Kamis, 13 08 2020
Galeri Foto | Advertorial
Follow Us ON :
 
   
Pilihan Editor ⋅ Foto ⋅ Most Popular
 
Kasus Korupsi, Dua ASN Pemprov Riau yaitu Yusrizal dan M Yanuar ini Belum Dipecat
Senin , 30-12-2019 - 20:01:12 WIB | Dibaca: 7198
TERKAIT:
 
  • Kasus Korupsi, Dua ASN Pemprov Riau yaitu Yusrizal dan M Yanuar ini Belum Dipecat
  •  

    Pekanbaru,Medialaskar.com- Dua orang Aparatur Sipil Negara (ASN), di lingkung Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau ini, masih tetap bekerja. Padahal, dalam hal itu sudah tersandung pada kasus tanah hukum, yaitu korupsi.

    Dua ASN itu diantaranya Yusrizal dan M Yanuar ini masih bekerja dan menikmati gaji dari pemerintah. Padahal keduanya sudah divonis penjara penegak hukum. Kedua ASN itu staf di Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (PKPP) Provinsi Riau.

    Yusrizal sudah divonis penjara karena kasus pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Tunjuk Ajar Integritas jalan Ahmad Yani Pekanbaru. Namun saat ini Yusrizal belum Pemberhentian Dengan Tidak Hormat (PDTH), sedangkan untuk rekannya lain dengan kasus yang sama sudah di-PDTH oleh Gubernur Riau.

    Sedangkan M Yanuar tersandung kasus korupsi untuk di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) tahun 2012. Kemudian ia hijrah ke Pemprov Riau setelah bebas menjalani hukuman.

    Terkait persoalan ini, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Riau, Ikhwan Ridwan mengaku pihaknya saat ini tengah memproses PDTH dua ASN tersebut.

    "Lagi diproses (PDTH) kalau tak salah. Tapi saya tak ingat sudah sejauh mana. Karena dalam aturannya kalau ASN tersandung kasus hukum harus di-PDTH," singkatnya, dilansir cakaplah.com.

    Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan dan Kesejahteraan Pegawai, Trimo Setiono menambahkan, untuk proses pemberhentian Yusrizal pihaknya sudah mendapatkan putusan dari Pengadilan Negari (PN) Pekanbaru.

    "Jadi sekarang sedang melengkapi berkas untuk PDTH. Karena data kepegawaian yang bersangkutan hanya informasi pangkat dan unitnya, namun untuk SK pengangkatannya tidak ada," katanya.

    Sedangkan untuk PDTH Yanuar, Trimo mengaku pihaknya sejauh ini kesulitan mendapatkan salinan saat ditetapkan bersalah atas kasusnya.

    "Untuk proses PDTH Yanuar kami belum mendapatkan salinan dari pengadilan.
    Terakhir kita sudah kirim surat ke dinasnya untuk bantu meminta salinan terdakwa yang bersangkutan, namun hingga saat ini belum dapat," ujarnya.

    Dia menyampaikan, Yanuar sebelumnya merupakan ASN pindahanya dari Rohul. Sedangkan kasusnya saat itu berada di Rohul. Pihaknya, sudah kirim surat pada PN Rohul, PN Kampar, PN Pekanbaru. Termasuk ke Kemendagri, Kemenpan-RB dan BKN namun belum ada hasilnya.

    "Memang kasus Yanuar di Rohul. Namun PN Rohul baru berdiri tahun 2012 bersamaan dengan kasus Yanuar. Makanya kita perlu pastikan saat itu yang bersangkutan di sidang di Rohul atau Kampar. Atau karena masa peralihan disidang di PN Pekanbaru. Kita juga tak tahu di mana sidangnya, makanya kita kirim ketiga-tiganya," terangnya.

    Sementara itu ditanyakan soal kasus hukum Yanuar, dalam hal ini Trimo mengaku tidak mengetahui secara pasti. Karena di dokumen pengadilan tidak disebutkan kasus apa. Tapikab itu infonya kasus tindak pidana korupsi (Tipikor).

    **red/rul



     
    Berita Lainnya :
  • Kasus Korupsi, Dua ASN Pemprov Riau yaitu Yusrizal dan M Yanuar ini Belum Dipecat
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
     
     
    Terpopuler +
    01 Agar Anda Tahu, Apa Itu Reses Anggota Dewan?
    02 Terkesan Sepihak, Perusahaan Angkutan Ferry Naikkan Harga Tiket Hingga 80 Persen
    03 Lanal Tanjungbalai Karimun Musnahkan Hasil Tangkapan Mikol dan Rokok Ilegal
    04 Peredaran Rokok Ilegal di Kota Tanjungpinang Kian Marak, Bea Cukai Tak Berkutik?
    05 Rokok “Kawasan Bebas” Marak Beredar di Karimun
    06 Peredaran Rokok Ilegal Tanpa Cukai di Tanjungpinang Kian Marak, Warga: Merugikan Keuangan Negara
    07 Rokok Tanpa Cukai Beredar Bebas di Luar Kawasan FTZ
     
     
    Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan
    © 2017 MediaLaskar.com | Gerbang Informasi Anak Negeri, all rights reserved