Rabu, 17 Juli 2019
Galeri Foto | Advertorial
Follow Us ON :
 
   
Pilihan Editor ⋅ Foto ⋅ Most Popular
 
Dugaan Korupsi Proyek Pencucian Danau, Anggota DPRD Kampar Syarifuddin Ditangkap di Jakarta
Minggu, 14-07-2019 - 11:01:13 WIB | Dibaca: 968
Anggota DPRD Kampar Syarifuddin Ditangkap di Jakarta
TERKAIT:
 
  • Dugaan Korupsi Proyek Pencucian Danau, Anggota DPRD Kampar Syarifuddin Ditangkap di Jakarta
  •  

    Pekanbaru, Medialaskar.com - Anggota DPRD Kampar, Syarifudin alias Arif bin Marlin ditangkap Polisi di Jakarta karena dugaan kasus korupsi proyek pekerjaan pencucian danau di Desa Gema, berada Kecamatan Kampar Kiri Hulu, Kabupaten Kampar tahun anggaran 2012 Dinas Bina Marga Kampar, sebesar Rp 890 juta.

    Beredar kabar terkait penangkapan kader Demokrat ini daminkan oleh Kanitreskrim Polsek Kampar AKP Fajri bahwa kejadian penangkapan tersebut benar terjadi. "Iya, benar sudah terjadi penangkapan oknum Anggota DPRD Kampar. Penangkapanya, di Jakarta," kata Fajri,  (14/7/19), dilansir detik.com.

    Polisi menangkap hari Jumat (12/7/19 di Atrium Jakarta, ini tanpa perlawanan. Kini telah dibawa ke Kampar. Tersangka ini dijerat UU No 20 Tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi. Tersangka kasus proyek pekerjaan pencucian danau Desa Gema, berada di Kecamatan Kampar Kiri Hulu, Kabupaten Kampar tahun anggaran 2012 Dinas Bina Marga Kampar, sebesar Rp 890 juta.

    Dijelaskannya, tersangka ini menghilang dari Kampar, maka dibentuk tim melacak keberadaanya. "Proyek cuci danau ini di menangkan CV Agusti atas nama Endang Surya dengan nilai kontrak Rp 755 juta," kata Fajri. Tapi proyek itu, ungkap Fajri, sesuai laporan bahwa diduga dikerjakan Syarifudin. Padahal, diketahui Syarifudin tidak masuk susunan dalam perusahaan tersebut," katanya.

    Dikabarkan, tersangka memberikan fee proyek ke perusahaan tersebut sebesar 2,5 persen dari nilai kontrak dan tertuang pada akta notaris. Pengalihan proyek ini, kata Fajri, diduga bertentangan Perpres nomor 54 tahun 2010 tentang barang dan jasa. Akibat pengalihan ini, negara diduga sudah dirugikan Rp 300 juta.

    "Kerugian Rp 300 juta, merupakan hasil audit BPKP Perwakilan Riau. Sehingga kita melakukan penyidikan dalam kasus tersebut," katanya. Kesempatan itu, Fajri menjelaskan, pihaknya selama ini sudah melakukan prosedur. Yaitu pemanggilan pertama dan kedua. Namun, Syarifuddin tidak memenuhi panggilan penyidik.

    Dijelaskannya, karena tersangka tidak indahkan pemanggilan. Maka dibentuk tim untuk melacak keberadaan daripada Syarifuddin. Karena, dikabarkan saat itu, tersangka menghilang dari Kampsr. Tapi akhirnya didapat kabar berada di Jakarta dan ditangkap di Atrium Jakarta.

    **red/rul



     
    Berita Lainnya :
  • Dugaan Korupsi Proyek Pencucian Danau, Anggota DPRD Kampar Syarifuddin Ditangkap di Jakarta
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
     
     
    Terpopuler +
    01 Terkesan Sepihak, Perusahaan Angkutan Ferry Naikkan Harga Tiket Hingga 80 Persen
    02 Lanal Tanjungbalai Karimun Musnahkan Hasil Tangkapan Mikol dan Rokok Ilegal
    03 Rokok “Kawasan Bebas” Marak Beredar di Karimun
    04 Peredaran Rokok Ilegal di Kota Tanjungpinang Kian Marak, Bea Cukai Tak Berkutik?
    05 Rokok Tanpa Cukai Beredar Bebas di Luar Kawasan FTZ
    06 Peredaran Rokok Ilegal di Kota Tanjungpinang Kian Marak, Aparat Terkait Tutup Mata?
    07 Rokok Berbagai Merek Tanpa Label Resmi Beredar di Kota Tanjungpinang
     
     
    Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan
    © 2017 MediaLaskar.com | Gerbang Informasi Anak Negeri, all rights reserved