Selasa, 01 Desember 2020
Galeri Foto | Advertorial
Follow Us ON :
 
   
Pilihan Editor ⋅ Foto ⋅ Most Popular
 
Terkait Dugaan Penyimpangan Anggaran Rp42 Miliar, Tiga Pejabat Rektorat UIN Suska Diperiksa Kejati
Jumat, 23-10-2020 - 09:58:00 WIB | Dibaca: 3265

TERKAIT:
 
  • Terkait Dugaan Penyimpangan Anggaran Rp42 Miliar, Tiga Pejabat Rektorat UIN Suska Diperiksa Kejati
  •  

    Pekanbaru, Medialaskar.com- Terkait dugaan penyimpangan anggaran Rp42 miliar, tiga pejabat Rektorat UIN Suska Riau kembali diperiksa Bagian Intelijen Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau, Kamis (22/10/20). Mereka dimintai keterangan terkait dugaan melibatkan rektor ini.

    Ketiga pejabat rektorat itu adalah Kepala Biro AUPK sekaligus Pejabat Penandatanganan Surat Perintah Membayar UIN Suska Riau, Ahmad Supardi, Dr Suriani selalu Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) tahun 2019 dan Gudri selaku Kepala Pengawas Internal (SPI).

    "Ada tiga orang (dipanggil). Masih dimintai keterangan (proses penyelidikan)," ujar Asisten Intelijen Kejati Riau, Raharjo Budi Kisnanto yang dilansir cakaplah.com.

    Informasi dihimpun ketiga pejabat itu telah hadir di Kantor Kejati Riau, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Pekanbaru, pada pukul 10.00 WIB. Mereka masuk ke ruangan Bagian Intelijen untuk memberikan keterangan kepada jaksa penyelidik.

    Raharjo mengatakan, sebenarnya Bagian Intelijen memanggil 4 orang pejabat Rektorat UIN Suska Riau. Namun, satu orang tidak hadir karena sakit, yakni Kabag Keuangan merangkap Perencanaan, Hanifah Aidil Fitri.

    "H tidak diperiksa karena sakit. Hasil tes positif (Covid-19) dan sedang menjalani isolasi mandiri," kata Raharjo.

    Raharjo mengatakan, pemanggilan 4 pejabat rektorat itu merupakan yang pertama sejak kasus dugaan penyimpangan anggaran di UIN Suska Riau. Bagi para pihak yang tidak hadir akan dilakukan pemanggilan ulang.

    "Nanti kita agendakan lagi," kata Raharjo.

    Proses pemanggilan pejabat dan staf di UIN Suska Riau telah dilakukan sejak beberapa hari lalu. Pada Senin (19/10/20), Kejati juga meminta keterangan dua orang pejabat dan staf di universitas itu.

    Kasus itu mencuat setelah Rektor UIN Suska Riau Prof Akhmad Mujahidin menyurati semua stafnya pada Ahad (23/2/2020) untuk merapikan Buku Kas Umum (BKU) dan laporan pertanggungjawaban tahun anggaran 2019.

    Surat tersebut diketahui bernomor B-0744/Un.04/R/PS.00/02/2020, tertanggal 22 Februari 2020. Surat yang berkop UIN Suska Riau itu ditandatangani oleh Akhmad Mujahidin. Ada lima orang pegawai UIN yang diduga sebagai penerima surat tersebut.

    Dalam surat itu mereka diperintahkan BPK untuk merapikan BKU TA 2019 khusus pada akun 52, 53, dan 57 (selain belanja pegawai akun 51), dan dicocokkan dengan Laporan Pertanggungjawaban keuangannya.

    Selain mengirim surat kepada lima stafnya, ternyata Akhmad Mujahidin juga melayangkan undangan kepada puluhan pegawainya untuk hadir pada hari yang sama dengan Dr Suriani dan kawan-kawan. Agendanya menindaklanjuti temuan BPK.

    Informasi dihimpun, beberapa belanja yang tidak wajar itu disinyalir untuk urusan pribadi dan keluarga sang rektor. Seperti, pembelian tiket pesawat untuk putri Akhmad Mujahidin senilai Rp1.449.400 pada bulan Mei 2019.

    Kemudian, ada pembelian tiket pesawat untuk orangtua Akhmad Mujahidin tujuan Pekanbaru-Surabaya pada bulan Juli 2019. Ada juga pengeluaran kas untuk biaya pulang kampung rektor ke Malang sebesar Rp10 juta.

    Akhmad Mujahidin juga pernah menerbitkan surat tugas untuk istrinya yang bukan pegawai negeri di lingkungan UIN Suska pada acara Pekan Ilmiah Olahraga Seni dan Riset (PIONIR) di Malang tahun 2019. Ada juga proyek yang dimenangkan keluarga sang rektor dan bermasalah.

    **



     
    Berita Lainnya :
  • Terkait Dugaan Penyimpangan Anggaran Rp42 Miliar, Tiga Pejabat Rektorat UIN Suska Diperiksa Kejati
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
     
     
    Terpopuler +
    01 Agar Anda Tahu, Apa Itu Reses Anggota Dewan?
    02 Syahril Topan Maju Pilkada Rekomen PPP, Sekretaris DPD PAN Rohul Bantah ada Perpecahan
    03 Terkesan Sepihak, Perusahaan Angkutan Ferry Naikkan Harga Tiket Hingga 80 Persen
    04 Lanal Tanjungbalai Karimun Musnahkan Hasil Tangkapan Mikol dan Rokok Ilegal
    05 Peredaran Rokok Ilegal di Kota Tanjungpinang Kian Marak, Bea Cukai Tak Berkutik?
    06 Rokok “Kawasan Bebas” Marak Beredar di Karimun
    07 Program Pembinaan Karang Taruna, Wadah Mewujudkan Generasi Muda Berkualitas
     
     
    Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan
    © 2017 MediaLaskar.com | Gerbang Informasi Anak Negeri, all rights reserved