Selasa, 20 08 2019
Galeri Foto | Advertorial
Follow Us ON :
 
   
Pilihan Editor ⋅ Foto ⋅ Most Popular
 
Korupsi Pengadaan Alkes, Tiga Dokter RSUD Arifin Achmad Dihukum Setahun Penjara
Kamis, 02-05-2019 - 13:06:26 WIB | Dibaca: 3517
Sidang korupi alkes oleh dokter di RSUD Arifin Achmad
TERKAIT:
 
  • Korupsi Pengadaan Alkes, Tiga Dokter RSUD Arifin Achmad Dihukum Setahun Penjara
  •  

    Pekanbaru, Medialaskar.com - Tiga Dokter RSUD Arifin Achmad ini menyandang status tahanan kota. Kini dihukum setahun penjara langsung mengajukan banding setelah vonis hakim dinyata bersalah, dalam kasus tipikor pengadaannya alat-alat kesehatan di rumah sakit itu. Sementara pihak Direktur CV Prima Mustika Raya, menyatakan pikir-pikir.

    Diketahui untuk vonis hakim lebih ringan dari tuntutan jaksa. Tiga dokter dijatuhi vonis itu, Kamis (2/5/19) adalah, dr Welly Zulfikar, dr Kuswan Ambar Pamungkas, drg Masrizal, dan Yuni Efrianti selaku Direktur CV PMR.

    "Menghukum terdakwa dr Welly Zulfikar dengan pidana penjara selama1 tahun 8 bulan denda Rp 50 juta subsider 3 bulan. dr Welly juga diwajibkan membayar kerugian negara sebesar Rp 132 juta atau dapat diganti (subsider) selama 6 bulan kurungan," terang majelis hakim diketuai Saut Maruli Tua Pasaribu SH.

    Selanjutnya, terdakwa dr Masrial dihukum 1 tahun 4 bulan penjara denda Rp 50 juta subsider 3 bulan. dr Masrial juga diwajibkan mengembalikan kerugian negara sebesar Rp 127 juta subsider 6 bulan.drg Kuswar Ambar Pamungkas, dihukum selama 1 tahun penjara, denda Rp 50 juta subsider 3 bulan.

    Terdakwa Yuni Efrianti dihukum selama 1 tahun 2 bulan penjara denda Rp 50 juta subsider 3 bulan. drg Kuswar dan Yuni Efrianti ini tidak dibebani membayar kerugian negara."Keempat terdakwa ini terbukti secara melanggar Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-Undang (UU) Nomor 30 tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dalam UU Nomor 20 tahun 2001, tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP," sambung Saut dilansir riauterkini.com.

    Atas putusan majelis hakim ini, ketiga dokter ini langsung menyatakan banding. Sedagkan Yuni Efrianti menyatakan pikir pikir. Pada pekan lalu, terdakwa Mukhlis, staff CV PMR telah dijatuhi hukuman pidana penjara selama 1 tahun 2 bulan denda Rp 50 juta subsider 3 bulan. Terdakwa juga diwajibkan mengembalikan kerugian negara sebesar Rp 92 juta subsider 3 bulan.

    Sebelumnya, kelima terdakwa ini dituntut hukuman lebih tinggi dari vonis majelis hakim. dr Welly Zulfikar dituntut hukuman, 2 tahun 6 bulan penjara denda Rp 50 juta atau subsider 6 bulan. Selain itu, terdakwa juga diwajibkan membayar kerugian negara sebesar Rp 213 juta, dan jika tidak dibayar dapat diganti hukuman, (subsider) selama 1 tahun 3 bulan. 

    Terdakwa Dr Masrial, dituntut hukuman pidana penjara selama 2 tahun, denda Rp 50 juta subsider 6 bulan. Terdakwa Dr Masrial juga diwajibkan membayar kerugian negara sebesar Rp 131 juta subsider 1 tahun. drg Kuswan Ambar Pamungkas, dituntut hukuman pidana penjara selama 1 tahun 8 bulan, denda Rp 50 juta subsider 6 bulan kurungan.

    Dua rekanan dalam pengadaan alat kesehatan tersebut,Yuni Effianti dan Muklis. Masing masing dituntut hukuman selama 1 tahun 8 bulan penjara denda Rp 50 juta subsider 6 bulan.Perbuatan kelima ini telah merugikan negara sebesar Rp 420 juta. Dimana pada tahun 2012- 2013 lalu, RSUD Arifin Achmad mendapat pagu anggaran sebesar Rp5 miliar untuk pengadaan alkes. 

    Dalam prosesnya, disinyalir tidak sesuai prosedur. Dimana pihak rumah sakit menggunakan nama rekanan CV PMR untuk pengadaan alat bedah senilai Rp1,5 miliar. Namun dalam prosesnya, justru pihak dokterlah yang membeli langsung alat-alat tersebut kepada distributor melalui PT Orion Tama, PT Pro-Health dan PT Atra Widya Agung.Nama CV PMR diketahui hanya digunakan untuk proses pencairan, dan dijanjikan mendapat keuntungan sebesar lima persen dari nilai kegiatan. Hasil audit BPKP Riau, tindakan kelima terdakwa telah menyebabkan terjadinya kerugian negara sebesar Rp 420.205.222.

    **red/rul



     
    Berita Lainnya :
  • Korupsi Pengadaan Alkes, Tiga Dokter RSUD Arifin Achmad Dihukum Setahun Penjara
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
     
     
    Terpopuler +
    01 Terkesan Sepihak, Perusahaan Angkutan Ferry Naikkan Harga Tiket Hingga 80 Persen
    02 Lanal Tanjungbalai Karimun Musnahkan Hasil Tangkapan Mikol dan Rokok Ilegal
    03 Rokok “Kawasan Bebas” Marak Beredar di Karimun
    04 Peredaran Rokok Ilegal di Kota Tanjungpinang Kian Marak, Bea Cukai Tak Berkutik?
    05 Peredaran Rokok Ilegal Tanpa Cukai di Tanjungpinang Kian Marak, Warga: Merugikan Keuangan Negara
    06 Rokok Tanpa Cukai Beredar Bebas di Luar Kawasan FTZ
    07 Peredaran Rokok Ilegal di Kota Tanjungpinang Kian Marak, Aparat Terkait Tutup Mata?
     
     
    Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan
    © 2017 MediaLaskar.com | Gerbang Informasi Anak Negeri, all rights reserved