untuk bantuan operasional pendidikan (BOP) senilai Rp433 miliar.

    Namun, Kemendikbud masih belum memastikan apakah dana tersebut cukup atau tidak.

    “Kita masih akan hitung ulang,” ujar Sekretaris Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pendidikan Masyarakat (Dikmas), Wartanto, kemarin (18/2/2018).

    Sebab, lanjut dia, dana itu untuk membantu biaya pendidikan 500 ribu anak putus sekolah (APS) tahun ini. Rata-rata mereka yang merupakan APS tergolong sebagai anak dari keluarga tidak mampu.

    “Dana Rp433 miliar besok dibahas kembali. Tunggu seminggu ini,” katanya.

    Pekan ini pihaknya bersama Kemenkeu masih rapat untuk membahas sumber anggaran yang dialokasikan untuk BOP.

    Sebanyak 500 ribu APS tersebut merupakan penerima Program Indonesia Pintar (PIP) sejak 2017.

    Namun, mereka tidak bisa bersekolah lantaran lembaga pendidikan belum menerima BOP.

    BOP yang dimaksud digunakan untuk sekolah atau pusat kegiatan belajar mengajar (PKBM). Dengan tidak adanya BOP, lembaga pendidikan tidak bisa menyelenggarakan kegiatan pendidikan atau pelatihan untuk APS.

    Padahal, pemerintah mencanangkan program wajib belajar bagi seluruh anak Indonesia.

    Menurut Wartanto, ada 4 juta anak usia 6-18 tahun yang tidak sekolah.

    Entah karena putus sekolah atau memang sudah sejak awal tidak bersekolah.

    Dari jumlah tersebut, menurut Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K), hanya 2,9 juta anak yang diketahui nama dan alamatnya.

    Kemudian, baru tersisir untuk mendapatkan PIP baru 500 ribu orang. Untuk memaksimalkan penyisiran, Kemendikbud tidak bekerja sendiri.

    “Kerja sama dengan mahasiswa atau Babinsa untuk menyisir ke desa-desa,” ungkapnya.

    Dari 2,9 juta anak putus sekolah yang diketahui identitasnya itu, pihaknya selalu membujuk. Ada dua tawaran untuk mereka.

    Pertama adalah kursus yang bisa digunakan untuk kecakapan kerja.

    Yang kedua adalah dikembalikan ke sekolah atau sekolah kesetaraan.

    Dengan dikembalikannya APS untuk mendapatkan pendidikan, harapannya kualitas sumber daya manusia (SDM) di Indonesia akan merata.

    Hal itu untuk mendorong generasi yang berkualitas saat bonus demografi yang diprediksi terjadi 2025 nanti. (*)

    Liputan  : Brian
    Editor     : RS



     
    Berita Lainnya :
  • Kemenkeu Cairkan Dana BOP Rp 433 M
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
     
     
    Terpopuler +
    01 Agar Anda Tahu, Apa Itu Reses Anggota Dewan?
    02 Syahril Topan Maju Pilkada Rekomen PPP, Sekretaris DPD PAN Rohul Bantah ada Perpecahan
    03 Terkesan Sepihak, Perusahaan Angkutan Ferry Naikkan Harga Tiket Hingga 80 Persen
    04 Lanal Tanjungbalai Karimun Musnahkan Hasil Tangkapan Mikol dan Rokok Ilegal
    05 Peredaran Rokok Ilegal di Kota Tanjungpinang Kian Marak, Bea Cukai Tak Berkutik?
    06 Rokok “Kawasan Bebas” Marak Beredar di Karimun
    07 Program Pembinaan Karang Taruna, Wadah Mewujudkan Generasi Muda Berkualitas
     
     
    Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan
    © 2017 MediaLaskar.com | Gerbang Informasi Anak Negeri, all rights reserved