Jum'at, 14 08 2020
Galeri Foto | Advertorial
Follow Us ON :
 
   
Pilihan Editor ⋅ Foto ⋅ Most Popular
 
Waduh... Kasus Korupsi Eks Bupati Bengkalis Makin Mengarah ke Nama Indra Gunawan
Jumat, 24-07-2020 - 14:43:12 WIB | Dibaca: 2328
TERKAIT:
 
  • Waduh... Kasus Korupsi Eks Bupati Bengkalis Makin Mengarah ke Nama Indra Gunawan
  •  

    Pekanbaru, Medialaskar.com- Dugaan korupsi dari eks Bupati Bengkalis Amril Mukminin, mulai mengarah nama Indra Gunawan. Pasalnya dipersidangan juga disebut nama Ketua DPRD Riau kembali bahwa menerima gratifikasi itu sebesar Rp80 juta dari PT Citra Gading Asritama (CGA). Uang diberikan itu, saat anggota DPRD Bengkalis.

    Dalam kesaksiannya secara virtual di persidangan yang menjerat Bupati Bengkalis non aktif, Amril Mukminin dalam kasus dugaan gratifikasi proyek pembangunan jalan Duri-Sei Pakning di kabupaten Bengkalis di Pengadilan Tipikor Pekanbaru, Kamis 23 Juli 2020.

    Saksi Rhemon Kamil di hadapan hakim ketua Lilin Herlina SH MH mengatakan dirinya menerima uang dari orang PT CGA, Nunung, sebesar Rp80 juta  awal tahun 2017 lalu. 

    Uang tersebut tambah Rhemon, akan diserahkan kepada Tajul Mudarris, mantan Kadis PUPR Bengkalis. Rencananya Tajul Mudarris yang akan memberikan uang tersebut untuk Indra Gunawan Eet.

    “Jumlahnya itu sebesar Rp80 juta untuk disampaikan ke Pak Eet,” beber Rhemon dilansir lamanriau.com, kemarin. Tetapi, uang tersebut hilang sebelum ia sempat memberikan kepada Indra Gunawan.

    Menurut Rhemon, setelah mengambil uang dari sebuah bank, maka ia lanjut ke kantor BPKP Riau di Jalan Sudirman, Pekanbaru. Sesuai kesepakatan, uang tersebut akan diserahkan disana.
     
    “Tetapi uangnya hilang. Mobil saya pada saat itu dibobol maling. Yakni pada kaca mobil saya dipecah dan uangnya hilang. Yakni saya diminta menyerahkan uang tersebut ke Pak Indra Gunawan melalui Tajul Mudarris,” ujar Rhemon.

    Mendengar penjelasanya Rhemon, JPU KPK Feby mengungkapkan bahwasa itu keterangan Rhemon merupakan fakta baru dalam persidangan. “Keterangan saudara adalah fakta baru dalam persidangan ini,” ungkapnya.
     
    Seluruh penjelasan Rhemon membuat penasehat hukum Amril Mukminin, Asep Ruhiat mengajukan beberapa pertanyaan. Asep menanyakan pada Rhemon soal kelanjutan pemberian uang untuk Eet yang hilang.

    “Bagaimana dengan tindak lanjut uang 80 juta itu,” tanya Asep.
     
    “Saya lapor polisi dan 10 hari kemudian Triyanto datang. Uang tersebut ditransfer ke rekening Triyanto untuk diserahkan pada Pak Eet. Dan kemudian uang tersebut diserahkan langsung ke Pak Eet. Jumlahnya tetap 80 juta,” jelas Rhemon.

    Menurut Rhemon lagi, penyerahan uang ke Indra Gunawan Eet dilakukan pada Maret 2017.

    Rhemon juga diberi pertanyaan terkait anggaran proyek Duri-Sei Pakning. Dijawab Rhemon, proyek tersebut dikerjakan pada tahun 2013 dengan anggaran Rp500 miliar lebih.

    “Tahun 2013 waktu itu Rp500 miliaran. Kalau multiyears-nya Rp2,3 triliun,” jelasnya.

    Sementara dalam surat dakwaan JPU KPK pasa sidang perdana, Amril disebut menerima uang seluruhnya 520 ribu Dolar Singapura atau setara Rp5,2 miliar melalui ajudannya, Azrul Nor Manurung.

    Uang tersebut diterima Amril Mukminin dari Ichsan Suadi, pemilik PT CGA yang diterima melalui Triyanto, pegawai PT CGA. Uang tersebut adalah biaya komitmen pekerjaan proyek multiyear pembangunan Jalan Duri-Sei Pakning.

    Amril Mukminin selaku anggota DPRD Kabupaten Bengkalis 2014-2019 dan Bupati Bengkalis 2016-2021, juga telah menerima gratifikasi berupa uang sebesar Rp23,6 miliar lebih dari dua pengusaha sawit. 

    **red/rul



     
    Berita Lainnya :
  • Waduh... Kasus Korupsi Eks Bupati Bengkalis Makin Mengarah ke Nama Indra Gunawan
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
     
     
    Terpopuler +
    01 Agar Anda Tahu, Apa Itu Reses Anggota Dewan?
    02 Terkesan Sepihak, Perusahaan Angkutan Ferry Naikkan Harga Tiket Hingga 80 Persen
    03 Lanal Tanjungbalai Karimun Musnahkan Hasil Tangkapan Mikol dan Rokok Ilegal
    04 Peredaran Rokok Ilegal di Kota Tanjungpinang Kian Marak, Bea Cukai Tak Berkutik?
    05 Rokok “Kawasan Bebas” Marak Beredar di Karimun
    06 Peredaran Rokok Ilegal Tanpa Cukai di Tanjungpinang Kian Marak, Warga: Merugikan Keuangan Negara
    07 Rokok Tanpa Cukai Beredar Bebas di Luar Kawasan FTZ
     
     
    Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan
    © 2017 MediaLaskar.com | Gerbang Informasi Anak Negeri, all rights reserved