Rabu, 15 Juli 2020
Galeri Foto | Advertorial
Follow Us ON :
 
   
Pilihan Editor ⋅ Foto ⋅ Most Popular
 
FPII Sumsel Desak Polda Ringkus Pelaku Penyiraman Air Keras Terhadap Aktivis di OKUT
Minggu, 21-06-2020 - 13:15:00 WIB | Dibaca: 1232
Foto: Medialaskar/FPII Sumsel
TERKAIT:
 
  • FPII Sumsel Desak Polda Ringkus Pelaku Penyiraman Air Keras Terhadap Aktivis di OKUT
  •  

    Sumsel, Medialaskar.com - Dua aktivis Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Ruby Indiarta dan Ruben Alkahtiri mengecam aksi penyiraman air keras terhadap Esriadi, aktivis di Ogan Komering Ulu Timur (OKUT) Sumsel.

    Akibat penyiraman itu, hampir seluruh badan Esriyadi melepuh dan harus mendapat perawatan intensif dan selanjutnya dilarikan ke RSUP Mohammad Hoesin Palembang.

    Pihaknya mendesak Polda Sumsel agar segera meringkus siapa pun pelaku dan siapa dalang di balik penyiraman air keras tersebut. Pasalnya, korban merupakan aktivis agraria yang tergabung dalam Serikat Tani Nasional (STN).

    "Kami mengecam aksi tak terpuji ini, kami harap Bapak Kapolda dan Polres setempat segera menangkap pelaku secepatnya dan juga siapa dalang di balik aksi keji ini," tegas Ruby Indiarta dan Ruben Alkahtiri, Minggu (21/6/2020).

    Dua pria yang juga Ketua dan Sekertaris Setwil Forum Pers Independent Indonesia (FPII) Provinsi Sumsel ini berharap, kejadian-kejadian penganiayaan aktivis ini tak menyurutkan para aktivis di Indonesia untuk tetap membela hak-hak masyarakat. Apalagi aktivis-aktivis ini merupakan pembela kemerdekaan pers dari kriminalisasi dan intimidasi,

    Para aktivis akan tetap hadir di tengah masyarakat yang termarginalkan, apalagi masyarakat yang dizholimi oleh orang-orang yang haus akan kekuasaan.

    "Kami mengajak semua rekan-rekan aktivis di Indonesia untuk mengawal kasus ini. Mengecam kasus ini, karena saya dengan korban ini sedang memperjuangkan hak masyarakat yang kini sedang berkonflik dengan PT Laju Perdana Indah. Kami tak menuduh, tapi barangkali ini menjadi masukan untuk Kepolisian," tegasnya.

    Mereka berharap kepada semua unsur untuk mengawal kasus ini hingga ke ranah hukum. Karena ini sudah tak lagi menzholimi korban tapi menyakiti para aktivis Indonesia.

    Dari informasi yang diperoleh, korban merupakan aktivis agraria yang tergabung dalam Serikat Tani Nasional (STN). Baru-baru ini, ia bersama rekan-rekan turut memperjuangkan hak-hak masyarakat desa Campang Tiga Ulu yang tengah berkonflik dengan PT Laju Perdana Indah (LPI). Masyarakat menuding PT LPI belum membayar ganti rugi lahan mereka seluas 322 hektar.

    “Informasinya, sudah 23 tahun lebih lahan masyarakat dikuasai oleh PT LPI untuk perkebunan tebu, tetapi belum ada ganti rugi. Ini yang diprotes masyarakat, termasuk Kiai Bojek,” pungkasnya.

    **red/rls

    Sumber: FPII Sumsel



     
    Berita Lainnya :
  • FPII Sumsel Desak Polda Ringkus Pelaku Penyiraman Air Keras Terhadap Aktivis di OKUT
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
     
     
    Terpopuler +
    01 Terkesan Sepihak, Perusahaan Angkutan Ferry Naikkan Harga Tiket Hingga 80 Persen
    02 Agar Anda Tahu, Apa Itu Reses Anggota Dewan?
    03 Lanal Tanjungbalai Karimun Musnahkan Hasil Tangkapan Mikol dan Rokok Ilegal
    04 Peredaran Rokok Ilegal di Kota Tanjungpinang Kian Marak, Bea Cukai Tak Berkutik?
    05 Rokok “Kawasan Bebas” Marak Beredar di Karimun
    06 Peredaran Rokok Ilegal Tanpa Cukai di Tanjungpinang Kian Marak, Warga: Merugikan Keuangan Negara
    07 Rokok Tanpa Cukai Beredar Bebas di Luar Kawasan FTZ
     
     
    Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan
    © 2017 MediaLaskar.com | Gerbang Informasi Anak Negeri, all rights reserved